Huswatun Hasanah, Harapan Baru Tinju Indonesia

Jum'at, 31 Agustus 2018 - 10:48 WIB
Huswatun Hasanah, Harapan...
Huswatun Hasanah, Harapan Baru Tinju Indonesia
A A A
JAKARTA - Petinju putri Indonesia Huswatun Hasanah mewaspadai gaya bertarung Sudaporn Seesondee dari Thailand di semifinal cabang tinju kelas ringan putri (60 kg) di Hall C Jakarta International Expo (JIExpo), Kemayoran, hari ini.

Petinju berusia 20 tahun ini menilai lawannya sudah memiliki jam terbang cukup tinggi. Seesondee pernah tampil di Asian Games Guangzhou 2010 dan Asian Games Incheon 2014. Dia juga pernah mendapatkan emas di SEA Games 2010 serta perak SEA Games 2013.

Sementara pada 2017, dia menempati peringkat 5 di Kejuaraan Tinju Asia Ho Chi Minh City, Vietnam. Sekarang, dengan usianya yang sudah mencapai 26 tahun, dia tentu akan tampil mati-matian, karena bisa jadi tahun ini menjadi peluang terakhirnya mendapat medali dan tampil di Asian Games.

Karena itu, Huswatun berharap bisa tampil lebih baik dibandingkan saat meraih tiket semifinal dengan mengalahkan Pavitra, petinju asal India, 3-2. “Saya akan berjuang semaksimal mungkin. Saya akan kembali berlatih dan mengikuti arahan pelatih.

Dukungan penonton juga akan menjadi sebuah dorongan. Itu menambah motivasi saya meraih kemenangan,” kata Huswatun. Seesondee tampil sangat kuat selama berada di Jakarta. Di semifinal, dia menumbangkan petinju Kazakhstan Rimma Volossenko dengan skor 4-1.

Catatan itu menjadi bukti Seesondee merupakan lawan yang tidak akan mudah dikalahkan. Pelatih Kepala Tinju Indonesia Adi Swandana tak menyangka anak asuhnya dapat melangkah jauh. Dia mengatakan ketatnya persaingan membuat sektor putri tak ditarget medali.

Tapi, Huswatun membuktikan diri dengan melaju ke semifinal. Padahal, sebelumnya penampilan petinju berpostur 164 cm itu sempat menurun. Adi mengatakan, Huswatun memiliki motivasi tinggi. Dia juga memiliki keyakinan dengan kondisinya saat ini.

Meski Thailand memiliki level di atas Indonesia, Adi optimistis petinju yang lahir pada 21 Juni 1998 itu dapat meraih kemenangan. “Dia (Huswatun) bisa menang asal main tenang. Thailand kerap bermain dengan memancing lawan untuk maju. Ini harus di antisipasi.

Kami akan mempersiapkan strategi yang sesuai,” kata Adi. Selain putri, petinju putra Indonesia juga masih memiliki wakil pada semifinal cabang tinju di Asian Games 2018.

Sunan Agung Amoragam yang turun di kelas bantam (56 kg) akan menghadapi petinju Uzbekistan Mirazizbek Mirzakhalilov yang berjuang keras mengalahkan Enkh-Amar Kharkhuu dengan skor 4-1 di perempat final.

Mengenai pertandingan nanti, Adi mengatakan anak asuhnya harus tampil lebih baik dibandingkan saat mengalahkan petinju Irak Jaafar Abdulridha Ali Al Sudhani dengan skor 4-1 di laga sebelumnya.

“Ada beberapa yang harus diperbaiki seperti tangan Sunan yang kerap turun dan kondisi ini sangat berisiko. Peluang tetap ada. Menghadapi lawannya nanti, Sunan harus melakukan counter lebih cepat,” ungkap Adi. Lolosnya Sunan terbilang mengejutkan.

Pasalnya, petinju asal Maluku tersebut kurang bersinar di ajang SEA Games 2017, meski mendapatkan emas di PON 2016. Sementara petinju andalan Indonesia Aldoms Suguro yang meraih emas dari kelas terbang di SEA Games 2017 justru terhenti di perempat final.

Aldoms kalah saat menghadapi wakil Uzbekistan Jasurbek Latipov dengan skor 4-1. Hanya satu juri yang menyatakan Aldoms menang. Sisa keempat juri menyatakan Aldoms kalah dalam perolehan poin.

Aldoms sempat mengaku tidak mengetahui apa keunggulan Latipov yang membuat juri memutuskan hasil pertandingan. Meski begitu, dia mengatakan tetap menerima hasil pertandingan. “Saya juga tidak tahu. Ya, itu namanya permainan,” ujar dia.

Kini, Huswatun dan Sunan akan menjadi harapan tinju Indonesia dalam mendulang medali di Asian Games 2018. Terakhir kali Indonesia mendapatkan medali terjadi saat dua petinju merebut medali perak yang diraih Hermensen Ballo pada kelas terbang 52 kg dan Willem Papilaya kelas welter ringan 64 kg.
(don)
Berita Terkait
Profil Huswatun Khasanah,...
Profil Huswatun Khasanah, Petinju Wanita Anggota TNI AD Bikin Sejarah di Asian Games 2018
Bareskrim Tetapkan Tersangka...
Bareskrim Tetapkan Tersangka Proyek Venue Asian Games 2018
Masalah Honorarium Panpel...
Masalah Honorarium Panpel Asian Games 2018 Jangan Sampai Salah Alamat
Kuwait Mengirimkan Delegasi...
Kuwait Mengirimkan Delegasi Atlit Terbesar ke Asian Games 19
Jonatan Christie Rebut...
Jonatan Christie Rebut Emas Asian Games 2018, Bidik Prestasi Serupa di Hangzhou
Tanpa Petasan dan Kembang...
Tanpa Petasan dan Kembang Api, Closing Ceremony Asian Games 2022 Tetap Berlangsung Meriah
Berita Terkini
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Jafar/Felisha Menang, Fajar/Fikri Tumbang
7 jam yang lalu
Adaptasi Cepat Jadi...
Adaptasi Cepat Jadi Modal Timnas Futsal U-17 Indonesia Menuju Spanyol
10 jam yang lalu
TC Timnas Futsal Indonesia...
TC Timnas Futsal Indonesia U-17 Digeber Jelang Beraksi di Spanyol
10 jam yang lalu
Dukung Skuad Garuda...
Dukung Skuad Garuda di POLYTRON Indonesia Open 2026, Ini Link Streaming VISION+
10 jam yang lalu
Deretan Laga Tim Nasional...
Deretan Laga Tim Nasional Dunia dalam Ajang Sportacular International Match, Live Streaming di VISION+
10 jam yang lalu
5 Faktor Peraih Golden...
5 Faktor Peraih Golden Boot Piala Dunia, Siapa Penyerang Tersubur di Edisi 2026
14 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved