Sudah Juara, Marquez Belum Puas Kalahkan Rossi-Lorenzo
Kamis, 20 Oktober 2016 - 18:30 WIB
Sudah Juara, Marquez Belum Puas Kalahkan Rossi-Lorenzo
A
A
A
MELBOURNE - Keberhasilan Marc Marquez mengunci gelar juara dunia MotoGP 2016 di Jepang tak serta merta membuatnya berleha-leha di tiga seri tersisa. Pembalap Repsol Honda mengaku masih akan memenangkan perlombaan di sisa musim, termasuk di Grand Prix Australia akhir pekan nanti.
Marquez resmi jadi juara dunia MotoGP 2016 setelah berhasil menangkan Grand Prix Jepang di Sirkuit Motegi, Minggu (16/10/2016) lalu. Ketika dua rivalnya; Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo terjatuh, Marquez menangkan perlombaan yang membuat perolehan poinnya tak mungkin terkejar lagi di tiga seri terakhir (Australia, Malaysia, dan Valencia).
Keberhasilan itu melengkapi trofi juara dunia Marquez jadi tiga. Jika ditotal dengan prestasinya di Moto2 dan Moto3, kakak kandung Alex Marquez sudah mengecap lima trofi juara dunia yang membuatnya mengalahkan Rossi sebagai pembalap termuda yang bisa meraih lima gelar juara dunia.
Prestasi Marquez sudah tentu sulit dipatahkan. Namun, hal tersebut belum membuat sang empu berpuas diri.
Salah satu buktinya adalah jelang keikutsertaannya di Sirkuit Phillip Island, Minggu (23/10/2016). Marquez mengaku masih akan merebut kemenangan di Australia, seperti yang ia lakukan musim lalu.
"Ini adalah salah satu trek favorit saya dan kami sangat menikmati balapan di sini. Saya ingat tahun lalu tercipta balapan yang mengesankan di hari Minggu, bertarung dengan Andrea (Iannone), Valentino, dan Jorge. Di akhir perlombaan, kami menangkan balapan," kenang Marquez di sesi konferensi pers pra-balapan Grand Prix Australia seperti dikutip Crash, Kamis (20/10/2016).
"Kami akan coba ulangi hasil balapan, tapi saya tahu bakal sulit. Prediksi tak bisa ditebak, ditambah pembalap Yamaha dan Maverick Vinales sangat cepat," imbuhnya.
Kendati sudah jadi juara, Marquez menambahkan, ia tak bisa serta merta melupakan tiga seri tersisa. Pesta juara yang ia lakukan pun tak membuatnya cukup santai meski berlangsung dengan penuh kebahagiaan.
"Minggu malam kami pesta dan Senin kami tidur. Kemudian kami terbang ke Melbourna dan dalam satu hari kami habiskan banyak uang bermain kasino dengan Jack (Miller). Saya menang sebab bisa mendapatkan bola merah semua," sambungnya.
"Tapi itu tidak terlalu spesial sebab di akhir pesta, mental saya masih tak bisa melupakan jika saya masih punya balapan lain pekan ini. Saya mesti berkonsentrasi dan kami akan habiskan waktu untuk merayakannya lagi di musim dingin nanti," tutupnya.
Marquez resmi jadi juara dunia MotoGP 2016 setelah berhasil menangkan Grand Prix Jepang di Sirkuit Motegi, Minggu (16/10/2016) lalu. Ketika dua rivalnya; Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo terjatuh, Marquez menangkan perlombaan yang membuat perolehan poinnya tak mungkin terkejar lagi di tiga seri terakhir (Australia, Malaysia, dan Valencia).
Keberhasilan itu melengkapi trofi juara dunia Marquez jadi tiga. Jika ditotal dengan prestasinya di Moto2 dan Moto3, kakak kandung Alex Marquez sudah mengecap lima trofi juara dunia yang membuatnya mengalahkan Rossi sebagai pembalap termuda yang bisa meraih lima gelar juara dunia.
Prestasi Marquez sudah tentu sulit dipatahkan. Namun, hal tersebut belum membuat sang empu berpuas diri.
Salah satu buktinya adalah jelang keikutsertaannya di Sirkuit Phillip Island, Minggu (23/10/2016). Marquez mengaku masih akan merebut kemenangan di Australia, seperti yang ia lakukan musim lalu.
"Ini adalah salah satu trek favorit saya dan kami sangat menikmati balapan di sini. Saya ingat tahun lalu tercipta balapan yang mengesankan di hari Minggu, bertarung dengan Andrea (Iannone), Valentino, dan Jorge. Di akhir perlombaan, kami menangkan balapan," kenang Marquez di sesi konferensi pers pra-balapan Grand Prix Australia seperti dikutip Crash, Kamis (20/10/2016).
"Kami akan coba ulangi hasil balapan, tapi saya tahu bakal sulit. Prediksi tak bisa ditebak, ditambah pembalap Yamaha dan Maverick Vinales sangat cepat," imbuhnya.
Kendati sudah jadi juara, Marquez menambahkan, ia tak bisa serta merta melupakan tiga seri tersisa. Pesta juara yang ia lakukan pun tak membuatnya cukup santai meski berlangsung dengan penuh kebahagiaan.
"Minggu malam kami pesta dan Senin kami tidur. Kemudian kami terbang ke Melbourna dan dalam satu hari kami habiskan banyak uang bermain kasino dengan Jack (Miller). Saya menang sebab bisa mendapatkan bola merah semua," sambungnya.
"Tapi itu tidak terlalu spesial sebab di akhir pesta, mental saya masih tak bisa melupakan jika saya masih punya balapan lain pekan ini. Saya mesti berkonsentrasi dan kami akan habiskan waktu untuk merayakannya lagi di musim dingin nanti," tutupnya.
(bep)