Gamboa Miliki Kelemahan yang Bisa Diekspos El Canito
Sabtu, 25 November 2017 - 07:17 WIB
Gamboa Miliki Kelemahan yang Bisa Diekspos El Canito
A
A
A
NEW YORK - Pelatih Jason "El Canito" Sosa, Raul Rivas memandang bahwa Yuriorkis "El Ciclon de Guantanamo" Gamboa memiliki sebuah kelemahan yang itu merupakan kelebihan yang dimiliki oleh petinju didikannya.
Mantan juara dunia kelas bulu super WBA, Sosa akan bertemu dengan Gamboa, yang merupakan mantan juara dunia tiga divisi, di Madison Square Garden di New York, Amerika Serikat, Minggu (26/11) WIB. Laga tersebut menjadi salah satu partai pembuka kontes Sergey Kovalev vs Vyacheslav Shabranskyy.
Menurut Rivas, Gamboa merupakan veteran yang pernah dianggap sebagai talenta papan atas. "Sebenarnya, saya pikir itu menguntungkan kita, karena dia punya tekanan, bukan kita," ungkap Rivas, seperti dilansir Boxing Scene.
"Dan saya tahu saat Anda memukul Gamboa, dan ini terbukti sepanjang karier profesionalnya, ketika Anda memukulnya satu kali, dia bereaksi. Dan saya berpikir bahwa setiap petarung yang mencoba untuk bereaksi dengan Jason, dan mencoba untuk memukul dengan Jason, tidak akan memenangkan pertempuran itu," jelasnya.
"Kami telah membuktikannya dengan (Javier) Fortuna, seorang petinju yang sangat agresif. Saat merasakan kekuatan Sosa, dia kabur. (Stephen) Smith, dia juga kabur," kata Rivas.
"Dan jika Anda melihat pertarungan Loma (Vasyl Lomachenko), dibandingkan pertarungan terakhirnya dengan (Miguel) Marriaga, dia melawan Marriaga sebagai penyerang dan baru bertukar pukulan dengannya. Dia tidak pernah melakukannya dengan Jason," paparnya.
Rivas mengutarakan bahwa Sosa selalu membawa kekuatannya. Jadi, Gamboa perlu memulai pertarungan dengan menekan Sosa. Gamboa sendiri bukanlah petinju yang rajin melayangkan pukulan. "Dia seorang petinju yang jika melempar 40 pukulan per ronde, itu terlalu berat baginya. Dia tidak menggunakan tusukan dan tangannya selalu turun," tukasnya.
"Dia mengandalkan gerak kaki untuk menempatkan dirinya dalam posisi untuk melawan Anda dengan hook dan pukulan kanan, yang merupakan sesuatu yang kami kerjakan. Selain itu, apakah dia membawa ancaman lain bagi kami? Tidak semuanya," pungkasnya.
Sementara itu, sebelum kekalahan dari Lomachenko, Sosa memiliki catatan tarung yang kompetitif. Usai bermain imbang dengan Nicholas Walters, petinju berusia 29 tahun itu sukses menghentikan Javier Fortuna untuk merebut gelar WBA. Kemudian mampu mempertahankan gelarnya dengan mengalahkan Stephen Smith.
Data kedua petinju yang akan bertarung
Mantan juara dunia kelas bulu super WBA, Sosa akan bertemu dengan Gamboa, yang merupakan mantan juara dunia tiga divisi, di Madison Square Garden di New York, Amerika Serikat, Minggu (26/11) WIB. Laga tersebut menjadi salah satu partai pembuka kontes Sergey Kovalev vs Vyacheslav Shabranskyy.
Menurut Rivas, Gamboa merupakan veteran yang pernah dianggap sebagai talenta papan atas. "Sebenarnya, saya pikir itu menguntungkan kita, karena dia punya tekanan, bukan kita," ungkap Rivas, seperti dilansir Boxing Scene.
"Dan saya tahu saat Anda memukul Gamboa, dan ini terbukti sepanjang karier profesionalnya, ketika Anda memukulnya satu kali, dia bereaksi. Dan saya berpikir bahwa setiap petarung yang mencoba untuk bereaksi dengan Jason, dan mencoba untuk memukul dengan Jason, tidak akan memenangkan pertempuran itu," jelasnya.
"Kami telah membuktikannya dengan (Javier) Fortuna, seorang petinju yang sangat agresif. Saat merasakan kekuatan Sosa, dia kabur. (Stephen) Smith, dia juga kabur," kata Rivas.
"Dan jika Anda melihat pertarungan Loma (Vasyl Lomachenko), dibandingkan pertarungan terakhirnya dengan (Miguel) Marriaga, dia melawan Marriaga sebagai penyerang dan baru bertukar pukulan dengannya. Dia tidak pernah melakukannya dengan Jason," paparnya.
Rivas mengutarakan bahwa Sosa selalu membawa kekuatannya. Jadi, Gamboa perlu memulai pertarungan dengan menekan Sosa. Gamboa sendiri bukanlah petinju yang rajin melayangkan pukulan. "Dia seorang petinju yang jika melempar 40 pukulan per ronde, itu terlalu berat baginya. Dia tidak menggunakan tusukan dan tangannya selalu turun," tukasnya.
"Dia mengandalkan gerak kaki untuk menempatkan dirinya dalam posisi untuk melawan Anda dengan hook dan pukulan kanan, yang merupakan sesuatu yang kami kerjakan. Selain itu, apakah dia membawa ancaman lain bagi kami? Tidak semuanya," pungkasnya.
Sementara itu, sebelum kekalahan dari Lomachenko, Sosa memiliki catatan tarung yang kompetitif. Usai bermain imbang dengan Nicholas Walters, petinju berusia 29 tahun itu sukses menghentikan Javier Fortuna untuk merebut gelar WBA. Kemudian mampu mempertahankan gelarnya dengan mengalahkan Stephen Smith.
Data kedua petinju yang akan bertarung
| Jason Sosa | vs | Yuriorkis Gamboa |
| 10 Maret 1988 | Lahir | 23 Desember 1981 |
| Amerika Serikat | Asal | Kuba |
| 165cm | Tinggi | 166cm |
| 170cm | Jangkauan | 165cm |
| El Canito | Julukan | El Ciclon de Guantanamo |
| Orthodox | Stance | Orthodox |
| 20 (15KO) | Menang | 27 (17KO) |
| 2 | Kalah | 2 |
| 4 | Seri | - |
(nug)