Krisis finansial klub coreng citra IPL

Minggu, 22 Juli 2012 - 17:40 WIB
Krisis finansial klub...
Krisis finansial klub coreng citra IPL
A A A
Sindonews.com - Indonesian Premier League (IPL) baru saja rampung namun berbagai persoalan menghiasi selama pelaksanaan IPL musim 2011/2012 berlangsung. Kompetsisi yang digelar selama enam bulan dan berada di bawah otoritas resmi PSSI ini ternyata masih jauh dari cerminan kompetisi modern.

Beragam persoalan justru muncul lebih kompleks dibanding sebelumnya. Paling kentara adalah krisis massal yang melanda klub anggota IPL, terutama yang sahamnya dikuasai Konsorsium Liga Primer Indonesia (LPI). Hanya beberapa klub saja yang tidak mengalami krisis finansial, dan mereka adalah tim dengan investor atau dengan basis supporter besar, seperti Arema FC, Semen Padang, hingga Persebaya Surabaya.

Krisis parah melanda hampir semua klub yang semula rencananya didanai Konsorsium LPI. Krisis finansial ini menjadi isu sentral yang memperburuk citra IPL. Walau urusan keuangan klub adalah tanggungjawab Konsorsium LPI, tapi tidak salah jika nama IPL yang kemudian terkena getahnya.

IPL berada satu payung dengan Konsorsium LPI dan publik sudah sangat paham itu. Keputusan konsorsium memborong saham klub-klub anggota IPL berbuah blunder dengan macetnya pendanaan. Ini yang membuat IPL turun gengsi dan semakin mendapat sinisme publik.

Format pengelolaan klub modern berbasis profit oriented yang digembar-gemborkan beberapa waktu lalu, ternyata nol besar. Sangat ironis jika mengingat keberadaan LPI alias cikal bakal IPL pada 2010 lalu, adalah sebagai solusi kemandirian klub. Nyatanya ketika LPI dan kemudian IPL pegang kendali, kerusakan justru semakin parah. Konsep itu telah gagal dijalankan.

Tak hanya terkait finansial, sistem di kompetisi juga hancur lebur. PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) sebagai operator liga habis wibawa karena banyaknya kontroversi di tubuh kompetisi. Urusan wasit, aturan, hingga keputusan yang tidak jelas menjadi pemicunya.

“Kalau bicara PT LPIS, entah berapa kekecewaan yang harus kami utarakan. Bahkan mungkin kami bisa menyatakan bermusuhan dengan PT LPIS. Kami terlalu banyak dirugikan. Sebagai operator liga, mereka sangat buruk,” ucap Media Officer Arema FC Noor Ramadhan, Minggu (22/7/2012).

Sebelumnya buruknya penyelenggaraan perhelatan perdana IPL di bawah payung PSSI pimpinan Djohar Arifin Husin diakui memang berjalan buruk dan membutuhkan lebih banyak kritik. “Saya mencermati penyelenggaraan liga masih butuh kritik dan perbaikan, baik dalam penyelenggaraan pertandingan, koordinasi dengan pihak aparat terkait, klub, sponsor, dan televisi. Memang, ada beberapa pertandingan yang WO,dan pastinya ada kekecewaan dari pihak sponsor dan juga televisi,” ungkap CEO PT LPIS Widjajanto.
(akr)
Berita Terkait
Raih Pendanaan Seri...
Raih Pendanaan Seri E USD2,3 Miliar, MPL Ekspansi ke AS
Mau Pulsa dan Token...
Mau Pulsa dan Token Listrik, Rasakan Sensasi Main Game MPL
MPL Makin Gencar Promosikan...
MPL Makin Gencar Promosikan Esports di Indonesia
Platform Esports MPL...
Platform Esports MPL Dapat Suntikan Dana
Premier League Trophy...
Premier League Trophy Tour Bersama Legend Sepak Bola Inggris Robbie Fowler
Wolverhampton Wanderers...
Wolverhampton Wanderers Dipastikan Degradasi dari Premier League
Berita Terkini
Legenda Liverpool Kevin...
Legenda Liverpool Kevin Keegan Meninggal Dunia di Usia 75 tahun
1 jam yang lalu
Jalanan Memerah, 2 Juta...
Jalanan Memerah, 2 Juta Suporter Spanyol Turun ke Jalan Rayakan Gelar Piala Dunia 2026
2 jam yang lalu
Nico Williams Hadiahkan...
Nico Williams Hadiahkan Medali Emas Piala Dunia 2026 untuk Sang Ibunda
3 jam yang lalu
Argentina Terancam Sanksi...
Argentina Terancam Sanksi FIFA, Hukuman Berat Menanti usai Ricuh di Final Piala Dunia 2026
8 jam yang lalu
Terlibat Keributan,...
Terlibat Keributan, Keluarga Pemain Timnas Argentina Ditangkap Polisi AS
9 jam yang lalu
JJ All Star 2026 Jadi...
JJ All Star 2026 Jadi Awal Kebangkitan Equestrian Nasional
15 jam yang lalu
Infografis
Rupiah Jeblok ke Level...
Rupiah Jeblok ke Level Terendah Sejak Krisis 1998
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved