Honda Tidak Panik, Karena Motor Kami Lebih Baik dari Tahun Lalu
Selasa, 11 April 2017 - 19:17 WIB
Honda Tidak Panik, Karena Motor Kami Lebih Baik dari Tahun Lalu
A
A
A
BUENOS AIRES - MotoGP 2017 tidak dimulai dengan bagus oleh Honda Racing Corporation (HRC), khususnya tim pabrikan mereka, Repsol Honda. Karena setelah dua lomba digelar, yaitu MotoGP Qatar dan MotoGP Argentina. Dua pembalap mereka, Marc Marquez serta Dani Pedrosa kini berada di peringkat 8 dan 10 klasemen sementara.
_saat_terjatuh_di_lomba_motogp_argentina_2017._(foto-goldandgoose)_2.jpg)
Ya, saat ini Marquez sebagai juara bertahan baru meraih 13 poin, hasil dari finis keempat di MotoGP Qatar 2017. Sedangkan Pedrosa mengoleksi 11 poin, hasil dari finis kelima pada lomba yang sama.
_usai_terjatuh_di_lomba_motogp_argentina_2017._(foto-goldandgoose).jpg)
Namun berkat kegagalan mereka finis pada lomba MotoGP Argentina 2017, akibat terjatuh pada tikungan yang identik. Marquez dan Pedrosa masing-masing sekarang sudah tertinggal 37 dan 39 poin dari pimpinan klasemen sementara, Maverick Vinales (Yamaha).
Perlu diketahui, Marquez sebelumnya belum pernah terjatuh pada salah satu dari dua seri awal musim di kelas bergengsi (sejak 2013). Bahkan dia selalu mencapai podium dari setidaknya satu dari dua balapan awal musim di MotoGP. Kalau diingat lagi, pada 2014 ia memenangkan 10 lomba awal secara beruntun. Pada 2013 dan 2016, ia finis ketiga dan juara seri. Sedangkan pada 2015, ia merebut satu juara seri dari lima ronde awal.
Nah buat menemukan awal musim serupa, kita harus melihat lagi ke debutnya di Moto2. Di mana saat itu Marquez gagal mencetak poin pada tiga lomba awal. Meski begitu, di akhir musim 2011 ia masih bisa finis runner-up di bawah Stefan Bradl.
Namun HRC meninggalkan MotoGP Argentina 2017 dengan membangkitkan luka lama, di mana dua pembalap tim pabrikan mereka gagal menyelesaikan lomba. Sebuah catatan butut yang untuk terakhir kalinya mereka torehkan di MotoGP Australia 2014.
Meski begitu, prinsipal tim Repsol Honda, Livio Suppo, tampak tenang pasca MotoGP Argentina 2017. Malah ia tampak termotivasi jelang seri ketiga musim ini, MotoGP Amerika Serikat 2017 di Sirkuit Austin, Texas, 21-23 April nanti. Berikut petikan wawancaranya dengan GPOne.
Honda meninggalkan Argentina dalam posisi yang tidak sesuai harapan, mengingat bagaimana jalannya balapan?
“Kami melihatnya secara positif, karena tak satu pun dari mereka (Marquez dan Pedrosa) melukai diri mereka sendiri (usai terjatuh). Mereka sedang melaju kuat, juga Cal Crutchlow yang mencetak podium. Dan juga motor kami, walau belum 100 persen selesai dan masih membutuhkan pengembangan, tampak lebih kompetitif ketimbang tahun lalu.”
Melihat data telemetri, apakah Anda melihat sesuatu yang kami tidak lihat di televisi. Seperti laju Marquez yang terlalu cepat saat jatuh di tikungan?
“Jika kita melihat daftar catatan waktunya, Marc memang sedang melaju kencang, tapi tidak sekencang yang banyak dibilang orang. Karena dia sedang menjalani race pace-nya. Juga Dani yang sedang berada di belakang Petrucci, dia (Pedrosa) tidak melajukan motornya berlebihan (saat masuk tikungan dan terjatuh). Sayangnya, Rio Hondo adalah trek yang sangat licin dengan benjolan/bumpy (di lintasan) yang menyebabkan terjadinya kesalahan.”
Bagaimana moril tim dan pembalap Honda saat ini?
“Sekarang, kami perlu tetap tenang dan tidak panik, karena motor kami memiliki ruang untuk dikembangkan. Juga pada sesi pemanasan, kedua pembalap merasa senang (dengan motor dan setelannya). Ada sebuah celah untuk melakukannya lebih baik lagi.”
Bagaimana dengan posisi di klasemen, apakah itu tampak seperti yang terlihat?
“Tidak diragukan lagi, tapi kejuaraan baru saja dimulai. Saya ingat pada 2011, ketika Casey (Stoner) jatuh pada sebuah insiden dengan Valentino (Rossi) di Jerez pada awal musim. Itu merupakan lomba kedua musim itu, tapi kemudian kami memenangkan gelar terlepas dari insiden itu. Kami hanya perlu menjalani (dan meraih poin) dari race ke race dan mengeluarkan kemampuan terbaik kami.”
_saat_terjatuh_di_lomba_motogp_argentina_2017._(foto-goldandgoose)_2.jpg)
Ya, saat ini Marquez sebagai juara bertahan baru meraih 13 poin, hasil dari finis keempat di MotoGP Qatar 2017. Sedangkan Pedrosa mengoleksi 11 poin, hasil dari finis kelima pada lomba yang sama.
_usai_terjatuh_di_lomba_motogp_argentina_2017._(foto-goldandgoose).jpg)
Namun berkat kegagalan mereka finis pada lomba MotoGP Argentina 2017, akibat terjatuh pada tikungan yang identik. Marquez dan Pedrosa masing-masing sekarang sudah tertinggal 37 dan 39 poin dari pimpinan klasemen sementara, Maverick Vinales (Yamaha).
Perlu diketahui, Marquez sebelumnya belum pernah terjatuh pada salah satu dari dua seri awal musim di kelas bergengsi (sejak 2013). Bahkan dia selalu mencapai podium dari setidaknya satu dari dua balapan awal musim di MotoGP. Kalau diingat lagi, pada 2014 ia memenangkan 10 lomba awal secara beruntun. Pada 2013 dan 2016, ia finis ketiga dan juara seri. Sedangkan pada 2015, ia merebut satu juara seri dari lima ronde awal.
Nah buat menemukan awal musim serupa, kita harus melihat lagi ke debutnya di Moto2. Di mana saat itu Marquez gagal mencetak poin pada tiga lomba awal. Meski begitu, di akhir musim 2011 ia masih bisa finis runner-up di bawah Stefan Bradl.
Namun HRC meninggalkan MotoGP Argentina 2017 dengan membangkitkan luka lama, di mana dua pembalap tim pabrikan mereka gagal menyelesaikan lomba. Sebuah catatan butut yang untuk terakhir kalinya mereka torehkan di MotoGP Australia 2014.
Meski begitu, prinsipal tim Repsol Honda, Livio Suppo, tampak tenang pasca MotoGP Argentina 2017. Malah ia tampak termotivasi jelang seri ketiga musim ini, MotoGP Amerika Serikat 2017 di Sirkuit Austin, Texas, 21-23 April nanti. Berikut petikan wawancaranya dengan GPOne.
Honda meninggalkan Argentina dalam posisi yang tidak sesuai harapan, mengingat bagaimana jalannya balapan?
“Kami melihatnya secara positif, karena tak satu pun dari mereka (Marquez dan Pedrosa) melukai diri mereka sendiri (usai terjatuh). Mereka sedang melaju kuat, juga Cal Crutchlow yang mencetak podium. Dan juga motor kami, walau belum 100 persen selesai dan masih membutuhkan pengembangan, tampak lebih kompetitif ketimbang tahun lalu.”
Melihat data telemetri, apakah Anda melihat sesuatu yang kami tidak lihat di televisi. Seperti laju Marquez yang terlalu cepat saat jatuh di tikungan?
“Jika kita melihat daftar catatan waktunya, Marc memang sedang melaju kencang, tapi tidak sekencang yang banyak dibilang orang. Karena dia sedang menjalani race pace-nya. Juga Dani yang sedang berada di belakang Petrucci, dia (Pedrosa) tidak melajukan motornya berlebihan (saat masuk tikungan dan terjatuh). Sayangnya, Rio Hondo adalah trek yang sangat licin dengan benjolan/bumpy (di lintasan) yang menyebabkan terjadinya kesalahan.”
Bagaimana moril tim dan pembalap Honda saat ini?
“Sekarang, kami perlu tetap tenang dan tidak panik, karena motor kami memiliki ruang untuk dikembangkan. Juga pada sesi pemanasan, kedua pembalap merasa senang (dengan motor dan setelannya). Ada sebuah celah untuk melakukannya lebih baik lagi.”
Bagaimana dengan posisi di klasemen, apakah itu tampak seperti yang terlihat?
“Tidak diragukan lagi, tapi kejuaraan baru saja dimulai. Saya ingat pada 2011, ketika Casey (Stoner) jatuh pada sebuah insiden dengan Valentino (Rossi) di Jerez pada awal musim. Itu merupakan lomba kedua musim itu, tapi kemudian kami memenangkan gelar terlepas dari insiden itu. Kami hanya perlu menjalani (dan meraih poin) dari race ke race dan mengeluarkan kemampuan terbaik kami.”
(sbn)