Demi Olimpiade 2020 Greysia/Apriyani Tancap Gas di Indonesia Open

Rabu, 17 Juli 2019 - 07:54 WIB
Demi Olimpiade 2020...
Demi Olimpiade 2020 Greysia/Apriyani Tancap Gas di Indonesia Open
A A A
JAKARTA - Duet ganda putri Indonesia Greysia Polii/Apriyani Rahayu ngotot berjuang masuk rangking 4 dunia BWF menjelang perhelatan Olimpiade Tokyo 2020. Karena itu, ganda putri terbaik Indonesia saat ini tersebut langsung tancap gas meraih poin sebanyak-banyaknya di kualifikasi Olimpiade, termasuk Turnamen BWF Indonesia Open 2019.

Ada alasan tersendiri mengapa juara India Open 2019 itu ngotot menembus rangking 4 dunia. Dengan menempati posisi rangking 4 dunia akan menguntungkan Greysia/Apriyani dalam penentuan undian di Olimpiade 2020. "Sekarang sepertinya semua mau ikut (turnamen), kami harus tancap gas dari awal,"kata Greysia seperti dikutip dari Badmintonindonesia.org

Duet peringkat kelima dunia itu memastikan lolos ke babak kedua Indonesia Open 2019 setelah menyikat ganda Jepang, Ayako Sakuramoto/Yukiko Takahata dalam dua game 21-15, 21-16. Dengan lolos ke babak kedua akan menambah poin Greysia/Apriyani untuk mengamankan posisinya.

"Puji Tuhan kami bisa melewati babak ini, kami memang mau melewati babak demi babak dan fokus ke pertandingan selanjutnya. Kami lebih ke kondisi psikis, lawan belum siap menghadapi angin, dan penonton kasih semangat. Dari segi teknik, kami tidak boleh lengah dari pasangan Jepang, dari fisik juga," kata Greysia.

Di babak kedua, Greysia/Apriyani akan berhadapan dengan Jongkolphan Kititharakul/Rawinda Prajongjai (Thailand) atau Kim So Yeong/Kong Hee Yong (Korea Selatan).

Pasangan ganda putri dunia lainnya pun berlomba-lomba untuk mendongkrak peringkat dengan mengikuti turnamen-turnamen yang sudah masuk dalam penghitungan poin Olimpiade. Tak heran jika para ganda putri Jepang yang memenuhi peringkat sepuluh besar dunia, juga ambil bagian dalam turnamen level super 300.

"Turnamen super 300 sekarang rasanya sama dengan super 1000. Karena mau olimpiade, pasangan Jepang saja bersaing dengan sesama pemain dari negara mereka sendiri. Sedangkan kami bersaing dengan diri sendiri dan pemain negara lain. Mereka bersaing untuk mendapatkan posisi kami, bukan cuma kami yang merasakan, pemain negara lain pun juga merasakan hal ini," jelas Greysia.
(aww)
Berita Terkait
Hasil Final Indonesia...
Hasil Final Indonesia Open 2024: China Borong 4 Gelar, Korea Bawa Pulang 1 Gelar
Daftar Wakil Indonesia...
Daftar Wakil Indonesia di Turnamen Bulu Tangkis Malaysia Open 2022
Indonesia Kirim 16 Wakil...
Indonesia Kirim 16 Wakil ke Turnamen Bulu Tangkis French Open 2025
Daftar Lengkap Wakil...
Daftar Lengkap Wakil Indonesia di Indonesia Open 2023: Minions Mundur
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2024: Sejarah, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin Juara Ganda Campuran
Resmi, Turnamen Bulu...
Resmi, Turnamen Bulu Tangkis Singapore Open 2021 Batal Digelar
Berita Terkini
Pesan Menyentuh dan...
Pesan Menyentuh dan Akhir Perjalanan Jordan Henderson di Piala Dunia 2026
8 jam yang lalu
IRRA 2026 Usung Semangat...
IRRA 2026 Usung Semangat Rally Dakar, Targetkan 100 Kendaraan
9 jam yang lalu
Aksi Sengit MotoGP Jerman...
Aksi Sengit MotoGP Jerman 2026 Siap Dimulai, Simak Jadwal Balapannya di VISION+
9 jam yang lalu
WorldSBK Inggris Siap...
WorldSBK Inggris Siap Digelar, Cek Jadwal dan Link Nontonnya di VISION+
9 jam yang lalu
AS dan Portugal Tersingkir,...
AS dan Portugal Tersingkir, Tiket Perempat Final Piala Dunia 2026 Ambruk
10 jam yang lalu
Jurnalis Argentina Dituding...
Jurnalis Argentina Dituding Jadi Pelakor, Istri Messi: Abaikan Omong Kosong Itu!
11 jam yang lalu
Infografis
7 Negara Penghafal Alquran...
7 Negara Penghafal Alquran Terbanyak di Dunia, Indonesia Peringkat Berapa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved