Berlaga di Olimpiade, Moe tak bisa puasa
Jum'at, 20 Juli 2012 - 14:08 WIB
Berlaga di Olimpiade, Moe tak bisa puasa
A
A
A
Sindonews.com -- Sbihi Moe, seorang atlet dayung asal Inggris, sumringah karena terpilih untuk memperkuat negaranya di Olimpiade London 2012. Namun, kegembirannya memudar saat Moe sadar bahwa pelaksanaaan Olimpiade London bertepatan dengan bulan Ramadhan.
Sebagai seorang Muslim yang taat, ia sadar untuk tidak boleh makan atau minum di siang hari selama bulan Ramadhan. Moe merupakan pria keturunan Maroko yang tinggal di Inggris. Ayahnya berasal dari Maroko sementara ibunya berasal dari Inggris. Ia sadar jika berpuasa, maka akan mempengaruhi performanya selama mendayung di olimpiade.
Seperti yang dilansir Sport 360, karena taqwanya Moe pada agamanya, Ia lalu berkonsultasi kepada seorang ulama. Sang ulama mengatakan, jika Moe tidak bisa berpuasa di bulan Ramadhan, maka harus menggantinya di hari lain. Dan dia akhirnya mendapat inspirasi dari kisah kiper asal Maroko Badou Zaki yang bermain di klub Real Mallorca, La Liga Spanyol. Badou adalah seorang Muslim, namun tidak pernah berpuasa selama Ramadhan. Namun, setiap tahun ia pergi ke Maroko untuk memberi makanan untuk orang miskin sebagai ganti atas puasanya.
Akhirnya, Moe memutuskan akan mengikuti langkah Badou. Yaitu dengan mengganti puasanya dengan menyediakan makanan untuk 60 orang fakir miskin setiap harinya. Namun dalam lubuk hatinya, ia sebenarnya sangat merindukan puasa Ramadhan.
Mendengar saran itu, Moe mencari solusi lain agar dia masih bisa mendayung dengan baik serta juga tidak melanggar perintah agamanya. Jadi musim panas ini, ada sekitar 1.800 orang di Maroko yang akan mendapatkan sumbangan makan dari pendayung Inggris ini.
Sebagai seorang Muslim yang taat, ia sadar untuk tidak boleh makan atau minum di siang hari selama bulan Ramadhan. Moe merupakan pria keturunan Maroko yang tinggal di Inggris. Ayahnya berasal dari Maroko sementara ibunya berasal dari Inggris. Ia sadar jika berpuasa, maka akan mempengaruhi performanya selama mendayung di olimpiade.
Seperti yang dilansir Sport 360, karena taqwanya Moe pada agamanya, Ia lalu berkonsultasi kepada seorang ulama. Sang ulama mengatakan, jika Moe tidak bisa berpuasa di bulan Ramadhan, maka harus menggantinya di hari lain. Dan dia akhirnya mendapat inspirasi dari kisah kiper asal Maroko Badou Zaki yang bermain di klub Real Mallorca, La Liga Spanyol. Badou adalah seorang Muslim, namun tidak pernah berpuasa selama Ramadhan. Namun, setiap tahun ia pergi ke Maroko untuk memberi makanan untuk orang miskin sebagai ganti atas puasanya.
Akhirnya, Moe memutuskan akan mengikuti langkah Badou. Yaitu dengan mengganti puasanya dengan menyediakan makanan untuk 60 orang fakir miskin setiap harinya. Namun dalam lubuk hatinya, ia sebenarnya sangat merindukan puasa Ramadhan.
Mendengar saran itu, Moe mencari solusi lain agar dia masih bisa mendayung dengan baik serta juga tidak melanggar perintah agamanya. Jadi musim panas ini, ada sekitar 1.800 orang di Maroko yang akan mendapatkan sumbangan makan dari pendayung Inggris ini.
(wbs)