Sulit Lacak Keberadaan Penyebar Berita Palsu, Maradona Gelar Sayembara

Sabtu, 30 Juni 2018 - 01:26 WIB
Sulit Lacak Keberadaan...
Sulit Lacak Keberadaan Penyebar Berita Palsu, Maradona Gelar Sayembara
A A A
MOSKOW - Diego Maradona mengadakan sayembara sebesar 300 ribu peso atau sekira Rp154 juta bagi siapa saja yang mampu menemukan pelaku penyebar kabar hoax yang menyebut dirinya telah meninggal dunia. Legenda sepak bola Argentina itu tampak geram ketika mengetahui jika dirinya dinyatakan telah meninggal dunia.

Dikutip dari Busines Insider, Sabtu (30/6/2018), pertama kali kabar hoax yang menyatakan Maradona meninggal dunia muncul dalam sebuah rekaman suara berbahasa Spanyol. Dalam rekaman tersebut seseorang mengklaim Maradona mengalami serangan jantung dan dinyatakan meninggal.

Beredarnya kabar tersebut terjadi saat laga Nigeria versus Argentina pada Rabu (27/6) dini hari WIB. Pada pertandingan penutup Grup D mantan bintang Napoli itu memang terlihat dibantu seorang pria bertubuh besar untuk masuk ke sebuah ruangan.

Di sana, Maradona mendapatkan pemeriksaan dari tim medis. Saat itu, beberapa laporan menyebut jika Maradona dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan sesaat sebelum pertandingan Argentina melawan Nigeria usai di Stadion Saint Petersburg.

Namun Maradona membantahnya jika dia dilarikan ke rumah sakit. "Saya ingin mengatakan kepada semua orang bahwa saya baik-baik saja. Saya diperiksa dokter dan dia merekomendasikan saya untuk pulang sebelum babak kedua, tapi saya ingin tetap tinggal karena kami mempertaruhkan semuanya. Bagaimana saya bisa pergi?," tulis Maradona di akun Instagramnya, dilansir bbcsport.

Sekarang, pengacara Maradona sedang mencoba untuk melacak keberadaan seseorang penyebar berita hoax tersebut. "Saya telah mengadakan sayembara dengan hadiah sebesar 300.000 peso bagi siapa saja yang dapat memberikan informasi akurat tentang seseorang yang berbicara pada audio," kata pengacara.

"Seringkali dipikirkan bahwa, dalam masalah ini, hanya sedikit yang bisa dilakukan. Tapi studio saya memberi tahu saya bahwa mereka berkonsultasi dengan para ahli di bidang teknologi dan Anda dapat mengetahui siapa yang mengumpulkannya. Itu sebabnya, kami membutuhkan seseorang untuk memberi kami informasi," tambah pengacara Maradona.
(nug)
Berita Terkait
Memori Piala Dunia 2018...
Memori Piala Dunia 2018 Hantui Jerman Jelang Hadapi Jepang
Prancis Ngalap Berkah...
Prancis Ngalap Berkah Jersey Serbabiru Juara Piala Dunia 2018 saat Lawan Argentina
Prancis Berpeluang Pertahankan...
Prancis Berpeluang Pertahankan Gelar, Giroud Kenang Piala Dunia 2018
Mencoba Peruntungan...
Mencoba Peruntungan Baru, Alya Nurshabrina Luncurkan Fall Into Place
Trauma Piala Dunia 2018,...
Trauma Piala Dunia 2018, Hummels Takut Jerman Gagal Lolos dari Grup
Perbedaan Teknologi...
Perbedaan Teknologi VAR di Piala Dunia 2018 dan 2022
Berita Terkini
Lintasan Tokyo Siap...
Lintasan Tokyo Siap Menguji! Simak Jadwal Lengkap dan Live Streaming di VISION+
3 jam yang lalu
Daftar 26 Pemain Timnas...
Daftar 26 Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026: Persib dan Persija Terbanyak!
3 jam yang lalu
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Suguhkan Persaingan Tim Sepak Bola Paling Bergengsi di Asia Tenggara
5 jam yang lalu
Jonatan Christie Tersingkir...
Jonatan Christie Tersingkir di Perempat Final China Open 2026
5 jam yang lalu
Timnas Indonesia Kembali...
Timnas Indonesia Kembali ke Jakarta Besok Jelang Piala AFF 2026, Langsung Uji Coba Stadion Pakansari
5 jam yang lalu
Piala AFF 2026, Juara...
Piala AFF 2026, Juara Bertahan Kenakan Patch Emas KhususMirip Argentina di Piala Dunia
7 jam yang lalu
Infografis
12 Terlapor dalam Kasus...
12 Terlapor dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved