Raih emas, pembalasan sempurna Andy Murray
Senin, 06 Agustus 2012 - 09:56 WIB
Raih emas, pembalasan sempurna Andy Murray
A
A
A
Sindonews.com - Petenis Inggris Raya Andy Murray berhasil melakukan pembalasan dendam yang sempurna terhadap Roger Federer setelah kekalahan yang diterimanya pada ajang Wimbledon. Murray berhasil meraih emas dengan mengalahkan Federer tiga set langsung 6-2, 6-1, dan 6-4 pada final tenis Olimpiade London 2012.
Di depan pendukungnya sendiri, malam tadi Murray mengusung aroma dendam yang kentara. Sejak awal ia langsung memimpin 1-0. Namun, Federer yang menyandang status petenis nomor satu dunia, seperti tak ingin kalah oleh lawan yang pernah dikalahkannya tersebut dengan menyamakan kedudukan.
Tapi tampaknya Murray telah menganalisa dengan cepat penyebab kekalahannya di Wimbledon. Hingga pada game keenam, Murray berhasil menjauhkan keunggulannya menjadi 4-2, usai melakukan break, dan akhirnya melahap dua game berikutnya untuk merebut set pertama 6-2.
Dalam posisi memimpin, petenis kelahiran Skotlandia ini kian mengukuhkan dominasinya dengan adanya dukungan dari fans tuan rumah dan langsung melenggang dengan keunggulan 5-0.
Sementara itu, Federer yang mulai tertekan karena harus mengejar lima game, hanya mampu mencuri kemenangan di game keenam, dan akhirnya menyerah pada game ketujuh. Murray menang mutlak 6-1 dan hanya butuh satu set untuk merebut emas.
Federer juga bukan tanpa perlawanan, namun setelah game keenam (4-2) dan delapan (5-3), Murray berhasil menjauhkan keunggulannya. Pada akhirnya, di game ke-10, Murray benar-benar mengakhiri perlawanan Federer dengan sebuah ace (6-4), sekaligus menuntaskan janjinya merebut medali emas Olimpiade sebagai pengobat kekecewaan gagal di Wimbledon.
Sementara di partai perebutan medali perunggu juga terjadi pertarungan seru antara petenis Argentina Juan Martin Del Potro yang berhasil mengalahkan petenis nomor dua dunia asal Serbia, Novak Djokovic.
Di depan pendukungnya sendiri, malam tadi Murray mengusung aroma dendam yang kentara. Sejak awal ia langsung memimpin 1-0. Namun, Federer yang menyandang status petenis nomor satu dunia, seperti tak ingin kalah oleh lawan yang pernah dikalahkannya tersebut dengan menyamakan kedudukan.
Tapi tampaknya Murray telah menganalisa dengan cepat penyebab kekalahannya di Wimbledon. Hingga pada game keenam, Murray berhasil menjauhkan keunggulannya menjadi 4-2, usai melakukan break, dan akhirnya melahap dua game berikutnya untuk merebut set pertama 6-2.
Dalam posisi memimpin, petenis kelahiran Skotlandia ini kian mengukuhkan dominasinya dengan adanya dukungan dari fans tuan rumah dan langsung melenggang dengan keunggulan 5-0.
Sementara itu, Federer yang mulai tertekan karena harus mengejar lima game, hanya mampu mencuri kemenangan di game keenam, dan akhirnya menyerah pada game ketujuh. Murray menang mutlak 6-1 dan hanya butuh satu set untuk merebut emas.
Federer juga bukan tanpa perlawanan, namun setelah game keenam (4-2) dan delapan (5-3), Murray berhasil menjauhkan keunggulannya. Pada akhirnya, di game ke-10, Murray benar-benar mengakhiri perlawanan Federer dengan sebuah ace (6-4), sekaligus menuntaskan janjinya merebut medali emas Olimpiade sebagai pengobat kekecewaan gagal di Wimbledon.
Sementara di partai perebutan medali perunggu juga terjadi pertarungan seru antara petenis Argentina Juan Martin Del Potro yang berhasil mengalahkan petenis nomor dua dunia asal Serbia, Novak Djokovic.
(akr)