Hope Solo akui keberadaan seks liar Olimpiade
Jum'at, 20 Juli 2012 - 15:03 WIB
Hope Solo akui keberadaan seks liar Olimpiade
A
A
A
Sindonews.com - Olimpiade menjadi pertarungan supremasi atas nama negara dan predikat prestisius individu.Segala upaya dilakukan para atlet terpilih untuk memberikan hasil terbaik.Namun,pesta olahraga multievent empat tahunan itu pun kerap dijadikan ajang mencari pasangan hidup,bahkan seks bebas. Bahkan hal tersebut diamini oleh kiper timnas sepakbola Amerika Serikat, Hope Solo.
Dituturkannya, di Olimpiade 2008 di Beijing, para atlet seperti sudah terbiasa dan leluasa melakukan hubungan seks di perkampungan atlet. Dari pengalaman itu Hope yakin hal serupa akan kembali terjadi di London.
"Akan ada banyak aktivitas seks di Olimpiade. Saya sebelumnya menyaksikan bagaimana orang-orang melakukan hal itu, bahkan di tempat terbuka seperti rerumputan atau lorong-lorong bangunan," beber Hope seperti yang dilansir wagrankings, Jumat (20/7/2012).
Hope sendiri tidak menampik dirinya turut menjadi bagian dari skandal itu. Malah wanita yang sukses membawa tim AS merebut medali emas di Olimpaide lalu mengaku senang punya kesempatan merasakan pengalaman 'liar' tersebut.
"Ini bisa jadi pengalaman sekali seumur hidup baik dari sisi seksual, pesta dan prestasi di lapangan, akan berbaur di kampung atlet" sambung wanita 30 tahun itu dikutip .
Atas pengakuan dari Hope itu panitia Olimpiade London 2012 langsung mengambil langkah antispatisif dengan membagikan ribuan kondom di sekitar perkampungan atlet. Olimpiade London 2012,panitia penyelenggara telah menyiapkan sekitar 150.000 kondom dalam upaya mengampanyekan seks sehat.
Menurut data yang dilansir Mirror, saat pelaksanaan Olimpiade Sydney 2000, sekitar 70.000 kondom yang disediakan panitia harus ditambah sebanyak 20.000 lagi karena banyaknya permintaan. Sementara di Olimpiade China sebanyak 100.000 kondom habis hanya dalam waktu dua pekan. Sebanyak 100.000 kondom yang telah dipersiapkan diperkirakan akan mengalami kekurangan jika dilihat dari jejak tahun ke tahun.
Sejumlah media massa di Inggris bahkan menulis setidaknya 150.000 kondom harus disediakan untuk acara yang akan digelar sejak Jumat (27/7). Sejauh ini,Durex yang juga merupakan bagian dari Reckii Benckisser Group dan terdaftar sebagai salah satu sponsor resmi Olimpiade telah melakukan kontrak sebesar USD1,6 miliar untuk menyukseskan acara tersebut.
Kebutuhan kondom di Olimpiade menjadi sebuah rutin yang tak dapat dipisahkan. Sekitar 10.000 atlet yang akan bertarung di Inggris Raya itu akan mendapatkan kondom secara cumacuma.
Dituturkannya, di Olimpiade 2008 di Beijing, para atlet seperti sudah terbiasa dan leluasa melakukan hubungan seks di perkampungan atlet. Dari pengalaman itu Hope yakin hal serupa akan kembali terjadi di London.
"Akan ada banyak aktivitas seks di Olimpiade. Saya sebelumnya menyaksikan bagaimana orang-orang melakukan hal itu, bahkan di tempat terbuka seperti rerumputan atau lorong-lorong bangunan," beber Hope seperti yang dilansir wagrankings, Jumat (20/7/2012).
Hope sendiri tidak menampik dirinya turut menjadi bagian dari skandal itu. Malah wanita yang sukses membawa tim AS merebut medali emas di Olimpaide lalu mengaku senang punya kesempatan merasakan pengalaman 'liar' tersebut.
"Ini bisa jadi pengalaman sekali seumur hidup baik dari sisi seksual, pesta dan prestasi di lapangan, akan berbaur di kampung atlet" sambung wanita 30 tahun itu dikutip .
Atas pengakuan dari Hope itu panitia Olimpiade London 2012 langsung mengambil langkah antispatisif dengan membagikan ribuan kondom di sekitar perkampungan atlet. Olimpiade London 2012,panitia penyelenggara telah menyiapkan sekitar 150.000 kondom dalam upaya mengampanyekan seks sehat.
Menurut data yang dilansir Mirror, saat pelaksanaan Olimpiade Sydney 2000, sekitar 70.000 kondom yang disediakan panitia harus ditambah sebanyak 20.000 lagi karena banyaknya permintaan. Sementara di Olimpiade China sebanyak 100.000 kondom habis hanya dalam waktu dua pekan. Sebanyak 100.000 kondom yang telah dipersiapkan diperkirakan akan mengalami kekurangan jika dilihat dari jejak tahun ke tahun.
Sejumlah media massa di Inggris bahkan menulis setidaknya 150.000 kondom harus disediakan untuk acara yang akan digelar sejak Jumat (27/7). Sejauh ini,Durex yang juga merupakan bagian dari Reckii Benckisser Group dan terdaftar sebagai salah satu sponsor resmi Olimpiade telah melakukan kontrak sebesar USD1,6 miliar untuk menyukseskan acara tersebut.
Kebutuhan kondom di Olimpiade menjadi sebuah rutin yang tak dapat dipisahkan. Sekitar 10.000 atlet yang akan bertarung di Inggris Raya itu akan mendapatkan kondom secara cumacuma.
(wbs)