Lorenzo Akui Dapat Podium di Malaysia karena Beruntung
Rabu, 02 November 2016 - 10:27 WIB
Lorenzo Akui Dapat Podium di Malaysia karena Beruntung
A
A
A
SEPANG - Jorge Lorenzo tak menampik keberhasilannya meraih podium tiga di Grand Prix Malaysia karena terbantu faktor keberuntungan. Andai tiga pembalap di depannya tak terjatuh, pembalap Spanyol tak yakin bisa bersaing di trek basah Sirkuit Internasional Sepang, Minggu (2/11/2016).
Lorenzo yang memulai start dari baris ketiga di bawah Andrea Dovizioso dan Valentino Rossi, langsung kesulitan melahap trek basah Sepang yang baru diguyur hujan. Ia tak kuasa bersaing dengan trio pembalap Italia yakni dua rider Ducati Andrea Iannone-Dovizoso, serta rekan setimnya di Yamaha, Rossi.
Sebenarnya, bukan cuma Lorenzo yang mengalami kesulitan di Sepang. Dua pembalap Honda Marc Marquez dan Cal Crutchlow juga tak mampu mengejar tiga pembalap terdepan.
Bahkan Marquez dan Crutchlow akhirnya terjatuh pada lap ke-12. Lalu, Iannone yang sejatinya punya kecepatan yang bagus, tiba-tiba juga ikutan mencium aspal tak lama kemudian karena kehilangan grip depan Desmosedici.
Terjatuhnya tiga pembalap sekaligus membuat Lorenzo yang berada di peringkat enam saat itu jelas dapat keuntungan besar. Posisinya naik ke peringkat tiga, kendati masih tidak bisa mengejar Dovizioso dan Rossi yang sudah berada jauh di depan.
Hingga menyentuh garis finis, Lorenzo bisa mempertahankan posisinya. Ia pun mengaku bersyukur bisa naik podium ketiga kendati dibantu faktor keberuntungan.
"Saya coba bertahan di atas motor kendati sangat merasa tidak nyaman. Itu merupakan hari yang lebih buruk ketimbang sesi kualifikasi di mana ada sangat banyak air di lintasan," tutur Lorenzo kepada Grand Prix Times, Rabu (2/11/2016).
"Saya merasa beruntung sebab semuanya terjatuh di depan saya dan itu memberi keuntungan untuk meraih podium di tengah kondisi hujan. Tapi itu cukup memberi kenyamanan. Saya bisa bertahan di atas motor,"
"Saya tidak inginkan balapan dalam kondisi campuran (kering dan basah). Jadi saya sebenarnya cuma berharap agar hujan, dan kalau bisa bertambah banyak,"
"Saya punya banyak momen ketika berpacu di tengah lap dan saya bicara pada Loris dan Race Direction mungkin kami seharusnya menunda balapan. Kami ingin melakukannya ketika trek aman, sehingga kami bisa balapan dengan baik," tutupnya.
Lorenzo yang sebelumnya mengaku sudah bisa bersaing di trek basah, nyatanya kembali gagal di Malaysia. Namun, ia masih punya kesempatan terakhir untuk merebut juara saat berlaga 1di seri balap Valencia 13 November mendatang.
Tahun lalu, Lorenzo keluar sebagai pemenang untuk mengunci gelar juara dunia. Tapi nanti, balapan di kandang sendiri akan jadi ajang perpisahannya dengan Yamaha sebelum pindah ke Ducati musim depan.
"Valencia akan jadi momen yang emosional sebab sudah sembilan tahun saya bersama dengan tim yang sudah memberi banyak kenangan emosional. Saya akan berlatih dan memberi yang terbaik, dan kalau bisa menyelesaikannya dengan cara terbaik pula," pungkasnya.
Lorenzo yang memulai start dari baris ketiga di bawah Andrea Dovizioso dan Valentino Rossi, langsung kesulitan melahap trek basah Sepang yang baru diguyur hujan. Ia tak kuasa bersaing dengan trio pembalap Italia yakni dua rider Ducati Andrea Iannone-Dovizoso, serta rekan setimnya di Yamaha, Rossi.
Sebenarnya, bukan cuma Lorenzo yang mengalami kesulitan di Sepang. Dua pembalap Honda Marc Marquez dan Cal Crutchlow juga tak mampu mengejar tiga pembalap terdepan.
Bahkan Marquez dan Crutchlow akhirnya terjatuh pada lap ke-12. Lalu, Iannone yang sejatinya punya kecepatan yang bagus, tiba-tiba juga ikutan mencium aspal tak lama kemudian karena kehilangan grip depan Desmosedici.
Terjatuhnya tiga pembalap sekaligus membuat Lorenzo yang berada di peringkat enam saat itu jelas dapat keuntungan besar. Posisinya naik ke peringkat tiga, kendati masih tidak bisa mengejar Dovizioso dan Rossi yang sudah berada jauh di depan.
Hingga menyentuh garis finis, Lorenzo bisa mempertahankan posisinya. Ia pun mengaku bersyukur bisa naik podium ketiga kendati dibantu faktor keberuntungan.
"Saya coba bertahan di atas motor kendati sangat merasa tidak nyaman. Itu merupakan hari yang lebih buruk ketimbang sesi kualifikasi di mana ada sangat banyak air di lintasan," tutur Lorenzo kepada Grand Prix Times, Rabu (2/11/2016).
"Saya merasa beruntung sebab semuanya terjatuh di depan saya dan itu memberi keuntungan untuk meraih podium di tengah kondisi hujan. Tapi itu cukup memberi kenyamanan. Saya bisa bertahan di atas motor,"
"Saya tidak inginkan balapan dalam kondisi campuran (kering dan basah). Jadi saya sebenarnya cuma berharap agar hujan, dan kalau bisa bertambah banyak,"
"Saya punya banyak momen ketika berpacu di tengah lap dan saya bicara pada Loris dan Race Direction mungkin kami seharusnya menunda balapan. Kami ingin melakukannya ketika trek aman, sehingga kami bisa balapan dengan baik," tutupnya.
Lorenzo yang sebelumnya mengaku sudah bisa bersaing di trek basah, nyatanya kembali gagal di Malaysia. Namun, ia masih punya kesempatan terakhir untuk merebut juara saat berlaga 1di seri balap Valencia 13 November mendatang.
Tahun lalu, Lorenzo keluar sebagai pemenang untuk mengunci gelar juara dunia. Tapi nanti, balapan di kandang sendiri akan jadi ajang perpisahannya dengan Yamaha sebelum pindah ke Ducati musim depan.
"Valencia akan jadi momen yang emosional sebab sudah sembilan tahun saya bersama dengan tim yang sudah memberi banyak kenangan emosional. Saya akan berlatih dan memberi yang terbaik, dan kalau bisa menyelesaikannya dengan cara terbaik pula," pungkasnya.
(bep)