Rossi dan Marquez Bikin Kesalahan, Mereka Takkan Pernah Jadi Teman
Selasa, 21 Februari 2017 - 19:05 WIB
Rossi dan Marquez Bikin Kesalahan, Mereka Takkan Pernah Jadi Teman
A
A
A
MADRID - Setelah kemarin memprediksi rivalitas antara dua pembalap tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi dan Maverick Vinales, nantinya bakal bermasalah. Legenda MotoGP dari tim MV Agusta dan Yamaha, Giacomo Agostini ikutan bicara kandidat pembalap yang akan bersaing di pacuan gelar juara dunia musim 2017. Berikut petikan wawancaranya dengan surat kabar Marca.
Apakah MotoGP 2017 bakal lebih baik dari musim lalu yang menghadirkan begitu banyak pemenang? Akankah bisa terulang fenomena itu?
“Well, saya pikir kita akan memiliki musim yang sangat menarik, karena ada banyak pembalap yang hebat dan juga motor yang bagus. Banyak pembalap yang ingin menang dan juga bisa menang. Mereka ada yang dari Spanyol dan Italia.”
Namun Marc Marquez tampaknya masih jadi favorit?
“Tentunya Marquez mencoba untuk menang lagi. Sebagai juara bertahan, dia adalah orang yang harus dikalahkan. Tapi Valentino ingin meraih gelar lagi sebelum dia mengakhiri karier. Musim ini, semua pembalap mau menang.”
Rossi dikepung pembalap Spanyol dan motor yang kompetitif?
“Valentino adalah Valentino. Dia telah memberikan banyak untuk sponsor selama bertahun-tahun dan banyak orang menyukainya, karena dia telah memberikan banyak emosi untuk olahraga ini untuk jangka waktu yang lama. Kini tentu saja, pembalap muda telah tiba, hampir semuanya dari Spanyol. Dan usia adalah faktor penting, karena jika tidak, saya juga masih terus balapan.”
Bahkan seorang Jorge Lorenzo dengan Ducatinya?
“Dia telah berganti motor, tapi saat ini Ducati tidak buruk, malah justru motornya bagus. Dia juga sangat cepat dan semuanya bergantung kepada kerja tim keseluruhan, bersama-sama. Karena Lorenzo kadang-kadang (tipe orang yang) agak sulit.”
Rekor delapan gelar juara dunia kelas bergengsi Anda sepertinya takkan bisa dilewati Rossi?
“Adalah penting untuk jadi juara dan juga mengalahkan rekor (pembalap lain). Karena banyak orang yang senang dengan itu. Jika saya Valentino, saya akan mencoba untuk menorehkan semua rekor yang saya bisa. Namun ketika mereka bertanya apakah saya akan senang jika seseorang mengalahkan rekor saya, maka saya katakan tentu saja tidak. Mengapa saya harus senang? Tapi ayolah, sebuah rekor itu memang sebuah catatan yang harus dikalahkan.”
Lantas siapa pembalap yang terbaik saat ini, Valentino atau Marquez, bahkan jika kita menyertakan teknologi?
“Sulit menjawab pertanyaan itu. Jika kita harus mengatakan hari ini, itu adalah Marquez, dia adalah juaranya.”
“Tapi karena dia baru 24 tahun dan Vale 38 tahun. Ketika Anda berumur 30-an, Anda masih harus berpikir sedikit. Namun waktu Anda 20-an, Anda takkan berpikir apa-apa, hanya keluar di lintasan dan gas pol motor Anda, itu adalah normal.”
“Valentino adalah pembalap nomor satu selama bertahun-tahun dan juga sekarang. Saya yakin, para pembalap muda di usia 21 atau 22 macam Vinales, dengan atau tanpa adanya teknologi, juga akan sama (cepatnya). Namun pada akhirnya, yang terbaik lah yang akan menang.”
Pernahkah Anda berpikir bakal ada insiden seperti di tahun 2015 (Sirkuit Sepang, antara Rossi dan Marquez)?
“Saya pikir mereka berdua membuat kesalahan. Dan yang lainnya membuat itu jadi masalah besar dari yang sebenarnya. Valentino saat itu absen di sesi jumpa pers dan Marc hadir buat menjawab pertanyaan."
"Namun pada akhirnya semua ditutup. Mereka takkan pernah jadi teman, tetapi di antara mereka tetap ada respek. Saya pikir lebih baik kalau masalah itu diakhiri. Tapi kita berusaha mengulasnya untuk mendapatkan publikasi. Karena setiap hari kita berbicara soal balapan motor di televisi.”
Apakah MotoGP 2017 bakal lebih baik dari musim lalu yang menghadirkan begitu banyak pemenang? Akankah bisa terulang fenomena itu?
“Well, saya pikir kita akan memiliki musim yang sangat menarik, karena ada banyak pembalap yang hebat dan juga motor yang bagus. Banyak pembalap yang ingin menang dan juga bisa menang. Mereka ada yang dari Spanyol dan Italia.”
Namun Marc Marquez tampaknya masih jadi favorit?
“Tentunya Marquez mencoba untuk menang lagi. Sebagai juara bertahan, dia adalah orang yang harus dikalahkan. Tapi Valentino ingin meraih gelar lagi sebelum dia mengakhiri karier. Musim ini, semua pembalap mau menang.”
Rossi dikepung pembalap Spanyol dan motor yang kompetitif?
“Valentino adalah Valentino. Dia telah memberikan banyak untuk sponsor selama bertahun-tahun dan banyak orang menyukainya, karena dia telah memberikan banyak emosi untuk olahraga ini untuk jangka waktu yang lama. Kini tentu saja, pembalap muda telah tiba, hampir semuanya dari Spanyol. Dan usia adalah faktor penting, karena jika tidak, saya juga masih terus balapan.”
Bahkan seorang Jorge Lorenzo dengan Ducatinya?
“Dia telah berganti motor, tapi saat ini Ducati tidak buruk, malah justru motornya bagus. Dia juga sangat cepat dan semuanya bergantung kepada kerja tim keseluruhan, bersama-sama. Karena Lorenzo kadang-kadang (tipe orang yang) agak sulit.”
Rekor delapan gelar juara dunia kelas bergengsi Anda sepertinya takkan bisa dilewati Rossi?
“Adalah penting untuk jadi juara dan juga mengalahkan rekor (pembalap lain). Karena banyak orang yang senang dengan itu. Jika saya Valentino, saya akan mencoba untuk menorehkan semua rekor yang saya bisa. Namun ketika mereka bertanya apakah saya akan senang jika seseorang mengalahkan rekor saya, maka saya katakan tentu saja tidak. Mengapa saya harus senang? Tapi ayolah, sebuah rekor itu memang sebuah catatan yang harus dikalahkan.”
Lantas siapa pembalap yang terbaik saat ini, Valentino atau Marquez, bahkan jika kita menyertakan teknologi?
“Sulit menjawab pertanyaan itu. Jika kita harus mengatakan hari ini, itu adalah Marquez, dia adalah juaranya.”
“Tapi karena dia baru 24 tahun dan Vale 38 tahun. Ketika Anda berumur 30-an, Anda masih harus berpikir sedikit. Namun waktu Anda 20-an, Anda takkan berpikir apa-apa, hanya keluar di lintasan dan gas pol motor Anda, itu adalah normal.”
“Valentino adalah pembalap nomor satu selama bertahun-tahun dan juga sekarang. Saya yakin, para pembalap muda di usia 21 atau 22 macam Vinales, dengan atau tanpa adanya teknologi, juga akan sama (cepatnya). Namun pada akhirnya, yang terbaik lah yang akan menang.”
Pernahkah Anda berpikir bakal ada insiden seperti di tahun 2015 (Sirkuit Sepang, antara Rossi dan Marquez)?
“Saya pikir mereka berdua membuat kesalahan. Dan yang lainnya membuat itu jadi masalah besar dari yang sebenarnya. Valentino saat itu absen di sesi jumpa pers dan Marc hadir buat menjawab pertanyaan."
"Namun pada akhirnya semua ditutup. Mereka takkan pernah jadi teman, tetapi di antara mereka tetap ada respek. Saya pikir lebih baik kalau masalah itu diakhiri. Tapi kita berusaha mengulasnya untuk mendapatkan publikasi. Karena setiap hari kita berbicara soal balapan motor di televisi.”
(sbn)