Vinales Jadikan Kegagalan Sentuh Garis Finis sebagai Pengalaman Berharga
Minggu, 27 Oktober 2019 - 14:32 WIB
Vinales Jadikan Kegagalan Sentuh Garis Finis sebagai Pengalaman Berharga
A
A
A
PHILLIP ISLAND - Maverick Vinales mengklaim jika dirinya tidak menyesal setelah upayanya memertahankan kemenangan di Grand Prix Australia gagal terwujud lantaran pembalap tim Monster Energy Yamaha terjatuh pada lap terakhir. Insiden itu membuat Marc Marquez keluar sebagai pemenang pada balapan seri 17 MotoGP musim ini.
Penampilan Vinales selama mengaspal di Sirkuit Phillip Island sempat menimbulkan perasaan positif buat tim Yamaha. Betapa tidak, dalam tiga sesi latihan bebas, dia berhasil keluar sebagai yang tercepat. (Baca juga: Dramatis, Marquez Permalukan Vinales di Lap Terakhir MotoGP Australia )
Bahkan sebelum balapan berlangsung, Vinales masih menjaga dominasinya dengan merebut pole position usai mencatatkan waktu tercepat di kualifikasi. Penampilan pembalap berjuluk Top Gun itu makin terasa kala balapan dimulai.
Meski sempat kehilangan posisi terdepan, namun Vinales berhasil mengambil alih balapan. Sayang, di lap terakhir rekan setim Valentino Rossi gagal menyentuh garis finis setelah kehilangan keseimbangan pada bagian belakang M1. (Baca juga: Keberanian Marquez Bertaruh Ban, Pantang Menyerah hingga Naik Podium di MotoGP Australia )
Akibatnya, Vinales terjatuh dan terlempar ke pinggir lintasan. Dia tidak mampu melanjutkan balapan. "Sebenarnya, saya sangat senang karena saya memberikan yang terbaik setiap putaran dan hari ini bagi saya adalah kemenangan atau tidak sama sekali," kata Vinales, pasca balapan dikutip dari Crash, Minggu (27/10/2019).
Vinales menambahkan bahwa dirinya mencoba untuk melepaskan diri ketika Marquez terus menerornya dengan selisih 0,2 detik. Dia pun sempat berpikir jika akan menunggu hingga lap terakhir, karena ia memahami juara dunia MotoGP bakal menyusulnya saat berada di trek lurus dan itu normal.
Lebih jauh, Marquez mencoba memainkan kelebihannya. "Saya mencoba menghemat sedikit ban dan di sektor tiga saya bisa menutup celah. Di pinggir jalan atau tidak, saya berencana masuk tanpa rem untuk melihat apa yang terjadi. Jadi jika kecelakaan itu bukan di atas Lukey Heights, mungkin sepuluh meter kemudian! Hari ini adalah perlombaan untuk menang, bukan untuk menjadi yang kedua. Saya memiliki kesempatan, jadi saya mencoba."
"Tapi saya mengerti cara bertarung dengan Yamaha. Jadi jika kali ini saya jatuh, mungkin lain kali saya bisa membuat serangan itu berhasil. Kita akan lihat. Hari ini penting untuk dipelajari," pungkas Vinales.
Kegagalan ini membuat persaingan perebutan posisi ketiga semakin panas. Saat ini Vinales terlempar ke urutan keempat dengan raihan 176 poin. Dia berada di belakang Alex Rins dengan tertinggal tujuh angka.
Penampilan Vinales selama mengaspal di Sirkuit Phillip Island sempat menimbulkan perasaan positif buat tim Yamaha. Betapa tidak, dalam tiga sesi latihan bebas, dia berhasil keluar sebagai yang tercepat. (Baca juga: Dramatis, Marquez Permalukan Vinales di Lap Terakhir MotoGP Australia )
Bahkan sebelum balapan berlangsung, Vinales masih menjaga dominasinya dengan merebut pole position usai mencatatkan waktu tercepat di kualifikasi. Penampilan pembalap berjuluk Top Gun itu makin terasa kala balapan dimulai.
Meski sempat kehilangan posisi terdepan, namun Vinales berhasil mengambil alih balapan. Sayang, di lap terakhir rekan setim Valentino Rossi gagal menyentuh garis finis setelah kehilangan keseimbangan pada bagian belakang M1. (Baca juga: Keberanian Marquez Bertaruh Ban, Pantang Menyerah hingga Naik Podium di MotoGP Australia )
Akibatnya, Vinales terjatuh dan terlempar ke pinggir lintasan. Dia tidak mampu melanjutkan balapan. "Sebenarnya, saya sangat senang karena saya memberikan yang terbaik setiap putaran dan hari ini bagi saya adalah kemenangan atau tidak sama sekali," kata Vinales, pasca balapan dikutip dari Crash, Minggu (27/10/2019).
Vinales menambahkan bahwa dirinya mencoba untuk melepaskan diri ketika Marquez terus menerornya dengan selisih 0,2 detik. Dia pun sempat berpikir jika akan menunggu hingga lap terakhir, karena ia memahami juara dunia MotoGP bakal menyusulnya saat berada di trek lurus dan itu normal.
Lebih jauh, Marquez mencoba memainkan kelebihannya. "Saya mencoba menghemat sedikit ban dan di sektor tiga saya bisa menutup celah. Di pinggir jalan atau tidak, saya berencana masuk tanpa rem untuk melihat apa yang terjadi. Jadi jika kecelakaan itu bukan di atas Lukey Heights, mungkin sepuluh meter kemudian! Hari ini adalah perlombaan untuk menang, bukan untuk menjadi yang kedua. Saya memiliki kesempatan, jadi saya mencoba."
"Tapi saya mengerti cara bertarung dengan Yamaha. Jadi jika kali ini saya jatuh, mungkin lain kali saya bisa membuat serangan itu berhasil. Kita akan lihat. Hari ini penting untuk dipelajari," pungkas Vinales.
Kegagalan ini membuat persaingan perebutan posisi ketiga semakin panas. Saat ini Vinales terlempar ke urutan keempat dengan raihan 176 poin. Dia berada di belakang Alex Rins dengan tertinggal tujuh angka.
(bbk)