Gelimang Rekor Djokovic di Australia Lewati Pete Sampras

Senin, 28 Januari 2019 - 07:32 WIB
Gelimang Rekor Djokovic...
Gelimang Rekor Djokovic di Australia Lewati Pete Sampras
A A A
MELBOURNE - Novak Djokovic mencatatkan banyak rekor seusai menjadi kampiun di Australia Terbuka 2019. Di Rod Laver Arena, Melbourne, Australia, kemarin, dia mengandaskan rival terkuat Rafael Nadal 6-3, 6-2, 6-3 di partai puncak.

Djokovic berhasil membuktikan kualitas terbaiknya dalam pertandingan itu. Dia mampu melakukan permainan yang mengesankan untuk merebut gelar grand slam yang ke-15 dalam kariernya. Bahkan, kesuksesan itu membuatnya melewati catatan gelar tunggal grand slam yang diraih legenda Amerika Serikat Pete Sampras dengan 14 trofi.

Kini, petenis asal Serbia itu hanya tertinggal dari Roger Federer (20) dan Nadal (17). Bukan hanya itu, Djokovic juga menjadi petenis terbanyak yang menjadi juara di Australia Terbuka. Kemenangan atas Nadal ini membuat koleksinya bertambah menjadi tujuh gelar selama bermain di Melbourne.

Catatan itu sekaligus melewati torehan yang di dapatkan enam trofi oleh Roy Emerson dan Roger Federer. Bahkan, dia juga mencatatkan kemenangan yang ke-28 atas Nadal (total rekor pertemuan 28-25), yang sekaligus menjadi gelar ke 73 sepanjang kariernya.

"Saya senang karena ketika Pete (Sampras) memenangkan Wimbledon pertamanya saya masih masa pertumbuhan, usia 4-5 tahun, dan saya benar-benar beruntung bisa melewatinya. Saya tumbuh pada 1990-an selama masa perang di negara saya, dan sangat tidak mungkin untuk berpikir saya bisa berada di sini," ucap Djokovic dilansir chanelnewsasia.

Petenis berusia 31 tahun itu juga melanjutkan dominasinya di ajang grand slam. Di dua kesempatan sebelumnya, dia juga tak terkalahkan saat menjadi juara di Wimbledon dan Amerika serikat Terbuka tahun lalu. Djokovic pun menjadi menjadi petenis pertama yang meraih gelar grand slam tiga atau lebih secara beruntun. Sebelumnya, dia juga pernah melakukan hal yang sama pada 2011-2012.

Djokovic memenangkan 56 dari 59 poin, hanya melakukan sembilan kesalahan sendiri. Nadal, yang kehilangan servisnya lima kali, memenangkan 51% poin servis pertamanya dan membuat 28 kesalahan sendiri. Yang jelas, ini merupakan kemenangan yang lebih mudah bagi Djokovic dibandingkan ketika harus bermain lima set dengan waktu lima jam 53 menit ketika bertemu Nadal pada final 2012 di Melbourne.

"Saya hanya mencoba merenungkan perjalanan dalam 12 bulan terakhir," kata Djokovic. "Seperti Rafa-sapaan akrab Nadal-saya menjalani operasi tepat 12 bulan yang lalu, dan berdiri disini dan berhasil memenangkan gelar ini, dan merebut tiga dari empat grand slam, itu merupakan pencapaian luar biasa. Saya tidak bisa bekata apa-apa," ungkapnya.

Bagi Nadal, kekalahan ini tentu membuatnya tidak bisa percaya setelah melihat penampilan mematikan Djokovic. Padahal, dia tengah berupaya untuk menjadi orang pertama di Era Terbuka (sejak April 1968) dan untuk menjadi petenis ketiga dalam sejarah (setelah Emerson dan Rod Laver), meraih dua gelar di masing-masing dari empat grand slam. Namun, keinginannya itu kandas setelah apa yang ditunjukkan oleh lawannya tersebut.

"Saya pikir dia (Djokovic) bermain fantastis," ujar Nadal. "Ketika dia bermain seperti itu, saya merasa membutuhkan sesuatu yang lain. Saya tidak memiliki hal yang ekstrem kali ini. Tidak dapat dipercaya cara dia bermain. Saya bermain fantastis selama dua minggu, tetapi (mungkin) bermain dengan baik. Lima bulan tanpa kompetisi, memiliki tantangan besar di depan saya. Itulah perasaan saya bersaing di tingkat yang sangat tinggi ini," ungkapnya.
(don)
Berita Terkait
Usai Insiden Memalukan...
Usai Insiden Memalukan di US Open, Djokovic Janji Bangkit di Roma
Karpet Merah Novak Djokovic
Karpet Merah Novak Djokovic
Sebelum Pensiun, Djokovic...
Sebelum Pensiun, Djokovic Berambisi Jadi Raja Tenis
Tanpa Jarak Sosial,...
Tanpa Jarak Sosial, Djokovic Ramaikan Pesta di Kelab Malam
Djokovic Isyaratkan...
Djokovic Isyaratkan Absen di US Open, Pilih Tampil di Roland Garros
Novak Djokovic Dinilai...
Novak Djokovic Dinilai Layak Jadi Petenis Greatest of All Time
Berita Terkini
Miris, Lagu Kebangsaan...
Miris, Lagu Kebangsaan Iran Dicemooh di Piala Dunia 2026
49 menit yang lalu
Kisah Vozinha: Kiper...
Kisah Vozinha: Kiper Cape Verde yang Menulis Sejarah di Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
Iran Bangkit Dua Kali,...
Iran Bangkit Dua Kali, Imbangi Selandia Baru 2-2 di Piala Dunia 2026
1 jam yang lalu
Piala Dunia 2026: FIFA...
Piala Dunia 2026: FIFA Diam-Diam Ubah Ritual VAR
2 jam yang lalu
Lahirnya Hukum Olahraga...
Lahirnya Hukum Olahraga Indonesia
3 jam yang lalu
FIFA: Gestur Kontroversial...
FIFA: Gestur Kontroversial Asisten Wasit VAR Tak Langgar Aturan
3 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved