Rossi: Bisa Saja Saya Tabrak Lorenzo di Aragon, tapi...

Selasa, 27 September 2016 - 19:21 WIB
Rossi: Bisa Saja Saya...
Rossi: Bisa Saja Saya Tabrak Lorenzo di Aragon, tapi...
A A A
ARAGON - Drama persaingan Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo muncul di lap akhir balapan Grand Prix Spanyol akhir pekan lalu. Momen tersebut dinilai The Doctor nyaris berujung insiden tabrakan seperti yang dilakukan Andrea Iannone di Catalunya.

Rossi dan Lorenzo sempat bertarung sengit saat memperbutkan posisi runner up balapan di Sirkuit Motorland Aragon, Minggu (25/9/2016). Dua rider Movistar Yamaha itu saling overtake di lap ke-22 untuk berusaha finis di bawah Marc Marquez.

Dalam pertarungan yang terjadi di tikungan ke-12, Rossi sempat menyalip rekannya dari sisi dalam. Namun karena salah dalam mengambil pengereman, pembalap Italia malah nyelonong keluar jalur. Lorenzo menjauh dan Rossi harus puas finis di tempat ketiga.

Rossi sebelumnya sudah mengungkapkan alasannya mengapa pada akhirnya melebar di tikungan. Faktor keselamatan jadi pertimbangannya kala itu. (Baca Juga: Tak Ingin Lorenzo Jatuh, Rossi Rela Melebar di Tikungan)

Namun rupanya Rossi sempat terpikirkan membuat keputusan lain. Ia mengaku bisa saja memaksakan diri memotong jalur rekannya, dengan konsekuensi bakal terjadi tabrakan.

Rossi merujuk pada insiden yang terjadi antara Iannone dan Lorenzo di Grand Prix Catalunya 5 Juni lalu. Ketika itu, pembalap Ducati menabrak pembalap Spanyol di lap ke-16.

Rossi bercanda, ia bisa saja meneruskan aksinya dan berujung tabrakan dengan Lorenzo. Namun insiden melibatkan sesama rekan setim dikhawatirkan malah menimbulkan konflik baru.

"Saya belum mencoba melewatinya sebab selalu sulit sebelumnya. Ini cukup memalukan karena di lap terakhir saya berusaha menyerangnya. Memang itu akan sulit, tapi jelas sangat bagus," ucap Rossi seperti dilansir Marca

"Saya gagal di Turn 12 karena saya menikung terlalu panjang dan berpikir apakah saya akan seperti Iannone di Barcelona? Itu akan lebih baik, tapi saya berpikir ini sesama pembalap Yamaha, selain karena faktor risiko," candanya.

"Akhirnya saya sedikit telat dan lumayan berisiko melakukan tikungan yang bahkan mungkin ia (Lorenzo) juga bisa diberikan. Setelah balapan di Misano, saya jauh lebih takut apa yang akan terjadi setelahnya. Itu bercanda. Saya akhirnya memutuskan meninggalkannya. Ketika gagal dan tertinggal, lebih baik meninggalkannya," tutupnya.

Soal balapan di Sirkuit Misano, Rossi merujuk pada protes yang dilakukan Lorenzo di sesi konferensi pers pasca-balapan. Juara bertahan MotoGP itu menilai gaya balapan Rossi terlalu bahaya saat menyalipnya di tikungan ke-14.
(sha)
Berita Terkait
Andrea Ianonne Blak-blakan...
Andrea Ianonne Blak-blakan Marc Marquez Lebih Cepat dari Valentino Rossi
Berkat 4 Pembalap Ini...
Berkat 4 Pembalap Ini Popularitas Rossi Melejit di MotoGP, Rossi: Terima Kasih
Ayah Lorenzo Ungkit...
Ayah Lorenzo Ungkit Dosa Marquez di Sepang dan Aragon
Ayah Lorenzo Berharap...
Ayah Lorenzo Berharap MotoGP Tak Kehilangan Juara Sejati
Ban Michelin Banyak...
Ban Michelin Banyak Dikritik Pembalap MotoGP, Begini Pembelaan Taramasso
Jorge Lorenzo: Pedro...
Jorge Lorenzo: Pedro Acosta Ditakdirkan Jadi Juara Dunia MotoGP
Berita Terkini
Live Streaming Premier...
Live Streaming Premier Padel Malaga 2026 di VISION+: Jadwal Tanding dari Awal Sampai Final
49 menit yang lalu
FIFA Setujui Permintaan...
FIFA Setujui Permintaan Khusus ArgentinaPakai Jersey Biru Tua Saat Lawan Inggris
1 jam yang lalu
Kilas Balik Piala Dunia:...
Kilas Balik Piala Dunia: Prancis Permalukan Spanyol 3-1
3 jam yang lalu
Skuad Prancis Jadi Korban...
Skuad Prancis Jadi Korban Rasisme di Piala Dunia 2026, Bek Spanyol Meradang
3 jam yang lalu
Bukan Harry Kane atau...
Bukan Harry Kane atau Bellingham, Argentina Waspadai Declan Rice Jelang Semifinal Piala Dunia 2026
5 jam yang lalu
Wasit Piala Dunia 2026...
Wasit Piala Dunia 2026 yang Dicoret FIFA Ditemukan Meninggal Dunia, Polisi Turun Tangan
6 jam yang lalu
Infografis
Waspada! 4 Makanan Ini...
Waspada! 4 Makanan Ini Bisa Picu Kesemutan di Tangan dan Kaki
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved