Cech: Mancini harus atur ego pemain
Selasa, 17 Juli 2012 - 10:42 WIB
Cech: Mancini harus atur ego pemain
A
A
A
Sindonews.com – Kiper Chelsea Petr Cech memperingatkan pelatih Manchester City Robeto Mancini untuk bisa mengendalikan ego para pemainnya.
Seperti diketahui pada musim sebelumnya, ruang ganti The Citizens sempat menjadi pembicaraan hangat saat beberapa pemain City saling terlibat pertengkaran. Salah satunya kasus baku hantam antara striker Mario Balotelli dengan Micah Richard pada Desember 2011 lalu.
Menurut Cech, Mancini perlu mengatur ego setiap pemainnya agar suasana diruang ganti City dapat berjalan kondusif. Hal tersebut berdampak besar bagi The Citizens untuk bisa mempertahankan gelar jawara Liga Premier Inggris pada musim depan.
“Masalah itu ada di tangan mereka sendiri, bagaimana mereka menyelesaikan masalah keegoisan dari pemain besar yang dimiliki tim itu dan itu terserah mereka,” ungkap Cech seperti dikutip Sport Mole, Selasa (17/7/2012)
“Apabila mereka berhasil mengatur ego mereka dan mampu mengontrol setiap orang, itu akan membuat mereka menjadi lawan terberat kami untuk memenangi gelar Liga Premier Inggris,” tambahnya.
Seperti diketahui pada musim sebelumnya, ruang ganti The Citizens sempat menjadi pembicaraan hangat saat beberapa pemain City saling terlibat pertengkaran. Salah satunya kasus baku hantam antara striker Mario Balotelli dengan Micah Richard pada Desember 2011 lalu.
Menurut Cech, Mancini perlu mengatur ego setiap pemainnya agar suasana diruang ganti City dapat berjalan kondusif. Hal tersebut berdampak besar bagi The Citizens untuk bisa mempertahankan gelar jawara Liga Premier Inggris pada musim depan.
“Masalah itu ada di tangan mereka sendiri, bagaimana mereka menyelesaikan masalah keegoisan dari pemain besar yang dimiliki tim itu dan itu terserah mereka,” ungkap Cech seperti dikutip Sport Mole, Selasa (17/7/2012)
“Apabila mereka berhasil mengatur ego mereka dan mampu mengontrol setiap orang, itu akan membuat mereka menjadi lawan terberat kami untuk memenangi gelar Liga Premier Inggris,” tambahnya.
(wbs)