Clijsters tidak menyesal kalah di Wimbledon terakhir
Selasa, 03 Juli 2012 - 17:32 WIB
Clijsters tidak menyesal kalah di Wimbledon terakhir
A
A
A
Sindonews.com - Kim Clijsters bergegas meninggalkan lapangan 3 All England Club. Sambil berjalan tertunduk, mantan petenis nomor satu dunia asal Belgia itu mengempit tas perlengkapan pertandingan. Sesekali ia membalas sambutan penonton dengan lambaian tangan.
Lambaian tangannya itu menjadi akhir kiprah yang menyedihkan bagi Clijsters di grand slam Wimbledon. Ya, Clijsters mengakhiri penampilannya di grand slam Wimbledon dengan kekalahan setelah menyerah kepada Angelique Kerber dari Jerman dengan skor telak 6-1, 6-1 di babak keempat. Akhir tahun ini, Clijsters memutuskan untuk pensiun.
Sebelum pensiun, Clijsters masih akan membela negaranya di Olimpiade London. Kebetulan, pertandingan tenis akan dimainkan di lapangan All England Club akhir bulan ini. ''Saya tidak ingin menyesal mengenai apa pun. Maksud saya, saya tahu setiap saat saya bermain di sini saya memberikan yang terbaik. Itulah yang bisa saya lakukan,’’kata Clijster.
Clijsters yang memiliki seorang anak itu mengaku tidak pernah menyesal dengan akhir penampilannya di grand slam dinodai kekalahan. ’’Suatu hari (hasilnya) bisa bagus, suatu hari luar biasa, dan suatu ketika tidak bagus. Dan, untuk itu saya tidak pernah menyesal. Saya tidak pernah mengatakan saya tidak bekerja keras atau saya tidak pernah berlatih maksimal,’’tutur Clijsters. ’’So, saya pikir saya tidak pernah menyesal ketika saya pergi.’’
Laga terakhir Clijsters di grand slam Wimbledon tidak digelar di lapangan utama (center court), tapi di lapangan 3 yang lebih kecil. Namun, ia tidak mempermasalahkan. Ia hanya mengucapkan selamat tinggal yang disambut tepuk tangan penonton ketika meninggalkan lapangan. ‘’Apa yang saya pikir tetap pertandingan,’’katanya.
Prestasi terbaik Clijsters di Wimbledon adalah menembus babak semifinal pada 2003 dan 2006. Selebihnya, ia hanya bertahan di babak perempat final pada 2010, tiga kali babak keempat, dan dua kali babak kedua.
Lambaian tangannya itu menjadi akhir kiprah yang menyedihkan bagi Clijsters di grand slam Wimbledon. Ya, Clijsters mengakhiri penampilannya di grand slam Wimbledon dengan kekalahan setelah menyerah kepada Angelique Kerber dari Jerman dengan skor telak 6-1, 6-1 di babak keempat. Akhir tahun ini, Clijsters memutuskan untuk pensiun.
Sebelum pensiun, Clijsters masih akan membela negaranya di Olimpiade London. Kebetulan, pertandingan tenis akan dimainkan di lapangan All England Club akhir bulan ini. ''Saya tidak ingin menyesal mengenai apa pun. Maksud saya, saya tahu setiap saat saya bermain di sini saya memberikan yang terbaik. Itulah yang bisa saya lakukan,’’kata Clijster.
Clijsters yang memiliki seorang anak itu mengaku tidak pernah menyesal dengan akhir penampilannya di grand slam dinodai kekalahan. ’’Suatu hari (hasilnya) bisa bagus, suatu hari luar biasa, dan suatu ketika tidak bagus. Dan, untuk itu saya tidak pernah menyesal. Saya tidak pernah mengatakan saya tidak bekerja keras atau saya tidak pernah berlatih maksimal,’’tutur Clijsters. ’’So, saya pikir saya tidak pernah menyesal ketika saya pergi.’’
Laga terakhir Clijsters di grand slam Wimbledon tidak digelar di lapangan utama (center court), tapi di lapangan 3 yang lebih kecil. Namun, ia tidak mempermasalahkan. Ia hanya mengucapkan selamat tinggal yang disambut tepuk tangan penonton ketika meninggalkan lapangan. ‘’Apa yang saya pikir tetap pertandingan,’’katanya.
Prestasi terbaik Clijsters di Wimbledon adalah menembus babak semifinal pada 2003 dan 2006. Selebihnya, ia hanya bertahan di babak perempat final pada 2010, tiga kali babak keempat, dan dua kali babak kedua.
(aww)