Wanita jarang bikin cedera palsu
Senin, 06 Agustus 2012 - 18:45 WIB
Wanita jarang bikin cedera palsu
A
A
A
Sindonews.com - Laga sepakbola wanita di ajang Olimpiade 2012 sejauh ini cedera terparah yang terjadi di lapangan adalah yang menimpa pemain Amerika Serikat Abby Wambach. Namun bisa dipastikan bahwa yang dialami Wambach adalah cedera sungguhan. Karena menurut sebuah studi, pemain wanita ternyata lebih jarang berpura-pura cedera dibanding pemain pria.
Daryl Rosenbaum MD, profesor asisten Family and Community Medicine di Wake Forest Baptist mengatakan sebuah studi dari Wake Forest Baptist Medical Center yang dimuat di jurnal Research in Sports Medicine tahun 2011 tujuannya dari studi ini adalah untuk melihat frekuensi cedera di sepakbola internasional putri dan memperkirakan seberapa otentik cedera tersebut.
"Dan hasilnya mengindikasikan bahwa pemain wanita tidak memalsukan cedera mereka sesering pria," ujar Rosenbaum seperti yang dilansir outsidethematch, Senin (6/8/2012).
Menurut Rosenbaum, tahun 2008 Federasi Sepak Bola Dunia FIFA mengeluarkan himbauan agar "dunia sepakbola kompak merendahkan cedera akal-akalan ini dan berusaha menghilangkannya dari pertandingan." tambahnya.
Studi terbaru, sebanyak 47 pertandingan sepakbola wanita di level internasional direview untuk mengidenitifikasi adanya aksi cedera palsu.
Namun dari riset Rosenbaum ini diketahui bahwa wanita lebih jarang melakukan pemalsuan cedera ketimbang pria dengan perbandingan rata-rata 5,74 : 11,26 per game. Proporsi cedera "sungguhan" pada wanita juga dua kali lebih besar (13,7 persen) dibanding pria (7,2 persen).
Daryl Rosenbaum MD, profesor asisten Family and Community Medicine di Wake Forest Baptist mengatakan sebuah studi dari Wake Forest Baptist Medical Center yang dimuat di jurnal Research in Sports Medicine tahun 2011 tujuannya dari studi ini adalah untuk melihat frekuensi cedera di sepakbola internasional putri dan memperkirakan seberapa otentik cedera tersebut.
"Dan hasilnya mengindikasikan bahwa pemain wanita tidak memalsukan cedera mereka sesering pria," ujar Rosenbaum seperti yang dilansir outsidethematch, Senin (6/8/2012).
Menurut Rosenbaum, tahun 2008 Federasi Sepak Bola Dunia FIFA mengeluarkan himbauan agar "dunia sepakbola kompak merendahkan cedera akal-akalan ini dan berusaha menghilangkannya dari pertandingan." tambahnya.
Studi terbaru, sebanyak 47 pertandingan sepakbola wanita di level internasional direview untuk mengidenitifikasi adanya aksi cedera palsu.
Namun dari riset Rosenbaum ini diketahui bahwa wanita lebih jarang melakukan pemalsuan cedera ketimbang pria dengan perbandingan rata-rata 5,74 : 11,26 per game. Proporsi cedera "sungguhan" pada wanita juga dua kali lebih besar (13,7 persen) dibanding pria (7,2 persen).
(wbs)