Kesamaan nomor punggung dari tanggal lahir
Rabu, 25 Juli 2012 - 14:18 WIB
Kesamaan nomor punggung dari tanggal lahir
A
A
A
Sindonews.com – Nomor punggung pemain sepak bola sangat berperan penting dan sangat berpengaruh bagi para pemain sepak bola. Selain itu, nomor punggung juga mempunyai arti dan kebanggaan tersendiri bagi para pemain tersebut.
Menariknya, para pemain Persib berikut ini memiliki persamaan yakni diambil dari tanggal kelahiran. Berawal dari kelahiran, berikut kiasan-kiasan menarik tentang nomor punggung pemain Persib.
Bek sayap kanan Persib Zulkifli Syukur, selalu menggunakan nomor punggung kesayangannya yaitu 3. Saat ditransfer dari Arema, pemain asal Makassar itu memang tidak terghantikan perannya di lini belakang Maung Bandung – julukan Persib. Saat masih berkostum Singo Edan – julukan Arema, pemain yang akrab disapa Zul ini memang sudah mengenakan nomor punggung 3.
Pemakaian nomor punggung 3 sendiri kerap dinilai jarang digunakan oleh pemain inti. Beberapa hal lain menyatakan, nomor ini biasanya tidak disukai. Namun, berbeda dengan pemain berusia 28 tahun. Di Persib, sosok kelahiran 3 Mei 1984 ini menjadi andalan di lini belakang.
Sama halnya dengan penjaga gawang Dadang Sudrajat. Pria kelahiran Bandung 22 Maret 1979 ini memilih nomor punggung 22. Sebagai kiper pelapis, Dadang memang sedikit tampil di musim ini. Namun, di balik nomor punggungnay tersebut, Dadang sempat mengenakan nomor 32 di musim sebelumnya.
Begitu juga dengan bek muda yang diboyong dari Persiku Kudus awal musim ini, Rian Permana. Rian mengenakan nomor 25 yang juga memiliki kesamaan dengan tanggal kelahirannya yakni 25 Februari 1989. Entah mengapa, nasib yang sama dialami Rian dengan mengenakan nomor 25 yang belum sekalipun tampil membela Maung Bandung di musim ini.
Namun, penggunaan nomor punggung dobel seperti Jajang Sukmara nampaknya jauh dari nasib tak mujur di tim. Pemain asal Soreang kelahiran 18 November 1989 ini menggunakan tanggal kelahirannya sebagai nomot punggung. Nasib mujur dialami Jajang karena musim ini dicap sebagai Rising Star.
Jajang yang kerap beroperasi sebagai bek sayap kiri ini dipercaya pelatih Drago Mamic hingga Robby Darwis. ANak dari pasangan Odin Syarifudin (alm) dan Nining Kurniangsih ini pun punya alasan dengan angka yang dipilihnya untuk nomor punggung.
“Saya memilih angka 18 karena saya sesuai tanggal lahir saya. Semoga nomor ini terus membawa keberuntungan dengan karir saya. Belum terpikir untuk berganti ke nomor yang lain,”jelas pemain binaan saint prima ini.
Menariknya, para pemain Persib berikut ini memiliki persamaan yakni diambil dari tanggal kelahiran. Berawal dari kelahiran, berikut kiasan-kiasan menarik tentang nomor punggung pemain Persib.
Bek sayap kanan Persib Zulkifli Syukur, selalu menggunakan nomor punggung kesayangannya yaitu 3. Saat ditransfer dari Arema, pemain asal Makassar itu memang tidak terghantikan perannya di lini belakang Maung Bandung – julukan Persib. Saat masih berkostum Singo Edan – julukan Arema, pemain yang akrab disapa Zul ini memang sudah mengenakan nomor punggung 3.
Pemakaian nomor punggung 3 sendiri kerap dinilai jarang digunakan oleh pemain inti. Beberapa hal lain menyatakan, nomor ini biasanya tidak disukai. Namun, berbeda dengan pemain berusia 28 tahun. Di Persib, sosok kelahiran 3 Mei 1984 ini menjadi andalan di lini belakang.
Sama halnya dengan penjaga gawang Dadang Sudrajat. Pria kelahiran Bandung 22 Maret 1979 ini memilih nomor punggung 22. Sebagai kiper pelapis, Dadang memang sedikit tampil di musim ini. Namun, di balik nomor punggungnay tersebut, Dadang sempat mengenakan nomor 32 di musim sebelumnya.
Begitu juga dengan bek muda yang diboyong dari Persiku Kudus awal musim ini, Rian Permana. Rian mengenakan nomor 25 yang juga memiliki kesamaan dengan tanggal kelahirannya yakni 25 Februari 1989. Entah mengapa, nasib yang sama dialami Rian dengan mengenakan nomor 25 yang belum sekalipun tampil membela Maung Bandung di musim ini.
Namun, penggunaan nomor punggung dobel seperti Jajang Sukmara nampaknya jauh dari nasib tak mujur di tim. Pemain asal Soreang kelahiran 18 November 1989 ini menggunakan tanggal kelahirannya sebagai nomot punggung. Nasib mujur dialami Jajang karena musim ini dicap sebagai Rising Star.
Jajang yang kerap beroperasi sebagai bek sayap kiri ini dipercaya pelatih Drago Mamic hingga Robby Darwis. ANak dari pasangan Odin Syarifudin (alm) dan Nining Kurniangsih ini pun punya alasan dengan angka yang dipilihnya untuk nomor punggung.
“Saya memilih angka 18 karena saya sesuai tanggal lahir saya. Semoga nomor ini terus membawa keberuntungan dengan karir saya. Belum terpikir untuk berganti ke nomor yang lain,”jelas pemain binaan saint prima ini.
(wbs)