5 Faktor Neymar Ogah Bertahan di Barcelona
Rabu, 02 Agustus 2017 - 18:30 WIB
5 Faktor Neymar Ogah Bertahan di Barcelona
A
A
A
BARCELONA - Barcelona sudah memberi izin Neymar Jr bernegosiasi dengan Paris Saint-Germain (PSG) untuk memecahkan rekor transfer. Bintang asal Brasil itu mengatakan kepada rekan setimnya di lapangan latihan Barcelona, Rabu (2/8/2017), bahwa dirinya ingin meninggalkan Camp Nou.
Neymar juga diberi izin oleh Pelatih Barca Ernesto Valverde untuk tidak latihan demi memastikan masa depannya. "Neymar telah berkomunikasi di ruang ganti bahwa dia akan meninggalkan klub dan telah mengucapkan selamat tinggal kepada rekan setimnya. Pelatih memberi izin untuk tidak berlatih dan menyelesaikan masa depannya," demikian pernyataan klub. (Baca juga: Barcelona Umumkan Perpisahan Neymar di Kamar Ganti ).
Kontrak pemain 25 tahun tersebut memiliki klausul pelepasan senilai 222 juta euro juta euro (Rp3,4 triliun), dimana PSG dipahami siap untuk membayar. Lalu, mengapa Neymar begitu ingin meninggalkan Barcelona? Berikut alasannya:
1. Faktor Messi
Tidak mudah menjadi bintang global selama masih dibayangi seseorang yang dikagumi. Neymar datang ke Barcelona untuk belajar dari Lionel Messi dan bermain di lapangan di mana begitu banyak orang Brasil bersinar dan memenangkan banyak ptrofi, bahkan menjadi nominator Balon d'Or. Neymar hampir mendapatkan semua hal yang diinginkan di Barcelona, kecuali satu hal: menjadi orang utama. Tapi, itu tidak mungkin, karena Messi akan selalu menjadi sosok utama yang tak terbantahkan.
2. Karakter Brasil
Neymar sejatinya sudah meruntuhkan tembok penghalang dengan Messi. Setelah sempat galau apakah bisa bekerja sama, namun akhirnya Messi menerimanya dan respek padanya. Namun, dalam empat tahun di Barcelona, Neymar dengan karakter Brasil yang terbuka dan ekstrovert (tipe kepribadian yang menyukai interaksi dengan dunia luar) membuatnya terbuka terhadap tantangan baru.
3. Kehilangan kompatriot
Neymar telah kehilangan hampir semua rekannya sesama Brasil di ruang ganti dan dia merindukan karakter mereka yang terbuka dan ceria di luar lapangan. Daniel Alves telah pergi, Douglas Pereira dos Santos sedang dalam perjalanan keluar, Adriano telah pergi, dan yang tersisa hanya Rafinha.
Neymar tidak memiliki masalah dengan rekan setimnya lainnya, tapi persahabatan mereka tidak sama dengan rekannya sesama Brasil. Neymar bergaul dengan Messi dan Suarez, tapi mereka memiliki kehidupan yang berbeda di luar lapangan karena usia dan keluarga mereka. Yang memperburuk keadaan, sepertinya musim ini tidak ada orang Brasil baru yang tiba di Camp Nou musim panas ini.
4. Tekanan keluarga
Keluarga Neymar menekannya untuk menjadi nomor 1 di dunia. Meskipun berhasil bersama klub dalam beberapa tahun terakhir, namun penghargaan pribadi tidak pernah mendekati Neymar. Posisinya di lapangan juga tidak membantu. Di Barcelona, dia bermain lebar, saat posisinya yang lebih alami berada di tengah di mana dia lebih terlihat berkembang.
5. Masalah keuangan
Masalah keuangan, termasuk pajak telah mengganggu kehidupan Neymar di Spanyol. Tuduhan terkait kasus pajak transfernya telah meninggalkan bekas pada citranya. Neymar muak dengan dengar pendapat, pernyataan, dan tuduhan. Gajinya juga dianggap menjadi masalah. Meski menandatangani kontrak baru pada 2017, namun kontrak ini seolah dikerdilkan oleh Messi yang menandatangani kontrak beberapa bulan kemudian. Messi diyakini menerima gaji tiga kali lipat lebih besar ketimbang Neymar.
Neymar juga diberi izin oleh Pelatih Barca Ernesto Valverde untuk tidak latihan demi memastikan masa depannya. "Neymar telah berkomunikasi di ruang ganti bahwa dia akan meninggalkan klub dan telah mengucapkan selamat tinggal kepada rekan setimnya. Pelatih memberi izin untuk tidak berlatih dan menyelesaikan masa depannya," demikian pernyataan klub. (Baca juga: Barcelona Umumkan Perpisahan Neymar di Kamar Ganti ).
Kontrak pemain 25 tahun tersebut memiliki klausul pelepasan senilai 222 juta euro juta euro (Rp3,4 triliun), dimana PSG dipahami siap untuk membayar. Lalu, mengapa Neymar begitu ingin meninggalkan Barcelona? Berikut alasannya:
1. Faktor Messi
Tidak mudah menjadi bintang global selama masih dibayangi seseorang yang dikagumi. Neymar datang ke Barcelona untuk belajar dari Lionel Messi dan bermain di lapangan di mana begitu banyak orang Brasil bersinar dan memenangkan banyak ptrofi, bahkan menjadi nominator Balon d'Or. Neymar hampir mendapatkan semua hal yang diinginkan di Barcelona, kecuali satu hal: menjadi orang utama. Tapi, itu tidak mungkin, karena Messi akan selalu menjadi sosok utama yang tak terbantahkan.
2. Karakter Brasil
Neymar sejatinya sudah meruntuhkan tembok penghalang dengan Messi. Setelah sempat galau apakah bisa bekerja sama, namun akhirnya Messi menerimanya dan respek padanya. Namun, dalam empat tahun di Barcelona, Neymar dengan karakter Brasil yang terbuka dan ekstrovert (tipe kepribadian yang menyukai interaksi dengan dunia luar) membuatnya terbuka terhadap tantangan baru.
3. Kehilangan kompatriot
Neymar telah kehilangan hampir semua rekannya sesama Brasil di ruang ganti dan dia merindukan karakter mereka yang terbuka dan ceria di luar lapangan. Daniel Alves telah pergi, Douglas Pereira dos Santos sedang dalam perjalanan keluar, Adriano telah pergi, dan yang tersisa hanya Rafinha.
Neymar tidak memiliki masalah dengan rekan setimnya lainnya, tapi persahabatan mereka tidak sama dengan rekannya sesama Brasil. Neymar bergaul dengan Messi dan Suarez, tapi mereka memiliki kehidupan yang berbeda di luar lapangan karena usia dan keluarga mereka. Yang memperburuk keadaan, sepertinya musim ini tidak ada orang Brasil baru yang tiba di Camp Nou musim panas ini.
4. Tekanan keluarga
Keluarga Neymar menekannya untuk menjadi nomor 1 di dunia. Meskipun berhasil bersama klub dalam beberapa tahun terakhir, namun penghargaan pribadi tidak pernah mendekati Neymar. Posisinya di lapangan juga tidak membantu. Di Barcelona, dia bermain lebar, saat posisinya yang lebih alami berada di tengah di mana dia lebih terlihat berkembang.
5. Masalah keuangan
Masalah keuangan, termasuk pajak telah mengganggu kehidupan Neymar di Spanyol. Tuduhan terkait kasus pajak transfernya telah meninggalkan bekas pada citranya. Neymar muak dengan dengar pendapat, pernyataan, dan tuduhan. Gajinya juga dianggap menjadi masalah. Meski menandatangani kontrak baru pada 2017, namun kontrak ini seolah dikerdilkan oleh Messi yang menandatangani kontrak beberapa bulan kemudian. Messi diyakini menerima gaji tiga kali lipat lebih besar ketimbang Neymar.
(sha)