Desmosedici GP19 Masih Punya Kekurangan, Dovi Tunda Umbar Kemenangan
Kamis, 21 Maret 2019 - 19:00 WIB
Desmosedici GP19 Masih Punya Kekurangan, Dovi Tunda Umbar Kemenangan
A
A
A
BOLOGNA - Andrea Dovizioso tidak terlalu optimis dalam menatap tiga balapan pembuka MotoGP musim ini. Hal itu terjadi lantaran ia merasa motor Desmosedici GP19 masih memiliki kekurangan.
Perasaan aneh itu dirasakan Dovizioso saat memenangkan balapan pertama di Grand Prix Qatar, pertengahan bulan ini. Salah satu masalah yang didapat adalah motor masih terasa lambat di tengah tikungan.
Karena itu, Dovizioso tidak ingin terlalu banyak mengumbar janji tentang tiga balapan pertama MotoGP musim ini. Dia baru bisa melihat peluang untuk merebut gelar juara setidaknya sampai di Grand Prix Prancis.
"Trek di Qatar sangat aneh sehingga kami harus menunggu, saya pikir sampai di Le Mans (Prancis), karena dua seri berikutnya juga akan menjadi trek yang aneh," jelas Dovizioso dikutip dari Crash, Kamis (21/3/2019).
Menilik rekam jejak Dovizioso pada empat seri berikutnya di Grand Prix Argentina, Austin, Jerez, dan Prancis memang tidak terlalu mengesankan. Pasalnya, ia belum pernah naik podium dalam tiga musim terakhir.
Yang diperlukan Dovizioso saat ini adalah memperbaiki masalah yang dirasakan selama mengaspal di Sirkuit Losail. "Kami memiliki beberapa poin yang sangat bagus, tetapi di tengah tikungan kami adalah motor yang paling lambat. Meski begitu, kami memiliki akselerasi dan tenaga yang sangat baik pada lintasan lurus dan memberi kami kemungkinan untuk membuat perbedaan," pungkas Dovizioso.
Perasaan aneh itu dirasakan Dovizioso saat memenangkan balapan pertama di Grand Prix Qatar, pertengahan bulan ini. Salah satu masalah yang didapat adalah motor masih terasa lambat di tengah tikungan.
Karena itu, Dovizioso tidak ingin terlalu banyak mengumbar janji tentang tiga balapan pertama MotoGP musim ini. Dia baru bisa melihat peluang untuk merebut gelar juara setidaknya sampai di Grand Prix Prancis.
"Trek di Qatar sangat aneh sehingga kami harus menunggu, saya pikir sampai di Le Mans (Prancis), karena dua seri berikutnya juga akan menjadi trek yang aneh," jelas Dovizioso dikutip dari Crash, Kamis (21/3/2019).
Menilik rekam jejak Dovizioso pada empat seri berikutnya di Grand Prix Argentina, Austin, Jerez, dan Prancis memang tidak terlalu mengesankan. Pasalnya, ia belum pernah naik podium dalam tiga musim terakhir.
Yang diperlukan Dovizioso saat ini adalah memperbaiki masalah yang dirasakan selama mengaspal di Sirkuit Losail. "Kami memiliki beberapa poin yang sangat bagus, tetapi di tengah tikungan kami adalah motor yang paling lambat. Meski begitu, kami memiliki akselerasi dan tenaga yang sangat baik pada lintasan lurus dan memberi kami kemungkinan untuk membuat perbedaan," pungkas Dovizioso.
(bbk)