Kontroversi Ban Tambahan di MotoGP Argentina 2017, Ini Kata Rossi

Sabtu, 15 April 2017 - 06:31 WIB
Kontroversi Ban Tambahan...
Kontroversi Ban Tambahan di MotoGP Argentina 2017, Ini Kata Rossi
A A A
TAVULLIA - Apakah Valentino Rossi merasakan atau tahu kalau ban depan tambahan (berkode #70) yang dibawa Michelin ke akhir pekan MotoGP Argentina 2017 bakal mengantarnya ke arah kontroversi dan memicu aroma konspirasi?

Bisa jadi iya, karena pembalap Yamaha Factory Racing tersebut, malah tidak hadir dalam rapat pembahasan penggunaan ban itu, yakni dalam pertemuan komisi keselamatan, di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Jumat (14/4) sore hingga malam waktu setempat.

Seperti diketahui, Rossi jadi pembalap yang paling vokal mengeluh soal ban depan baru Michelin di MotoGP 2017. Sejak pramusim hingga seri pembuka musim ini, MotoGP Qatar, The Doctor selalu bilang kalau ban depan baru memiliki permukaan atau kompon yang lebih lembut (lunak).

Tapi di akhir pekan MotoGP Qatar 2017, Rossi tidak sendirian. Kompatriotnya, Andrea Iannone (Suzuki) juga ikutan bersuara mengeluhkan ban depan baru itu. Michelin menambahkan bahwa ada 7-8 pembalap yang kemudian setuju dengan pendapat Rossi.

Meski begitu, Rossi yang di Argentina tidak ingin masuk dalam kontroversi bahwa dirinya dilayani secara khusus untuk Michelin, tentunya buat memuluskan jalannya meraih gelar juara dunia ke-10. Berusaha mempertahankan posisinya dengan cara tidak pergi ke pertemuan komisi keselamatan di Sirkuit Termas de Rio Hondo, Jumat (14/4) sore hingga malam waktu setempat.

Dengan cara itu, Rossi seakan mendorong komisi keselamatan untuk menggunakan ban depan tambahan tersebut sesegera mungkin, karena menganggap itu merupakan hal terbaik untuk kebaikan bersama.

“Berkenaan dengan ban depan (tambahan), saya pikir itu akan menarik mencoba permukaan yang lebih kaku baik untuk saya maupun buat pembalap lainnya,” beber Rossi seakan mencoba untuk membenarkan posisinya seperti dilaporkan Motorsport.

“Di Argentina (pada hari lomba/Minggu), ada banyak pembalap jatuh disebabkan oleh ban depan (yang lebih lunak). Bagaimanapun, saya akan membalap dengan ban berkompon apa saja yang mereka berikan,” imbuhnya.

Lantas apa perbedaan Michelin dengan Bridgestone? Kata Rossi, kembalinya Michelin ke lintasan kelas bergengsi sudah langsung memberi dampak dalam lomba, khususnya di awal balapan dengan pertimbangan kompon ban depan.

“Semuanya berbeda dengan Michelin dan juga saat start. Sebelumnya dengan Bridgestone, jika Anda berada di baris ketiga, segalanya akan menjadi sangat rumit. Sekarang, di sisi lain, pada lap pertama semua pembalap sedikit lebih berhati-hati,” kata Rossi menutup pembicaraan.
(sbn)
Berita Terkait
Andrea Ianonne Blak-blakan...
Andrea Ianonne Blak-blakan Marc Marquez Lebih Cepat dari Valentino Rossi
Bukan Dovi, tapi Rossi...
Bukan Dovi, tapi Rossi Prioritas Utama Tim Yamaha SRT
Bos Michelin Tanggapi...
Bos Michelin Tanggapi Keluhan Dovizioso dan Rossi
Dovizioso Favorit, tapi...
Dovizioso Favorit, tapi Carlos Checa Ingin Lihat Valentino Rossi Juara MotoGP 2020
Valentino Rossi : Yamaha...
Valentino Rossi : Yamaha Pantas Gaet Andrea Dovizioso
Dovizioso Bocorkan Rencana...
Dovizioso Bocorkan Rencana Misterius di Balapan Terakhir Valentino Rossi
Berita Terkini
FIFA Izinkan Pemain...
FIFA Izinkan Pemain Amerika Serikat yang Dikartu Merah Tampil Lawan Belgia?
2 jam yang lalu
Paraguay Bak Main Tarkam...
Paraguay Bak Main Tarkam di Piala Dunia 2026, Orlando Gill: Bola Boleh Lewat, Kaki Jangan!
3 jam yang lalu
Teror Petasan Sasar...
Teror Petasan Sasar Hotel Pemain Timnas Inggris Jelang Lawan Meksiko
4 jam yang lalu
Messi Puji Penampilan...
Messi Puji Penampilan Kiper Fenomenal Cape Verde di Piala Dunia 2026, Vozinha: Kata-katanya Sangat Berarti
5 jam yang lalu
Aroma Janggal Laga Prancis...
Aroma Janggal Laga Prancis vs Paraguay: 30 Pelanggaran Tanpa Kartu Kuning
11 jam yang lalu
Lionel Messi Gunakan...
Lionel Messi Gunakan Trik Curang Saat Loloskan Argentina ke 16 Besar Piala Dunia 2026?
16 jam yang lalu
Infografis
Iran-Israel Perang,...
Iran-Israel Perang, Ini Peta Pangkalan Militer AS di Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved