Digadang Kandidat Juara, The Lionesses Pantang Anggap Remah
Jum'at, 14 Juni 2019 - 07:31 WIB
Digadang Kandidat Juara, The Lionesses Pantang Anggap Remah
A
A
A
LE HARVE - Menjadi salah satu unggulan di ajang Piala Dunia Wanita 2019 tidak membuat Inggris merasa jemawa. The Lionesses menegaskan menolak meremehkan setiap ancaman yang menghadang, termasuk dari Argentina.
Bila pertemuan ini terjadi antara tim pria, duel yang akan berlangsung di Stade Oceane, Prancis, dini hari nanti, pastinya bakal menjadi laga yang sangat dinanti. Soalnya, Inggris dan Argentina merupakan tim besar serta kuat. Tapi, ini tidak berlaku di Piala Dunia Wanita.
Para srikandi Argentina tidak sekuat Lionel Messi dkk. Terbukti selama mengikuti kompetisi ini, langkah Albicelestes tidak bisa melewati penyisihan grup. Bahkan, pada edisi 2011 dan 2015, mereka gagal lolos kualifikasi. Sementara itu, para skrikandi Inggris bisa sedikit mengimbangi tim pria. Mereka mampu mencatat prestasi bagus dengan menembus perempat final hingga tiga kali beruntun.
Bahkan, pada perhelatan 2015, tim yang kini diasuh Phil Neville itu bisa merebut juara tiga. Hasil pada laga pertama Grup D ikut memperlihatkan perbedaan kekuatan keduanya. Inggris mengawali kiprahnya dengan melibas Skotlandia 2-1 lewat penalti Nikita Parris dan gol Ellen White. Sementara Argentina hanya bermain kacamata kontra Jepang yang merupakan runner-up empat tahun silam. Namun, semua itu tidak membuat Inggris besar kepala. Mereka menyatakan tetap menganggap serius Argentina.
“Saya rasa semua orang dalam turnamen ini punya misi tersendiri. Karena itu, kami pastinya tidak akan meremehkan tim mana pun,” ucap kiper Inggris Karen Bardsley dilansir skysport. Bardsley menilai, walau Inggris pernah melumat Argentina 6-1 saat penyisihan grup Piala Dunia Wanita 2007, bukan berarti hal serupa akan terulang.
Menurutnya akan sangat berisiko jika tetap menganggap wakil Amerika Latin itu sebagai tim lemah. “Saya rasa kami harus bersiap menghadapi segala kemungkinan. Kami harus menganggap ini seperti melawan tim papan atas. Kami harus mewaspadai dengan apa yang bisa saja terjadi di lapangan,” ujar Bardsley.
Alasan Bardsley meminta kepada rekan-rekannya untuk tidak menganggap remeh lawan, karena Argentina memiliki pemain yang merumput bersama klub besar Eropa di antaranya Soledad Jaimes yang merupakan ujung tombak Olympique Lyon. “Sudah sangat jelas kami tidak boleh meremehkan para pemain tersebut. Tidak perlu diragukan lagi bahwa Argentina merupakan tim bagus, terlebih jika Anda bisa mengimbangi tim hebat macam Jepang,” tutur Bardsley.
Sesuai ucapan Bardsley, tidak ada alasan bagi Inggris memandang Argentina sebelah mata. Apalagi armada Carlos Borrello diyakini bakal mengerahkan segenap kemampuan untuk meraih poin penuh agar upaya peluang melaju ke fase 16 besar tetap terbuka.
Selain itu, Argentina juga pernah unjuk kebolehan dengan mengalahkan Uruguay 3-1 pada laga persahabatan di Estadio Provincial Juan Gilberto Funes pada 24 Mei lalu. Saat itu Argentina memborong dulu tiga gol di antaranya atas nama Jaimes.
Bila pertemuan ini terjadi antara tim pria, duel yang akan berlangsung di Stade Oceane, Prancis, dini hari nanti, pastinya bakal menjadi laga yang sangat dinanti. Soalnya, Inggris dan Argentina merupakan tim besar serta kuat. Tapi, ini tidak berlaku di Piala Dunia Wanita.
Para srikandi Argentina tidak sekuat Lionel Messi dkk. Terbukti selama mengikuti kompetisi ini, langkah Albicelestes tidak bisa melewati penyisihan grup. Bahkan, pada edisi 2011 dan 2015, mereka gagal lolos kualifikasi. Sementara itu, para skrikandi Inggris bisa sedikit mengimbangi tim pria. Mereka mampu mencatat prestasi bagus dengan menembus perempat final hingga tiga kali beruntun.
Bahkan, pada perhelatan 2015, tim yang kini diasuh Phil Neville itu bisa merebut juara tiga. Hasil pada laga pertama Grup D ikut memperlihatkan perbedaan kekuatan keduanya. Inggris mengawali kiprahnya dengan melibas Skotlandia 2-1 lewat penalti Nikita Parris dan gol Ellen White. Sementara Argentina hanya bermain kacamata kontra Jepang yang merupakan runner-up empat tahun silam. Namun, semua itu tidak membuat Inggris besar kepala. Mereka menyatakan tetap menganggap serius Argentina.
“Saya rasa semua orang dalam turnamen ini punya misi tersendiri. Karena itu, kami pastinya tidak akan meremehkan tim mana pun,” ucap kiper Inggris Karen Bardsley dilansir skysport. Bardsley menilai, walau Inggris pernah melumat Argentina 6-1 saat penyisihan grup Piala Dunia Wanita 2007, bukan berarti hal serupa akan terulang.
Menurutnya akan sangat berisiko jika tetap menganggap wakil Amerika Latin itu sebagai tim lemah. “Saya rasa kami harus bersiap menghadapi segala kemungkinan. Kami harus menganggap ini seperti melawan tim papan atas. Kami harus mewaspadai dengan apa yang bisa saja terjadi di lapangan,” ujar Bardsley.
Alasan Bardsley meminta kepada rekan-rekannya untuk tidak menganggap remeh lawan, karena Argentina memiliki pemain yang merumput bersama klub besar Eropa di antaranya Soledad Jaimes yang merupakan ujung tombak Olympique Lyon. “Sudah sangat jelas kami tidak boleh meremehkan para pemain tersebut. Tidak perlu diragukan lagi bahwa Argentina merupakan tim bagus, terlebih jika Anda bisa mengimbangi tim hebat macam Jepang,” tutur Bardsley.
Sesuai ucapan Bardsley, tidak ada alasan bagi Inggris memandang Argentina sebelah mata. Apalagi armada Carlos Borrello diyakini bakal mengerahkan segenap kemampuan untuk meraih poin penuh agar upaya peluang melaju ke fase 16 besar tetap terbuka.
Selain itu, Argentina juga pernah unjuk kebolehan dengan mengalahkan Uruguay 3-1 pada laga persahabatan di Estadio Provincial Juan Gilberto Funes pada 24 Mei lalu. Saat itu Argentina memborong dulu tiga gol di antaranya atas nama Jaimes.
(don)