Jelang Jamu Persija, Bobotoh Diminta Jaga Reputasi Persib
Kamis, 20 Juli 2017 - 11:45 WIB
Jelang Jamu Persija, Bobotoh Diminta Jaga Reputasi Persib
A
A
A
BANDUNG - Persib Bandung tetap yakin Bobotoh akan terus jadi supporter yang sadar aturan dan hukum. Fans fanatik Maung Bandung itu pastinya akan tertib saat memberi dukungan secara langsung, terutama kala didatangi Persija Jakarta.
Pernyataan itu diutarakan General Coordinator LOC, Budhi Bram Rahman. Dia meyakini Bobotoh tidak akan bersikap anarkis saat menyaksikan Atep Rizal dkk bertanding baik ketika kandang maupun tandang.
Menurut Bram, bertindak rusuh di stadion bukan karakter Bobotoh. Terlebih dampaknya bisa sangat parah. Selain melahirkan denda cukup banyak, juga dapat merusak reputasi Pangeran Biru sebagai klub besar di Indonesia.
Bram membeberkan beberapa kejadian buruk yang berujung sanksi bagi Persib dipengaruhi faktor eksternal. Biasanya karena emosi fans terpancing, seperti saat menjamu PSM Makassar atau tandang ke Madura United.
"Saat laga kandang, kami akui dari Panpel masih ada kekurangan. Tapi, tentunya terus memperbaiki dan diharapkan itu tidak menghambat dukungan positif Bobotoh. Saya percaya Bobotoh akan tertib dan kreatif mendukung Persib itu karakter mereka," ucap Bram.
Persib sudah mengeluarkan minimal Rp 110 juta untuk membayar denda. Tentunya ini jadi pelajaran penting bagi panpel dan Bobotoh. Karena itu, diharapkan para pendukung tetap disiplin saat Persib menjamu Persija Jakarta, Sabtu (22/7/2017).
Harapan ini diutarakan Bram karena sekarang Bobotoh sedang gusar. Pemicunya adalah hasil mengecewakan yang diraih Persib. Ya, jawara Liga Super Indonesia 2014 itu hanya mencatat dua kemenangan dari 10 partai Liga 1 terbaru. Sisanya tiga imbang dan lima kalah.
“Kami akan sama-sama untuk tetap menjaga nama baik Bobotoh sebagai suporter terbaik. Saya berharap Bobotoh juga tidak terpancing isu tidak jelas dari orang tak bertanggung jawab," tutup Bram.
Pernyataan itu diutarakan General Coordinator LOC, Budhi Bram Rahman. Dia meyakini Bobotoh tidak akan bersikap anarkis saat menyaksikan Atep Rizal dkk bertanding baik ketika kandang maupun tandang.
Menurut Bram, bertindak rusuh di stadion bukan karakter Bobotoh. Terlebih dampaknya bisa sangat parah. Selain melahirkan denda cukup banyak, juga dapat merusak reputasi Pangeran Biru sebagai klub besar di Indonesia.
Bram membeberkan beberapa kejadian buruk yang berujung sanksi bagi Persib dipengaruhi faktor eksternal. Biasanya karena emosi fans terpancing, seperti saat menjamu PSM Makassar atau tandang ke Madura United.
"Saat laga kandang, kami akui dari Panpel masih ada kekurangan. Tapi, tentunya terus memperbaiki dan diharapkan itu tidak menghambat dukungan positif Bobotoh. Saya percaya Bobotoh akan tertib dan kreatif mendukung Persib itu karakter mereka," ucap Bram.
Persib sudah mengeluarkan minimal Rp 110 juta untuk membayar denda. Tentunya ini jadi pelajaran penting bagi panpel dan Bobotoh. Karena itu, diharapkan para pendukung tetap disiplin saat Persib menjamu Persija Jakarta, Sabtu (22/7/2017).
Harapan ini diutarakan Bram karena sekarang Bobotoh sedang gusar. Pemicunya adalah hasil mengecewakan yang diraih Persib. Ya, jawara Liga Super Indonesia 2014 itu hanya mencatat dua kemenangan dari 10 partai Liga 1 terbaru. Sisanya tiga imbang dan lima kalah.
“Kami akan sama-sama untuk tetap menjaga nama baik Bobotoh sebagai suporter terbaik. Saya berharap Bobotoh juga tidak terpancing isu tidak jelas dari orang tak bertanggung jawab," tutup Bram.
(mir)