Merci Francais

Selasa, 17 Juli 2018 - 08:46 WIB
Merci Francais
Merci Francais
A A A
Prancis tidak membutuhkan banyak pasukan untuk menaklukkan Moskow, Rusia. Sesuatu yang bahkan tidak bisa dilakukan Napoleon Bonaparte dengan Grande Armee, berkuatan lebih dari 500 ribu pasukan.

Napoleon ahli strategi perang terbaik yang pernah tercatat dalam sejarah Eropa dan dunia. Dia membawa kemenangan gilang gemilang Prancis, bahkan nyaris menguasai seluruh daratan Eropa, baik dengan kobaran perang maupun diplomasi. Namun, sejarah mencatat, di balik semua kesuksesan tersebut, ada dua kegagalan yang pernah dirasakan Pria Korsika tersebut.

Salah satunya saat membawa pasukannya menyeberangi Sungai Niemen ke Rusia pada 14 September 1812. Grande Armee merupakan kekuatan militer terbesar di Eropa pada masanya, dengan kekuatan lebih dari 500 ribu serdadu. Tapi, apa daya, saat memasuki Moskow, Rusia memilih strategi membumihanguskan seluruh kota sambil mundur teratur.

Kota kosong dan banyak dipenuhi api dan asap. Kebakaran hebat melanda Moskow membuat Napoleon dan pasukannya meninggalkan Moskow dan ke pinggiran kota. Di sana mereka mengepung sambil berharap Rusia menyerah, tapi keinginan itu sia-sia. Napoleon kemudian meminta pasukannya pulang karena tidak kuat dengan suhu dingin yang membuat pasukannya lemah dan kekurangan bahan makanan.

Saat hendak pulang, Komandan Rusia Jenderal Mikhail Kutuzov melakukan serangan di Maloyaroslavets. Grande Armee yang dibanggakan berantakan sehingga harus mundur. Saat manuver mundur itulah, tentara Napoleon terusterusan menderita akibat gempuran pasukan Rusia yang tanpa ampun.

Kini, 206 tahun setelah peristiwa tersebut, pasukan Prancis di bawah ahli strategi Didier Deschamp berhasil menaklukkan Moskow. Dengan pasukan pelangi yang memiliki akar dari banyak negara, agama, dan kepercayaan, mereka berhasil menguasai “Moskow” setelah mengalahkan Kroasia 4-2 pada partai final Piala Dunia 2018 di Luzhniki Stadium, Minggu (15/7).

“Merci,” tulis Presiden Prancis Emmanuel Macron di akun media sosial miliknya. “Kalian berhasil. Kalian memperlihatkan permainan luar biasa, membuat 60 juta orang Prancis bangga, dan saya ingin menceritakan kisah ini pada anakanak nantinya,” katanya.
(don)
Berita Terkait
Prancis Berpeluang Pertahankan...
Prancis Berpeluang Pertahankan Gelar, Giroud Kenang Piala Dunia 2018
Memori Piala Dunia 2018...
Memori Piala Dunia 2018 Hantui Jerman Jelang Hadapi Jepang
Prancis Ngalap Berkah...
Prancis Ngalap Berkah Jersey Serbabiru Juara Piala Dunia 2018 saat Lawan Argentina
Olivier Giroud Puji...
Olivier Giroud Puji Pertahanan Prancis Usai Bungkam Inggris, Jadi Ingat Lawan Belgia di Piala Dunia 2018
Daftar Lagu Resmi Piala...
Daftar Lagu Resmi Piala Dunia dari 1962 hingga 2018
Perbedaan Teknologi...
Perbedaan Teknologi VAR di Piala Dunia 2018 dan 2022
Berita Terkini
Jadwal Timnas Indonesia...
Jadwal Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi Garuda Akhiri Penantian Gelar Perdana
27 menit yang lalu
Profil Jesslyn Wijaya...
Profil Jesslyn Wijaya Lay, Atlet Golf Putri yang Diduga Diculik di Mangga Besar
1 jam yang lalu
Yamal Usul Duel Fisik...
Yamal Usul Duel Fisik Paredes vs Gavi Berlanjut di Ring Tinju
2 jam yang lalu
10 Kontroversi Argentina...
10 Kontroversi Argentina di Piala Dunia 2026: Tuduhan Dibantu Wasit hingga Pukul Pemain Spanyol
2 jam yang lalu
Ranking FIFA usai Piala...
Ranking FIFA usai Piala Dunia 2026: Spanyol Gusur Argentina dari Takhta, Norwegia Meroket 12 Tingkat
5 jam yang lalu
Legenda Liverpool Kevin...
Legenda Liverpool Kevin Keegan Meninggal Dunia di Usia 75 tahun
8 jam yang lalu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved