Mercedes Tolak Pascal Wehrlein karena Faktor Pengalaman
Kamis, 19 Januari 2017 - 17:30 WIB
Mercedes Tolak Pascal Wehrlein karena Faktor Pengalaman
A
A
A
STUTTGART - Toto Wolff menjelaskan mengapa timnya batal merekrut Pascal Wehrlein untuk bertarung di sirkus Formula 1 2017. Bos Mercedes menilai pengalaman pembalap asal Jerman masih terlalu minim untuk direkrut sebagai pembalap utama.
Nama Wehrlein sempat jadi perbincangan sebab masuk dalam radar Mercedes. Bersama Valtteri Bottas dari Williams, eks rekan setim Rio Haryanto di Manor Racing masuk sebagai kandidat pengganti Nico Rosberg yang memutuskan pensiun setelah jadi juara dunia 2016.
Perlahan tapi pasti, Wehrlein mulai tersisih dan Bottas justru semakin dekat menuju Mercedes. Hingga akhirnya, Pascal menerima pinangan Sauber dan Mercedes mendapatkan jasa Bottas untuk bertandem dengan Lewis Hamilton.
Pabrikan asal Jerman menerangkan, Wehrlein gagal terpilih lantaran faktor pengalaman. Meski tampil impresif bersama Manor, Mercedes menilai masih terlalu dini bagi pembalap berusia 22 tahun jadi driver utama mereka.
"Kami memutuskan dia masih terlalu cepat untuk jadi rekan Lewis Hamilton. Bagi Pascal dan Esteban Ocon, kami punya program sendiri yang dirancang selama dua hingga tiga tahun," ucap Wolff saat diwawancara La Gazzetta dello Sport yang dikutip Sportsmole, Kamis (19/1/2017).
Sementara kepindahan Wehrlein ke Sauber juga sempat menimbulkan perdebatan. Pasalnya, pembalap didikan Mercedes bergabung dengan tim yang menggunakan mesin Ferrari.
Hal itu memunculkan spekulasi jika Sauber direncanakan berganti power unit jadi milik Mercedes pada musim 2018. Menanggapi hal tersebut, Wolff membantahnya.
"Tidak. Kontrak pembalap tidak ada kaitannya dengan mesin. Kami menghormati hubungan kerja sama antara Sauber dan Ferrari," tutupnya.
Nama Wehrlein sempat jadi perbincangan sebab masuk dalam radar Mercedes. Bersama Valtteri Bottas dari Williams, eks rekan setim Rio Haryanto di Manor Racing masuk sebagai kandidat pengganti Nico Rosberg yang memutuskan pensiun setelah jadi juara dunia 2016.
Perlahan tapi pasti, Wehrlein mulai tersisih dan Bottas justru semakin dekat menuju Mercedes. Hingga akhirnya, Pascal menerima pinangan Sauber dan Mercedes mendapatkan jasa Bottas untuk bertandem dengan Lewis Hamilton.
Pabrikan asal Jerman menerangkan, Wehrlein gagal terpilih lantaran faktor pengalaman. Meski tampil impresif bersama Manor, Mercedes menilai masih terlalu dini bagi pembalap berusia 22 tahun jadi driver utama mereka.
"Kami memutuskan dia masih terlalu cepat untuk jadi rekan Lewis Hamilton. Bagi Pascal dan Esteban Ocon, kami punya program sendiri yang dirancang selama dua hingga tiga tahun," ucap Wolff saat diwawancara La Gazzetta dello Sport yang dikutip Sportsmole, Kamis (19/1/2017).
Sementara kepindahan Wehrlein ke Sauber juga sempat menimbulkan perdebatan. Pasalnya, pembalap didikan Mercedes bergabung dengan tim yang menggunakan mesin Ferrari.
Hal itu memunculkan spekulasi jika Sauber direncanakan berganti power unit jadi milik Mercedes pada musim 2018. Menanggapi hal tersebut, Wolff membantahnya.
"Tidak. Kontrak pembalap tidak ada kaitannya dengan mesin. Kami menghormati hubungan kerja sama antara Sauber dan Ferrari," tutupnya.
(mir)