Bermodal YZR-M1 2017 2.0, Mampukah Rossi Asapi Marquez-Honda di Jerman?
Kamis, 29 Juni 2017 - 19:00 WIB
Bermodal YZR-M1 2017 2.0, Mampukah Rossi Asapi Marquez-Honda di Jerman?
A
A
A
SACHSENRING - Valentino Rossi menjadi pembalap kelima berbeda yang meraih kemenangan dalam delapan seri MotoGP musim ini, pertama kalinya sejak 2006. Catatan itu ditorehkan The Doctor pada akhir pekan MotoGP Assen 2017 di Belanda, Minggu (25/6) lalu.
Ya, setelah memenangi MotoGP Assen 2017, Rossi punya kesempatan menang back-to-back untuk pertama kalinya sejak 2009 dan mencatat sebuah rekor lain. Kans tersebut bisa digapai oleh pembalap 38 tahun itu pada seri ke-9 musim ini, MotoGP Jerman 2017 di sirkuit Sachsenring, Minggu (2/7) malam WIB.
Jika Rossi meraih podium pertama di Sachsenring, ia akan menjadi pembalap tertua kedua sepanjang masa yang menang back-to-back (dua kali beruntun) di Grand Prix kelas bergengsi, setelah Les Graham juara di Monza dan Montjuich Park 1952, pada usia 41 tahun 21 hari.
.jpg)
Tapi, apakah Rossi di atas YZR-M1 2017 versi 2.0 yang moncer di Assen bisa menaklukkan Sachsenring yang memiliki banyak tikungan lambat dengan kontur lintasan turun naik?
Plus mampukah Rossi menumbangkan dominasi Honda pada lomba kelas bergengsi di Sachsenring via Marc Marquez (4 kali juara pada 4 gelaran terakhir) serta Dani Pedrosa (4 kali juara dan 2 podium dalam 10 musim belakangan)?
Rossi sendiri punya rapor 4 kemenangan plus 5 podium pada lomba kelas bergengsi di Sachsenring. Namun kemenangan terakhirnya di sana terjadi pada 2009 (bersama Yamaha). Setelah meraih finis podium ketiga pada edisi 2015, pada musim lalu The Doctor kesulitan dan menyelesaikan lomba pada urutan ke-8.
Bagaimana dengan lomba MotoGP Sachsenring 2017 akhir pekan ini? Usai marah-marah pasca MotoGP Catalunya, Rossi melontarkan pujian akan performa YZR-M1 yang membuatnya menang di Assen, di mana ia merasa feeling yang lebih baik saat mengendarai motor Yamaha tersebut.
“Saya merasa lebih baik dengan motor. Saya memulihkan banyak feeling dan ini yang paling penting, karena saya bisa berkendara seperti yang diinginkan pada kemenangan seperti ini,” beber Rossi seperti ditulis Autosport.
“Saya merasa mengendarai motor dengan cara yang lebih baik. Tapi, kami akan menghadapi Sachsenring. Trek yang hebat, tapi sangat berbeda jika dibandingkan Assen. Pada masa lalu, banyak balapan hebat di sana. Kita lihat saja nanti. Kami berharap juga kompetitif di sana,” imbuh juara dunia kelas bergengsi tujuh kali itu.
Nah, bicara kans, tentu saja ada. Apalagi sepanjang akhir pekan ini, sirkuit Sachsenring diprediksi bakal terus diselimuti hujan. Faktor penentu lainnya ialah kecepatan adaptasi pembalap dengan durasi pemakaian ban asimetris Michelin di atas aspal baru Sachsenring.
Tapi tampaknya Honda telah mempersiapkan amunisi baru sejak lomba Assen, salah satunya menjajal fairing baru RC213V. Ah sepertinya lomba akhir pekan ini bakal tak kalah seru dan dijamin sengit.
Ya, setelah memenangi MotoGP Assen 2017, Rossi punya kesempatan menang back-to-back untuk pertama kalinya sejak 2009 dan mencatat sebuah rekor lain. Kans tersebut bisa digapai oleh pembalap 38 tahun itu pada seri ke-9 musim ini, MotoGP Jerman 2017 di sirkuit Sachsenring, Minggu (2/7) malam WIB.
Jika Rossi meraih podium pertama di Sachsenring, ia akan menjadi pembalap tertua kedua sepanjang masa yang menang back-to-back (dua kali beruntun) di Grand Prix kelas bergengsi, setelah Les Graham juara di Monza dan Montjuich Park 1952, pada usia 41 tahun 21 hari.
.jpg)
Tapi, apakah Rossi di atas YZR-M1 2017 versi 2.0 yang moncer di Assen bisa menaklukkan Sachsenring yang memiliki banyak tikungan lambat dengan kontur lintasan turun naik?
Plus mampukah Rossi menumbangkan dominasi Honda pada lomba kelas bergengsi di Sachsenring via Marc Marquez (4 kali juara pada 4 gelaran terakhir) serta Dani Pedrosa (4 kali juara dan 2 podium dalam 10 musim belakangan)?
Rossi sendiri punya rapor 4 kemenangan plus 5 podium pada lomba kelas bergengsi di Sachsenring. Namun kemenangan terakhirnya di sana terjadi pada 2009 (bersama Yamaha). Setelah meraih finis podium ketiga pada edisi 2015, pada musim lalu The Doctor kesulitan dan menyelesaikan lomba pada urutan ke-8.
Bagaimana dengan lomba MotoGP Sachsenring 2017 akhir pekan ini? Usai marah-marah pasca MotoGP Catalunya, Rossi melontarkan pujian akan performa YZR-M1 yang membuatnya menang di Assen, di mana ia merasa feeling yang lebih baik saat mengendarai motor Yamaha tersebut.
“Saya merasa lebih baik dengan motor. Saya memulihkan banyak feeling dan ini yang paling penting, karena saya bisa berkendara seperti yang diinginkan pada kemenangan seperti ini,” beber Rossi seperti ditulis Autosport.
“Saya merasa mengendarai motor dengan cara yang lebih baik. Tapi, kami akan menghadapi Sachsenring. Trek yang hebat, tapi sangat berbeda jika dibandingkan Assen. Pada masa lalu, banyak balapan hebat di sana. Kita lihat saja nanti. Kami berharap juga kompetitif di sana,” imbuh juara dunia kelas bergengsi tujuh kali itu.
Nah, bicara kans, tentu saja ada. Apalagi sepanjang akhir pekan ini, sirkuit Sachsenring diprediksi bakal terus diselimuti hujan. Faktor penentu lainnya ialah kecepatan adaptasi pembalap dengan durasi pemakaian ban asimetris Michelin di atas aspal baru Sachsenring.
Tapi tampaknya Honda telah mempersiapkan amunisi baru sejak lomba Assen, salah satunya menjajal fairing baru RC213V. Ah sepertinya lomba akhir pekan ini bakal tak kalah seru dan dijamin sengit.
(sbn)