Marquez Buka Drama Ban Tambahan di MotoGP Argentina 2017
Sabtu, 15 April 2017 - 02:45 WIB
Marquez Buka Drama Ban Tambahan di MotoGP Argentina 2017
A
A
A
BARCELONA - Drama ban depan tambahan atau ban keempat (berkode #70) yang dibawa Michelin ke MotoGP Argentina 2017 memicu polemik. Dalam artikel sebelumnya yang ditulis oleh Sport Rider, bahkan selama akhir pekan di Sirkuit Termas de Rio Hondo telah terjadi dua kubu, khususnya di kalangan pembalap kelas bergengsi.
Dua kubu itu ada yang setuju dan tidak setuju. Tidak sampai disitu, sejumlah media dunia juga menggiring kontroversi tersebut ke arah Michelin mendukung Valentino Rossi (Yamaha) buat merealisasikan cita-citanya meraih gelar juara dunia GP ke-10 pada musim ini.
Itu karena ban depan tambahan yang permukaannya lebih kaku (dan kuat) ini, merupakan jawaban dari keluhan The Doctor atas ban depan baru yang komponnya lebih lembut (lunak) selama tes pramusim. Yang kemudian keluhan itu pada MotoGP Qatar 2017, diikuti oleh Andrea Iannone (Suzuki) hingga sejumlah pembalap lain yang tidak disebutkan oleh Michelin.
Marc Marquez (Honda) yang sebelumnya disebut sebagai salah satu pembalap yang ‘no intervensi’ dalam rapat komisi keselamatan usai latihan bebas MotoGP Argentina, Jumat (14/4) sore hingga malam waktu setempat, yang hasilnya memveto penggunaan #70, akhirnya buka suara soal kontroversi ban depan tambahan Michelin tersebut.
“Masalahnya adalah bahwa aturan biasanya mengatakan para pembalap hanya akan memiliki tiga ban depan dan tiga ban belakang (selama akhir pekan lomba). Kami tidak bisa memiliki lebih atau kurang dari jumlah itu,” tutur Marquez seperti dilaporkan Motorsport.
“Untuk beberapa alasan Michelin membawa ban ekstra untuk bagian depan. Dan kemudian para pembalap berbicara sedikit di pertemuan komisi keselamatan. Mengapa kami harus memiliki ban ini? Bahkan direktur lomba sama sekali tidak mengetahuinya,” imbuh pembalap 24 tahun itu.

Lebih lanjut Marquez menjelaskan: “Tidak ada kebutuhan demi keselamatan (seperti MotoGP Argentina 2016) untuk menggunakan ban baru ini dengan karakter (permukaan) yang berbeda. Atas alasan tadi, adalah lebih baik untuk mencobanya dalam sebuah tes (resmi/privat) setelah lomba Jerez atau jadwal yang telah direncanakan.”
Meski begitu, Marquez mengaku ia tetap tertarik untuk mencoba ban baru tersebut. Karena ia yakin ban itu bisa cocok dengan gaya balapnya dan memungkinkan dia untuk menjadi lebih kuat saat melakukan pengereman.
“Melihat pada data, apa yang mereka (Michelin) katakan kepada kami. Ban baru yang harus dibatalkan (penggunaannya) ini bisa lebih baik untuk gaya balap saya. Karena permukaannya yang lebih kuat, itu bisa lebih baik pada titik pengereman. Saya ingin mencobanya, walau pada intinya adalah waktu untuk mengganti ban, dan pada akhirnya kami harus mengikuti aturan.
Dua kubu itu ada yang setuju dan tidak setuju. Tidak sampai disitu, sejumlah media dunia juga menggiring kontroversi tersebut ke arah Michelin mendukung Valentino Rossi (Yamaha) buat merealisasikan cita-citanya meraih gelar juara dunia GP ke-10 pada musim ini.
Itu karena ban depan tambahan yang permukaannya lebih kaku (dan kuat) ini, merupakan jawaban dari keluhan The Doctor atas ban depan baru yang komponnya lebih lembut (lunak) selama tes pramusim. Yang kemudian keluhan itu pada MotoGP Qatar 2017, diikuti oleh Andrea Iannone (Suzuki) hingga sejumlah pembalap lain yang tidak disebutkan oleh Michelin.
Marc Marquez (Honda) yang sebelumnya disebut sebagai salah satu pembalap yang ‘no intervensi’ dalam rapat komisi keselamatan usai latihan bebas MotoGP Argentina, Jumat (14/4) sore hingga malam waktu setempat, yang hasilnya memveto penggunaan #70, akhirnya buka suara soal kontroversi ban depan tambahan Michelin tersebut.
“Masalahnya adalah bahwa aturan biasanya mengatakan para pembalap hanya akan memiliki tiga ban depan dan tiga ban belakang (selama akhir pekan lomba). Kami tidak bisa memiliki lebih atau kurang dari jumlah itu,” tutur Marquez seperti dilaporkan Motorsport.
“Untuk beberapa alasan Michelin membawa ban ekstra untuk bagian depan. Dan kemudian para pembalap berbicara sedikit di pertemuan komisi keselamatan. Mengapa kami harus memiliki ban ini? Bahkan direktur lomba sama sekali tidak mengetahuinya,” imbuh pembalap 24 tahun itu.

Lebih lanjut Marquez menjelaskan: “Tidak ada kebutuhan demi keselamatan (seperti MotoGP Argentina 2016) untuk menggunakan ban baru ini dengan karakter (permukaan) yang berbeda. Atas alasan tadi, adalah lebih baik untuk mencobanya dalam sebuah tes (resmi/privat) setelah lomba Jerez atau jadwal yang telah direncanakan.”
Meski begitu, Marquez mengaku ia tetap tertarik untuk mencoba ban baru tersebut. Karena ia yakin ban itu bisa cocok dengan gaya balapnya dan memungkinkan dia untuk menjadi lebih kuat saat melakukan pengereman.
“Melihat pada data, apa yang mereka (Michelin) katakan kepada kami. Ban baru yang harus dibatalkan (penggunaannya) ini bisa lebih baik untuk gaya balap saya. Karena permukaannya yang lebih kuat, itu bisa lebih baik pada titik pengereman. Saya ingin mencobanya, walau pada intinya adalah waktu untuk mengganti ban, dan pada akhirnya kami harus mengikuti aturan.
(sbn)