Marquez: Strategi Rossi Bagus, tapi Terlalu Memaksakan Diri
Senin, 17 Oktober 2016 - 08:01 WIB
Marquez: Strategi Rossi Bagus, tapi Terlalu Memaksakan Diri
A
A
A
MOTEGI - Keberhasilan Marc Marquez mengecap titel juara dunia MotoGP 2016 di Grand Prix Jepang tak lepas dari nasib apes pesaing terdekatnya, Valentino Rossi, yang terjatuh di Sirkuit Twin Ring Motegi, Minggu (16/10/2016). Pembalap Movistar Yamaha tersebut dinilai terlalu memaksakan diri saat bersaing dengan The Baby Alien.
Marquez keluar sebagai pemenang dan akhirnya mengunci trofi juara dunia tanpa mendapat perlawanan berarti dari Rossi. Pasalnya, The Doctor terjatuh sejak lap keenam akibat bermasalah pada ban depannya.
Nasib mujur Marquez kembali bertambah setelah Lorenzo juga mengalami nasib serupa dengan rekannya. Pembalap Spanyol yang notabenenya juara bertahan MotoGP, tergelincir lima lap jelang finis meski ketika itu sudah berada di posisi dua perlombaan.
Marquez pun menangkan lomba dan mengunci trofi setelah perolehan poinnya sudah pastikan tak terkejar. Dengan menyisakan tiga seri lagi yakni di Australia, Malaysia, dan Valencia, pembalap berusia 23 tahun unggul 77 poin dari Rossi yang berada di peringkat dua klasemen sementara.
Setelah race, Marquez tak lupa mengomentari penampilan dua rivalnya. Jika Lorenzo dianggap balapan dengan cara yang aneh, tidak demikian dengan Rossi yang dinilai terlalu memaksakan diri untuk menang.
"Sangat sulit membayangkan kedua pembalap bisa membuat kesalahan dalam race, tapi mungkin Valentino berusaha mengejar saya dan terlalu memacu motornya," tutur Marquez seperti dikutip Crash.
"Valentino saya kira sudah membuat strategi yang bagus; seperti yang saya lakukan tahun lalu, jika ingin punya banyak atau sedikit peluang menangkan gelar, menangkanlah lomba. Jadi dia memacu motor hingga batasnya untuk mengejar saya," ungkapnya.
Soal kendala ban depan Michelin, Marquez menyadari hal tersebut sejak menjalani seri balap di Catalunya. Ketika itu, Marquez yang keluar jadi runner up justru belajar dari aksi Rossi yang dinilainya punya pengalaman menjajal ban Michelin di tahun-tahun sebelumnya.
"Sangat sulit memahami kinerja ban depan tersebut sebab kendalanya datang di setiap seri dan kondisinya cukup berbeda-beda. Saya mulai bisa memahaminya saat berpacu di Montmelo,"
"Saya melihat beberapa hal ketika berada di belakang Valentino dalam race tersebut. Itu untuk pertama kalinya saya mengikuti dia dalam banyak lap dan dia tahu banyak soal Michelin sebab dia sudah balapan dengannya selama bertahun-tahun. Saya mendapat sedikit pembelajaran dan perlahan bisa meningkatkan kemampuan," pungkasnya.
Marquez keluar sebagai pemenang dan akhirnya mengunci trofi juara dunia tanpa mendapat perlawanan berarti dari Rossi. Pasalnya, The Doctor terjatuh sejak lap keenam akibat bermasalah pada ban depannya.
Nasib mujur Marquez kembali bertambah setelah Lorenzo juga mengalami nasib serupa dengan rekannya. Pembalap Spanyol yang notabenenya juara bertahan MotoGP, tergelincir lima lap jelang finis meski ketika itu sudah berada di posisi dua perlombaan.
Marquez pun menangkan lomba dan mengunci trofi setelah perolehan poinnya sudah pastikan tak terkejar. Dengan menyisakan tiga seri lagi yakni di Australia, Malaysia, dan Valencia, pembalap berusia 23 tahun unggul 77 poin dari Rossi yang berada di peringkat dua klasemen sementara.
Setelah race, Marquez tak lupa mengomentari penampilan dua rivalnya. Jika Lorenzo dianggap balapan dengan cara yang aneh, tidak demikian dengan Rossi yang dinilai terlalu memaksakan diri untuk menang.
"Sangat sulit membayangkan kedua pembalap bisa membuat kesalahan dalam race, tapi mungkin Valentino berusaha mengejar saya dan terlalu memacu motornya," tutur Marquez seperti dikutip Crash.
"Valentino saya kira sudah membuat strategi yang bagus; seperti yang saya lakukan tahun lalu, jika ingin punya banyak atau sedikit peluang menangkan gelar, menangkanlah lomba. Jadi dia memacu motor hingga batasnya untuk mengejar saya," ungkapnya.
Soal kendala ban depan Michelin, Marquez menyadari hal tersebut sejak menjalani seri balap di Catalunya. Ketika itu, Marquez yang keluar jadi runner up justru belajar dari aksi Rossi yang dinilainya punya pengalaman menjajal ban Michelin di tahun-tahun sebelumnya.
"Sangat sulit memahami kinerja ban depan tersebut sebab kendalanya datang di setiap seri dan kondisinya cukup berbeda-beda. Saya mulai bisa memahaminya saat berpacu di Montmelo,"
"Saya melihat beberapa hal ketika berada di belakang Valentino dalam race tersebut. Itu untuk pertama kalinya saya mengikuti dia dalam banyak lap dan dia tahu banyak soal Michelin sebab dia sudah balapan dengannya selama bertahun-tahun. Saya mendapat sedikit pembelajaran dan perlahan bisa meningkatkan kemampuan," pungkasnya.
(sha)