Keyakinan Menjadi Faktor Terbesar dalam Keberhasilan Murata
Senin, 23 Oktober 2017 - 09:54 WIB
Keyakinan Menjadi Faktor Terbesar dalam Keberhasilan Murata
A
A
A
TOKYO - Hasil kontroversial dalam pertempuran pertama kontra Hassan N'Dam N'Jikam membuat Ryota Murata semakin percaya diri saat menyambut duel ulangnya dengan juara kelas menengah WBA tersebut.
Murata pun menuturkan bahwa satu-satunya hal yang tidak dia dapatkan dalam bentrokan pertamanya kontra N'Dam pada Mei lalu adalah sabuk juaranya, dan itu memberinya pengalaman dan kepercayaan yang berharga.
Akhirnya, Murata membayar lunas segalanya di duel ulangnya di Tokyo, Minggu (22/10) malam. Peraih emas Olimpiade London 2012 ini berhasil mencetak kemenangan KO secara teknis setelah ronde ketujuh berakhir. Gelar juara WBA yang sempat tertunda, akhirnya melingkar di pinggangnya.
(Baca: Tuntaskan Dendam kepada Hassan, Murata Rebut Mahkota Dunia )
Seusai pertarungan, Murata menegaskan keyakinan merupakan faktor besar dalam memenangkan gelar tersebut. Meskipun begitu, dia tidak akan puas dengan hanya merebut gelar dunia, dia akan berusaha melangkah lebih jauh. "Itu terjadi setelah saya memenangkan medali emas juga," ucap Murata di The Japan Times.
"Tapi saya tahu bahwa Anda akan memiliki waktu yang lebih kasar setelah memenangkan sebuah gelar. Dan ada juara lain yang sangat kuat di divisi ini di badan tinju lain. Publik di sini mengetahuinya. Saya akan berusaha mencapai level mereka," tukas petinju asal Jepang berusia 31 tahun itu.
Murata sangat terharu dengan dukungan yang diberikan oleh publik Jepang terhadap dirinya dalam duel perebutan gelar dunia tersebut. "Di (debut) pro saya bulan Desember (2013), saya bertarung hebat di Ryogoku. Dan saya berpikir bahwa para penggemar akan meninggalkan saya, dengan mengatakan, 'Tidak mungkin orang seperti ini bisa menjadi juara dunia'. Tapi mereka hadir seperti ini hari ini dan saya ingin menyampaikan penghargaan sepenuhnya kepada Anda semua," pungkasnya.
Murata pun menuturkan bahwa satu-satunya hal yang tidak dia dapatkan dalam bentrokan pertamanya kontra N'Dam pada Mei lalu adalah sabuk juaranya, dan itu memberinya pengalaman dan kepercayaan yang berharga.
Akhirnya, Murata membayar lunas segalanya di duel ulangnya di Tokyo, Minggu (22/10) malam. Peraih emas Olimpiade London 2012 ini berhasil mencetak kemenangan KO secara teknis setelah ronde ketujuh berakhir. Gelar juara WBA yang sempat tertunda, akhirnya melingkar di pinggangnya.
(Baca: Tuntaskan Dendam kepada Hassan, Murata Rebut Mahkota Dunia )
Seusai pertarungan, Murata menegaskan keyakinan merupakan faktor besar dalam memenangkan gelar tersebut. Meskipun begitu, dia tidak akan puas dengan hanya merebut gelar dunia, dia akan berusaha melangkah lebih jauh. "Itu terjadi setelah saya memenangkan medali emas juga," ucap Murata di The Japan Times.
"Tapi saya tahu bahwa Anda akan memiliki waktu yang lebih kasar setelah memenangkan sebuah gelar. Dan ada juara lain yang sangat kuat di divisi ini di badan tinju lain. Publik di sini mengetahuinya. Saya akan berusaha mencapai level mereka," tukas petinju asal Jepang berusia 31 tahun itu.
Murata sangat terharu dengan dukungan yang diberikan oleh publik Jepang terhadap dirinya dalam duel perebutan gelar dunia tersebut. "Di (debut) pro saya bulan Desember (2013), saya bertarung hebat di Ryogoku. Dan saya berpikir bahwa para penggemar akan meninggalkan saya, dengan mengatakan, 'Tidak mungkin orang seperti ini bisa menjadi juara dunia'. Tapi mereka hadir seperti ini hari ini dan saya ingin menyampaikan penghargaan sepenuhnya kepada Anda semua," pungkasnya.
(nug)