Panpel PSM Harus Siapkan Tribun Media yang Representatif
Sabtu, 08 April 2017 - 05:00 WIB
Panpel PSM Harus Siapkan Tribun Media yang Representatif
A
A
A
MAKASSAR - Panitia pelaksana pertandingan PSM Makassar harus menyiapkan tribun media yang representatif. Gunanya untuk mendukung kinerja wartawan saat peliputan laga Liga 1 di stadion Andi Mattalatta Mattoanging.
Ini perlu karena fasilitas itu menjadi salah satu syarat verifikasi yang akan dilakukan operator kompetisi. Artinya, aspek media juga harus terpenuhi demi meningkatkan publikasi liga tertinggi di Indonesia itu.
Penyediaan tribun media wajib hukumannya. Sebab, berdasarkan regulasi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), area media yang memadai harus disiapkan penyelenggara pertandingan kompetisi kasta tertinggi di setiap negara.
Itu dibenarkan Direktur Internasional dan Media PSSI, Hanif Thamrin. "Fasilitas media itu wajib ada. Karena ruang preskon, media center dan tribun media adalah syarat kelayakan infrastruktur di lisensi klub AFC," jelasnya.
Di stadion Andi Mattalatta Mattoanging sebenarnya sudah ada kursi khusus media, sejak Ligina 1 edisi 1993. Namun, di Liga 1 2017, area khusus wartawan yang letaknya di bagian tengah tribun tertutup itu dijual panpel pertandingan PSM sebagai tiket terusan.
Wartawan tulis malah diberikan tempat tidak representatif dimana pandangan ke lapangan terhalang. Ini memicu protes jurnalis olahraga Makassar dengan tidak menghadiri jumpa media usai uji coba PSM Makasar kontra Persipura Jayapura, Rabu (5/4/2017).
Hanif mengatakan akan membahas persoalan ini saat workshop bersama seluruh panpel dan media officer PSM sebelum Liga 1 bergulir. "Kami semua mengacu aturan lisensi klub AFC. Ini akan kami sampaikan ke Direktur Regulasi LIB (Liga Indonesia Baru)," kata Hanif.
Pelatih PSM Robert Alberts mengatakan jurnalis harus mendapat tempat yang spesial guna menunjang kinerjanya. "Termasuk meja, buku dan sebagainya untuk melakukan kerja jurnalis dengan nyaman," katanya.
Ini perlu karena fasilitas itu menjadi salah satu syarat verifikasi yang akan dilakukan operator kompetisi. Artinya, aspek media juga harus terpenuhi demi meningkatkan publikasi liga tertinggi di Indonesia itu.
Penyediaan tribun media wajib hukumannya. Sebab, berdasarkan regulasi Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), area media yang memadai harus disiapkan penyelenggara pertandingan kompetisi kasta tertinggi di setiap negara.
Itu dibenarkan Direktur Internasional dan Media PSSI, Hanif Thamrin. "Fasilitas media itu wajib ada. Karena ruang preskon, media center dan tribun media adalah syarat kelayakan infrastruktur di lisensi klub AFC," jelasnya.
Di stadion Andi Mattalatta Mattoanging sebenarnya sudah ada kursi khusus media, sejak Ligina 1 edisi 1993. Namun, di Liga 1 2017, area khusus wartawan yang letaknya di bagian tengah tribun tertutup itu dijual panpel pertandingan PSM sebagai tiket terusan.
Wartawan tulis malah diberikan tempat tidak representatif dimana pandangan ke lapangan terhalang. Ini memicu protes jurnalis olahraga Makassar dengan tidak menghadiri jumpa media usai uji coba PSM Makasar kontra Persipura Jayapura, Rabu (5/4/2017).
Hanif mengatakan akan membahas persoalan ini saat workshop bersama seluruh panpel dan media officer PSM sebelum Liga 1 bergulir. "Kami semua mengacu aturan lisensi klub AFC. Ini akan kami sampaikan ke Direktur Regulasi LIB (Liga Indonesia Baru)," kata Hanif.
Pelatih PSM Robert Alberts mengatakan jurnalis harus mendapat tempat yang spesial guna menunjang kinerjanya. "Termasuk meja, buku dan sebagainya untuk melakukan kerja jurnalis dengan nyaman," katanya.
(mir)