Terlibat Keributan, Ini Penjelasan Caretaker Persib Bandung
Minggu, 23 Juli 2017 - 03:03 WIB
Terlibat Keributan, Ini Penjelasan Caretaker Persib Bandung
A
A
A
BANDUNG - Kericuhan terjadi seusai laga Persib Bandung versus Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Sabtu (22/7/2017) malam. Tensi panas di lapangan selama 90 menit pertandingan berlanjut hingga laga usai.
Para pemain dan official kedua kubu terlihat saling cekcok. Ada yang berusaha mendorong, tapi ada juga yang melerai pertikaian. (Baca juga: Panas! Duel Persib Kontra Persija Ricuh di Akhir Laga )
Salah seorang yang terlihat dalam insiden itu adalah pelatih caretaker Persib, Herrie Setyawan. Ia berada dalam kerumunan dan tampak sangat emosional.
Disinggung mengenai insiden tersebut, Herrie menilai adanya kesalahpahaman. Ia mengaku seusai laga ingin berusaha meredakan emosi pemain Persija, Sutanto Tan. Namun yang terjadi justru hal yang tidak diharapkan.
"Maksud saya mendatangi, saya mau menenangkan dia. Tapi dia salah pengertian, dia menyangka saya mau provokasi," kata Herrie dalam konferensi pers usai laga.
Bagi Herrie, sosok Sutanto sudah tidak asing. Ia mengenal Sutanto sejak masih junior. Bahkan, ia pernah bersama-sama di Pelita Jaya.
Di luar keributan itu, ia mengungkap kedekatannya dengan Sutanto. Ia bahkan sudah menganggap Sutanto seperti keluarganya sendiri.
"Saya menganggap dia seperti anak saya," ucap Herrie.
Laga itu sendiri berkesudahan sama kuat. Gol Achmad Jufriyanto menit 15 dibalas Ramdani Lestaluhu empat menit kemudian.
Para pemain dan official kedua kubu terlihat saling cekcok. Ada yang berusaha mendorong, tapi ada juga yang melerai pertikaian. (Baca juga: Panas! Duel Persib Kontra Persija Ricuh di Akhir Laga )
Salah seorang yang terlihat dalam insiden itu adalah pelatih caretaker Persib, Herrie Setyawan. Ia berada dalam kerumunan dan tampak sangat emosional.
Disinggung mengenai insiden tersebut, Herrie menilai adanya kesalahpahaman. Ia mengaku seusai laga ingin berusaha meredakan emosi pemain Persija, Sutanto Tan. Namun yang terjadi justru hal yang tidak diharapkan.
"Maksud saya mendatangi, saya mau menenangkan dia. Tapi dia salah pengertian, dia menyangka saya mau provokasi," kata Herrie dalam konferensi pers usai laga.
Bagi Herrie, sosok Sutanto sudah tidak asing. Ia mengenal Sutanto sejak masih junior. Bahkan, ia pernah bersama-sama di Pelita Jaya.
Di luar keributan itu, ia mengungkap kedekatannya dengan Sutanto. Ia bahkan sudah menganggap Sutanto seperti keluarganya sendiri.
"Saya menganggap dia seperti anak saya," ucap Herrie.
Laga itu sendiri berkesudahan sama kuat. Gol Achmad Jufriyanto menit 15 dibalas Ramdani Lestaluhu empat menit kemudian.
(bep)