Vinales Tebar Ancaman, Sebut Suzuki Makin Bersaing
Kamis, 13 Oktober 2016 - 15:00 WIB
Vinales Tebar Ancaman, Sebut Suzuki Makin Bersaing
A
A
A
MOTEGI - Di tengah riuhnya pemberitaan persaingan Honda-Yamaha yang mengerucut pada dua nama Marc Marquez vs Valentino Rossi jelang Grand Prix Jepang MotoGP 2016, tim lain jelas tak bisa disepelekan dalam persaingan podium di sisa musim. Dan hal itu yang coba ditegaskan Maverick Vinales selaku joki Suzuki.
Sisa seri kejuaraan MotoGP 2016, Honda difavoritkan keluar sebagai pemenang. Marquez yang mewakili tim berlogo sayap sejauh ini unggul 52 poin dari Rossi selaku rival terdekatnya.
Marquez bahkan bisa mengunci gelar andai berhasil menang di Sirkuit Motegi, Minggu (16/10/2016) nanti sementara Rossi gagal mendulang poin. Setali tiga uang dengan Rossi, pembalap Yamaha lainnya Jorge Lorenzo juga sulit menahan laju juara The Baby Alien setelah masih tertinggal 66 angka.
Terlepas dari perburuan trofi yang masih dipimpin Honda, perebutan posisi runner up antara Rossi dan Lorenzo, persaingan menarik terjadi di posisi tiga dan empat. Ya, dua pembalap yang berhasrat merebut posisi itu adalah Dani Pedrosa dan Maverick Vinales.
Saat ini, Pedrosa yang jadi rekan setim Marquez, berada di peringkat empat dengan perolehan poin 155. Pembalap berusia 30 tahun itu unggul enam angka dari Vinales yang tertahan di posisi lima.
Jika Pedrosa dipastikan agak sulit mengejar poin Rossi (196) dan Lorenzo (182), maka strateginya bisa dibilang tinggal mempertahankan posisinya dari ancaman Vinales. Sebab jika tergelincir sekali, bukan tak mungkin rider Suzuki yang bisa finis di empat besar hingga akhir musim. (Baca Juga: Langganan Menang di Motegi, Pedrosa Yakin Juara Lagi)
Terlebih, Vinales tak bisa lagi dipandang pembalap kacangan. Ia sudah membuktikan diri dengan jadi pemenang seri Silverstone di Inggris 4 September lalu. Selain jadi kemenangan pertamanya di kelas premier, Vinales juga melepas dahaga kemenangan timnya sejak sembilan tahun silam.
Kondisi demikian jelas membuatnya nyaman menatap sisa musim. Dalam wawancaranya bersama Crash, Kamis (13/10/2016), MV25 menegaskan timnya siap merebut hasil yang baik di Jepang nanti, yang tentunya akan membawa peringkatnya di klasemen turut terkerek positif.
"Saya sangat nyaman. Kami terus berkembang setelah balapan demi balapan dan sekarang kami percaya jika kami bisa kompetitif finis di empat besar setiap balapan," tuturnya.
"Mesin juga makin berkembang. Tak cuma itu, pemahaman kami akan pengaturan dan perangkat elektronik juga membuat kami makin meramaikan persaingan," sambungnya.
Soal balapan nanti, Vinales yakin Sirkuit Motegi bakal jadi lokasi yang pas bagi Suzuki unjuk gigi. Selain jadi seri balapan kandang, ia merujuk pengaturan Suzuki GSX-RR tahun ini jauh lebih baik ketimbang tahun lalu yang mana ia gagal menyelesaikan balapan.
"Tentu saja di Motegi kami juga mendapat keuntungan untuk mengorek lebih banyak data dan mengirimnya langsung ke pihak pengembang. Tahun lalu, hujan mengganggu akhir pekan kami, jadi kami senang sebab sekarang kami punya solusi yang membuat kami bisa bersaing di kondisi basah," tutupnya.
Sikap optimistis yang membuncah di dada Vinales, juga menular kepada rekan setimnya, Aleix Espargaro. Masih terseok-seok di klasemen pembalap dengan terperosok ke posisi 12 membuat kakak kandung Pol Espargaro itu terlecut meraih hasil yang positif.
"Saya membuat persiapan yang ketat untuk balapan ini, di mana akan jadi yang pertama dari tiga balapan paling menguras fisik dan mental dan juga soal determinasi saya bersaing di posisi atas. Saya akan sangat senang bisa mendapat hasil yang bagus sebagai kado akhir musim setelah apa yang kami lewati semusim ini," timpal rider berusia 27 tahun.
Sisa seri kejuaraan MotoGP 2016, Honda difavoritkan keluar sebagai pemenang. Marquez yang mewakili tim berlogo sayap sejauh ini unggul 52 poin dari Rossi selaku rival terdekatnya.
Marquez bahkan bisa mengunci gelar andai berhasil menang di Sirkuit Motegi, Minggu (16/10/2016) nanti sementara Rossi gagal mendulang poin. Setali tiga uang dengan Rossi, pembalap Yamaha lainnya Jorge Lorenzo juga sulit menahan laju juara The Baby Alien setelah masih tertinggal 66 angka.
Terlepas dari perburuan trofi yang masih dipimpin Honda, perebutan posisi runner up antara Rossi dan Lorenzo, persaingan menarik terjadi di posisi tiga dan empat. Ya, dua pembalap yang berhasrat merebut posisi itu adalah Dani Pedrosa dan Maverick Vinales.
Saat ini, Pedrosa yang jadi rekan setim Marquez, berada di peringkat empat dengan perolehan poin 155. Pembalap berusia 30 tahun itu unggul enam angka dari Vinales yang tertahan di posisi lima.
Jika Pedrosa dipastikan agak sulit mengejar poin Rossi (196) dan Lorenzo (182), maka strateginya bisa dibilang tinggal mempertahankan posisinya dari ancaman Vinales. Sebab jika tergelincir sekali, bukan tak mungkin rider Suzuki yang bisa finis di empat besar hingga akhir musim. (Baca Juga: Langganan Menang di Motegi, Pedrosa Yakin Juara Lagi)
Terlebih, Vinales tak bisa lagi dipandang pembalap kacangan. Ia sudah membuktikan diri dengan jadi pemenang seri Silverstone di Inggris 4 September lalu. Selain jadi kemenangan pertamanya di kelas premier, Vinales juga melepas dahaga kemenangan timnya sejak sembilan tahun silam.
Kondisi demikian jelas membuatnya nyaman menatap sisa musim. Dalam wawancaranya bersama Crash, Kamis (13/10/2016), MV25 menegaskan timnya siap merebut hasil yang baik di Jepang nanti, yang tentunya akan membawa peringkatnya di klasemen turut terkerek positif.
"Saya sangat nyaman. Kami terus berkembang setelah balapan demi balapan dan sekarang kami percaya jika kami bisa kompetitif finis di empat besar setiap balapan," tuturnya.
"Mesin juga makin berkembang. Tak cuma itu, pemahaman kami akan pengaturan dan perangkat elektronik juga membuat kami makin meramaikan persaingan," sambungnya.
Soal balapan nanti, Vinales yakin Sirkuit Motegi bakal jadi lokasi yang pas bagi Suzuki unjuk gigi. Selain jadi seri balapan kandang, ia merujuk pengaturan Suzuki GSX-RR tahun ini jauh lebih baik ketimbang tahun lalu yang mana ia gagal menyelesaikan balapan.
"Tentu saja di Motegi kami juga mendapat keuntungan untuk mengorek lebih banyak data dan mengirimnya langsung ke pihak pengembang. Tahun lalu, hujan mengganggu akhir pekan kami, jadi kami senang sebab sekarang kami punya solusi yang membuat kami bisa bersaing di kondisi basah," tutupnya.
Sikap optimistis yang membuncah di dada Vinales, juga menular kepada rekan setimnya, Aleix Espargaro. Masih terseok-seok di klasemen pembalap dengan terperosok ke posisi 12 membuat kakak kandung Pol Espargaro itu terlecut meraih hasil yang positif.
"Saya membuat persiapan yang ketat untuk balapan ini, di mana akan jadi yang pertama dari tiga balapan paling menguras fisik dan mental dan juga soal determinasi saya bersaing di posisi atas. Saya akan sangat senang bisa mendapat hasil yang bagus sebagai kado akhir musim setelah apa yang kami lewati semusim ini," timpal rider berusia 27 tahun.
(bep)