Kembali Main Imbang, Pelatih Persela Akui Peluang Makin Kecil
Kamis, 25 Januari 2018 - 21:02 WIB
Kembali Main Imbang, Pelatih Persela Akui Peluang Makin Kecil
A
A
A
MALANG - Langkah Bhayangkara FC, untuk segera mengamankan tiket lolos fase penyisihan Grup E Piala Presiden 2018 harus tertahan oleh Persela Lamongan. Bermain di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, kedua tim berbagi angka sama 1-1.
Tim milik Polri, yang menyandang juara Liga 1 musim lalu tersebut. lebih dahulu unggul di menit ke 33 melalui sontekan Herman Dzumafo, memanfaatkan umpan matang Hargianto dari sisi kanan pertahanan lawan.
Sayangnya, keunggulan satu gol tersebut tidak mampu dipertahankan. Persela yang banyak mengganti pemain di babak kedua, mampu tampil trengginas di 15 menit akhir babak kedua. Hasilnya, pemain muda Sugeng Efendi berhasil melesakkan gol di menit ke-79.
Hasil imbang di pertandingan kedua tersebut, membuat Bhayangkara FC meraih empat poin. Hasil satu kali menang melawan PSIS Semarang, dan satu kali seri menghadapi Persela Lamongan. Mereka harus berjuang mati-matian di laga terakhir menghadapi Arema FC, pada Selasa (30/1/2018) mendatang.
Sementara, Persela Lamongan, kini mengumpulkan dua poin. Hasil dua kali imbang saat menghadapi Arema FC, dan Bhayangkara FC. "Target kami meraih tiga poin dilaga kedua ini. Agar lebih berpeluang lolos ke babak selanjutnya," ujar Pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso.
Kembali meraih satu poin, menurut Aji menjadikan peluang timnya untuk lolos ke babak berikutnya semakin berat. "Peluang masih terbuka, tetapi pastinya kami harus menghadapi pertandingan berat di partai akhir," ungkapnya.
Pelatih asli Malang ini mengaku, secara umum jalannya pertandingan sangat baik. Para pemainnya mampu menerapkan strategi permainan yang dirancangnya. Sayangnya, dibabak pertama para pemain masih kurang maksimal, sehingga memaksanya memasukkan banyak pemain muda di babak kedua. Hasilnya terbukti efektif, di 15 menit akhir mampu menguasai jalannya pertandingan.
Pelatih Bhayangkara FC, Simon Mc. Menemy mengaku, timnya sudah bermain sangat bagus. Pola permainan sudah mulai padu, baik saat melakukan penyerangan, maupun saat melakukan pertahanan. "Pertandingan juga berjalan sangat menarik. Sayangnya, kami gagal menang. Harusnya kami dapat tiga poin," tuturnya.
Kebobolan di babak kedua, diakuinya terjadi akibat mulai menurunnya permainan timnya hujan yang membuat kondisi lapangan licin. "Sampai menit ke 70 kami bisa mengontrol jalannya pertandingan. Setelah turun hujan, kondisinya menjadi berat. Sangat disayangkan, para pemain sudah bekerja keras, tetapi tidak bisa membuahkan tiga poin. Kondisi ini akan menjadi bahan evaluasi tim, sebelum menghadapi liga," ungkapnya
Tim milik Polri, yang menyandang juara Liga 1 musim lalu tersebut. lebih dahulu unggul di menit ke 33 melalui sontekan Herman Dzumafo, memanfaatkan umpan matang Hargianto dari sisi kanan pertahanan lawan.
Sayangnya, keunggulan satu gol tersebut tidak mampu dipertahankan. Persela yang banyak mengganti pemain di babak kedua, mampu tampil trengginas di 15 menit akhir babak kedua. Hasilnya, pemain muda Sugeng Efendi berhasil melesakkan gol di menit ke-79.
Hasil imbang di pertandingan kedua tersebut, membuat Bhayangkara FC meraih empat poin. Hasil satu kali menang melawan PSIS Semarang, dan satu kali seri menghadapi Persela Lamongan. Mereka harus berjuang mati-matian di laga terakhir menghadapi Arema FC, pada Selasa (30/1/2018) mendatang.
Sementara, Persela Lamongan, kini mengumpulkan dua poin. Hasil dua kali imbang saat menghadapi Arema FC, dan Bhayangkara FC. "Target kami meraih tiga poin dilaga kedua ini. Agar lebih berpeluang lolos ke babak selanjutnya," ujar Pelatih Persela Lamongan, Aji Santoso.
Kembali meraih satu poin, menurut Aji menjadikan peluang timnya untuk lolos ke babak berikutnya semakin berat. "Peluang masih terbuka, tetapi pastinya kami harus menghadapi pertandingan berat di partai akhir," ungkapnya.
Pelatih asli Malang ini mengaku, secara umum jalannya pertandingan sangat baik. Para pemainnya mampu menerapkan strategi permainan yang dirancangnya. Sayangnya, dibabak pertama para pemain masih kurang maksimal, sehingga memaksanya memasukkan banyak pemain muda di babak kedua. Hasilnya terbukti efektif, di 15 menit akhir mampu menguasai jalannya pertandingan.
Pelatih Bhayangkara FC, Simon Mc. Menemy mengaku, timnya sudah bermain sangat bagus. Pola permainan sudah mulai padu, baik saat melakukan penyerangan, maupun saat melakukan pertahanan. "Pertandingan juga berjalan sangat menarik. Sayangnya, kami gagal menang. Harusnya kami dapat tiga poin," tuturnya.
Kebobolan di babak kedua, diakuinya terjadi akibat mulai menurunnya permainan timnya hujan yang membuat kondisi lapangan licin. "Sampai menit ke 70 kami bisa mengontrol jalannya pertandingan. Setelah turun hujan, kondisinya menjadi berat. Sangat disayangkan, para pemain sudah bekerja keras, tetapi tidak bisa membuahkan tiga poin. Kondisi ini akan menjadi bahan evaluasi tim, sebelum menghadapi liga," ungkapnya
(nug)