Jadi Juara Wimbledon Tak Lagi Prioritas Djokovic
Senin, 03 Juli 2017 - 14:44 WIB
Jadi Juara Wimbledon Tak Lagi Prioritas Djokovic
A
A
A
LONDON - Jika para petenis dunia berburu gelar di Wimbledon, berbeda dengan Novak Djokovic. Petenis nomor empat dunia itu terang-terangan mengaku jika menjadi juara grand slam di All England Club tak lagi jadi prioritas.
Sepanjang kariernya, Djokovic sudah mencicipi tiga kali menjadi juara Wimbledon. Semua itu terjadi di edisi 2011, 2014, dan 2015.
Pernyataan Djokovic ini bisa dimengerti. Pasalnya, persaingan untuk menjadi kampiun di seri ketiga grand slam ini memang terbilang sengit. Ia sendiri yang pernah bercokol di posisi pertama dunia harus merelakan singgasananya di kudeta Andy Murray.
"Saya dulu mendasarkan kebahagian saat memenangkan pertandingan. Saya pikir semua atlet melakukannya. Tapi, saya sekarang tidak akan melakukannya lagi," ucap petenis asal Serbia itu dilansir Dailymail, Senin (3/7/2017).
"Tentu saja saya ingin memenangkan pertandingan yang saya mainkan. Tapi saya menganggapnya itu bukan momen penting dalam hidup dan menentukan kebahagian saya," sambungnya.
Menyusul hasil buruk di Prancis Terbuka termasuk kekalahan dari Dominic Thiem, penampilan Djokovic memang belum menunjukkan penampilan terbaiknya. Beruntung di turnamen Eastbourne ia kembali bisa menemukan permainan terbaiknya dengan menjadi juara setelah mengalahkan Gael Monfils 6-3,6-4.
Sukses ini dirasakan Djokovic sebagai modal berharga untuk mengarungi Wimbledon. Di babak pertama, Djokovic akan ditantang Martin Klizan.
Walau lawan yang dihadapinya tergolong bukan unggulan, Djokovic berusaha bersikap bijak. Ia tak mau meremehkan lawan yang ada di peringkat 47 dunia.
Merunut catatan pertemuan selama ini, Djokovic memang belum terkalahkan. Terakhir kali mereka bertemu di Acapulco dan Djokovic menggenapi kemenangnya menjadi 3-0.
Sepanjang kariernya, Djokovic sudah mencicipi tiga kali menjadi juara Wimbledon. Semua itu terjadi di edisi 2011, 2014, dan 2015.
Pernyataan Djokovic ini bisa dimengerti. Pasalnya, persaingan untuk menjadi kampiun di seri ketiga grand slam ini memang terbilang sengit. Ia sendiri yang pernah bercokol di posisi pertama dunia harus merelakan singgasananya di kudeta Andy Murray.
"Saya dulu mendasarkan kebahagian saat memenangkan pertandingan. Saya pikir semua atlet melakukannya. Tapi, saya sekarang tidak akan melakukannya lagi," ucap petenis asal Serbia itu dilansir Dailymail, Senin (3/7/2017).
"Tentu saja saya ingin memenangkan pertandingan yang saya mainkan. Tapi saya menganggapnya itu bukan momen penting dalam hidup dan menentukan kebahagian saya," sambungnya.
Menyusul hasil buruk di Prancis Terbuka termasuk kekalahan dari Dominic Thiem, penampilan Djokovic memang belum menunjukkan penampilan terbaiknya. Beruntung di turnamen Eastbourne ia kembali bisa menemukan permainan terbaiknya dengan menjadi juara setelah mengalahkan Gael Monfils 6-3,6-4.
Sukses ini dirasakan Djokovic sebagai modal berharga untuk mengarungi Wimbledon. Di babak pertama, Djokovic akan ditantang Martin Klizan.
Walau lawan yang dihadapinya tergolong bukan unggulan, Djokovic berusaha bersikap bijak. Ia tak mau meremehkan lawan yang ada di peringkat 47 dunia.
Merunut catatan pertemuan selama ini, Djokovic memang belum terkalahkan. Terakhir kali mereka bertemu di Acapulco dan Djokovic menggenapi kemenangnya menjadi 3-0.
(bbk)