Regulasi U-23 Paksa PSM Makassar Ubah Komposisi Lini Tengah
Senin, 27 Maret 2017 - 12:00 WIB
Regulasi U-23 Paksa PSM Makassar Ubah Komposisi Lini Tengah
A
A
A
MAKASSAR - Adanya regulasi pemain U-23 di Liga 1 2017 memaksa pelatih PSM Makassar Robert Rene Albert menetapkan skuat berbeda. Ini dikhawatirkan bisa menurunkan kekuatan Juku Eja.
Robert sudah menentukan siapa penghuni lini belakang PSM. Pelatih asal Belanda itu cuma akan menurunkan bek veteran untuk mengawal pertahanan. Hamka Hamzah (33), Zulkifli Syukur (32), Hendra Wijaya (31) dan Steven Paulle (31) konon akan selalu masuk tim inti.
Lini depan PSM juga kemungkinan besar bakal dihuni pemain senior macam Reinaldo Elias da Costa (32), Ferdinand Sinaga (28) serta Titus Bonai (28). Ini yang membuat Robert dapat beban baru.
Mantan arsitek Arema FC itu terpaksa mengubah komposi lini tengah PSM jika memang diwajibkan memakai pemain U-23 di setiap laga. Itu berarti Robert harus memarkir sejumlah pemain yang musim lalu jadi starter.
Saat Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016, PSM kerap memainkan Rasyid Bakri (26) dan Wiljan Pluim (28) di lini tengah. Sedangkan Rizky Pellu kini tidak lagi masuk pemain U-23 karena sudah berusia 24 tahun.
Itu berarti, Robert harus mengubah status ketiganya jadi cadangan. Nantinya, Muhammad Arfan, Asnawi Mangkualam dan Ridwan Tawainella akan disiapkan jadi pemain utama PSM agar bisa memenuhi regulasi U-23.
"Tidak ada pilihan lain. PSM harus bermain berdasarkan regulasi (U-23). Saya pikir banyak klub menempatkan pemain mudanya di sektor gelandang atau sayap," kata Robert usai latihan.
Penerapan regulasi U-23 memang jadi dilema bagi Robert. Pasalnya, kombinasi Rasyid, Pellu, dan Pluim sudah sangat menjanjikan. Tentunya, bisal memberikan dampak negatif bagi PSM jika ketiganya tiba-tiba tidak lagi masuk tim inti.
"Fungsi gelandang sangat vital bagi tim di setiap laga. Jika koordinasi di lini tengah lemah, maka permainan tidak bisa berkembang dengan baik," pungkas Robert.
Setidaknya, Robert bisa sedikit berharap pada Ridwan karena punya cukup jam terbang. Kapasitasnya telah teruji karena pernah berapa kali tampil di ISC 2016.
Robert sudah menentukan siapa penghuni lini belakang PSM. Pelatih asal Belanda itu cuma akan menurunkan bek veteran untuk mengawal pertahanan. Hamka Hamzah (33), Zulkifli Syukur (32), Hendra Wijaya (31) dan Steven Paulle (31) konon akan selalu masuk tim inti.
Lini depan PSM juga kemungkinan besar bakal dihuni pemain senior macam Reinaldo Elias da Costa (32), Ferdinand Sinaga (28) serta Titus Bonai (28). Ini yang membuat Robert dapat beban baru.
Mantan arsitek Arema FC itu terpaksa mengubah komposi lini tengah PSM jika memang diwajibkan memakai pemain U-23 di setiap laga. Itu berarti Robert harus memarkir sejumlah pemain yang musim lalu jadi starter.
Saat Indonesia Soccer Championship (ISC) 2016, PSM kerap memainkan Rasyid Bakri (26) dan Wiljan Pluim (28) di lini tengah. Sedangkan Rizky Pellu kini tidak lagi masuk pemain U-23 karena sudah berusia 24 tahun.
Itu berarti, Robert harus mengubah status ketiganya jadi cadangan. Nantinya, Muhammad Arfan, Asnawi Mangkualam dan Ridwan Tawainella akan disiapkan jadi pemain utama PSM agar bisa memenuhi regulasi U-23.
"Tidak ada pilihan lain. PSM harus bermain berdasarkan regulasi (U-23). Saya pikir banyak klub menempatkan pemain mudanya di sektor gelandang atau sayap," kata Robert usai latihan.
Penerapan regulasi U-23 memang jadi dilema bagi Robert. Pasalnya, kombinasi Rasyid, Pellu, dan Pluim sudah sangat menjanjikan. Tentunya, bisal memberikan dampak negatif bagi PSM jika ketiganya tiba-tiba tidak lagi masuk tim inti.
"Fungsi gelandang sangat vital bagi tim di setiap laga. Jika koordinasi di lini tengah lemah, maka permainan tidak bisa berkembang dengan baik," pungkas Robert.
Setidaknya, Robert bisa sedikit berharap pada Ridwan karena punya cukup jam terbang. Kapasitasnya telah teruji karena pernah berapa kali tampil di ISC 2016.
(mir)