Ambisi Leclerc Kuasai Lomba ke-1000 F1 di GP China

Selasa, 09 April 2019 - 22:01 WIB
Ambisi Leclerc Kuasai...
Ambisi Leclerc Kuasai Lomba ke-1000 F1 di GP China
A A A
SHANGHAI - Formula 1 (F1) mencapai tonggak lomba ke-1000 di Grand Prix China, Minggu (14/4/2019). Pembalap Ferrari Charles Leclerc berusaha menghapus sakit hati dengan memetik kemenangan pertama di Sirkuit Shanghai, setelah gagal di Bahrain.

Leclerc memimpin lomba di Bahrain International Circuit hingga sembilan lap tersisa, sebelum tunggangannya mengalami korsleting. Akibatnya, pembalap asal Monaco itu turun dari posisi pertama ke ketiga, setelah duo Mercedes, Lewis Hamilton dan Valtteri Bottas menyusulnya.

Hasil itu mengubur mimpi pembalap berusia 21 tahun itu merayakan pesta juara di Sakhir. Leclerc bertekad menghapus sakit hati Bahrain dengan kemenangan pertama di China.

Leclerc saat ini berada di peringkat 4 klasemen pembalap musim ini, unggul satu tingkat atas Juara Dunia empat kali dan rekan setimnya Sebastian Vettel. Namun, Leclerc masih mencari kemenangan pertamanya di balapan jet darat tersebut.

"Ini adalah balapan ke-1000 dalam sejarah Formula 1 dan saya berharap mendapatkan mobil yang kuat seperti yang saya gunakan di Bahrain untuk terus mencari hasil yang pantas yang kami dapatkan," kata Leclerc dalam sebuah wawancara di motorsport.com.

Ferrari telah mengonfirmasi Leclerc akan menggunakan unit daya yang sama di China setelah tim dapat melacak masalah di Bahrain, dan telah diketahui ada korsleting dalam unit kontrol sistem injeksi.

Sirkuit Shanghai merupakan favorit Lewis Hamilton dengan lima kemenangan -tiga untuk Mercedes dan dua untuk McLaren. Namun, Leclrec optimistis bisa meraih hasil maksimal.

“Shanghai adalah salah satu trek yang saya tahu, paling tidak karena kami hanya berkompetisi sekali setahun lalu."

“Saya memiliki ingatan yang bagus tentang kualifikasi. Secara keseluruhan, saya sangat menyukai lintasan Shanghai karena saya menyukai kurva yang sangat berbeda yang akan kami temukan di sisa kalender, khususnya, kurva 1 dan 13 yang mengarah ke garis lurus yang panjang."

"Biasanya lomba di China adalah lomba yang menyenangkan karena kondisi cuaca seringkali tidak dapat diprediksi. Hujan mungkin datang tiba-tiba ketika Anda tidak mengharapkannya.”
(sha)
Berita Terkait
Hasil Buruk Pengaruhi...
Hasil Buruk Pengaruhi Mental Stroll di Ajang Formula 1
Penonton Bisa Hadir...
Penonton Bisa Hadir di GP Portugal
Akhir Pahit Pengabdian...
Akhir Pahit Pengabdian Grosjean di Haas
F1 Batalkan Seluruh...
F1 Batalkan Seluruh Race di Luar Eropa, Publik Brasil Kecewa
Perebutan Juara Dunia...
Perebutan Juara Dunia Formula 1 Masih Tetap Panas
Teka-Teki Tandem Verstappen...
Teka-Teki Tandem Verstappen di Tim Red Bull Racing
Berita Terkini
Skandal Piala Dunia...
Skandal Piala Dunia 2026, Parlemen Eropa Minta Presiden FIFA Gianni Infantino Diinvestigasi
3 jam yang lalu
FIFA Tunjuk Wasit Argentina...
FIFA Tunjuk Wasit Argentina Pimpin Duel Prancis vs Maroko, Rawan Konflik Kepentingan
4 jam yang lalu
FIFA Jawab Tuduhan Main...
FIFA Jawab Tuduhan Main Gila di Piala Dunia 2026: Integritas Wasit Tak Boleh Diragukan!
4 jam yang lalu
Alam Bisa Singkirkan...
Alam Bisa Singkirkan Inggris dari Piala Dunia 2026
4 jam yang lalu
Rahasia di Balik Sepatu...
Rahasia di Balik Sepatu Pink Timnas Inggris
5 jam yang lalu
Mesin Gol Maroko Cedera,...
Mesin Gol Maroko Cedera, Singa Atlas Kehilangan Taring?
7 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved