Murray: Emas Olimpiade kemenangan terbesar
Senin, 06 Agustus 2012 - 23:28 WIB
Murray: Emas Olimpiade kemenangan terbesar
A
A
A
Sindonews.com – Sukses Andy Murray meraih emas tunggal putra tenis di Olimpiade London merupakan pencapaian terbesar dalam karirnya. Petenis Skotlandia yang membawa bendera Inggris Raya itu mengakhiri puasa gelar di even major.
’’Bagi saya, ini kemenangan terbesar dalam hidup saya. Ini telah menjadi minggu terbaik dalam karir tenis saya. Saya telah kehilangan dalam beberapa pertandingan sulit. Tapi hari ini saya senang berhasil menuai sukses atas hasil kerja keras selama ini. Ini pertandingan besar bagi saya,”ujar Murray dikutip Mirror, Senin (6/8/2012).
Murray merebut emas setelah menundukkan petenis nomor satu dunia asal Swiss Roger Federer di final tunggal putra dengan skor 6-2, 6-1, 6-4. Kemenangan tersebut sebagai pembalasan atas kekalahan Murray dari Federer di final grand slam Wimbledon.
“Kekalahan di Wimbledon menjadi modal penting bagi saya untuk bangkit dan menjadi pemain yang lebih baik. Ini jelas lebih mudah memenangkan final daripada mengalami kekalahan,” sambungnya.
Lebih lanjut, semangat pantang menyerang Murray tak lepas dari menyaksikan perjuangan atlet atetik asal Inggris Mo Farah yang berhasil menggondol medali emas di nomor 10.000 meter.
“Saya menyaksikan atletik malam itu, itu sangat menakjubkan. Cara Mo Farah menang, itu memberi saya dorongan lebih. Suasana di dalam stadion juga sangat luar biasa, meeka begitu mendukung saya. Semua orang begitu bersemangat, saya senang telah berkontribusi untuk negara,” tandasnya.
’’Bagi saya, ini kemenangan terbesar dalam hidup saya. Ini telah menjadi minggu terbaik dalam karir tenis saya. Saya telah kehilangan dalam beberapa pertandingan sulit. Tapi hari ini saya senang berhasil menuai sukses atas hasil kerja keras selama ini. Ini pertandingan besar bagi saya,”ujar Murray dikutip Mirror, Senin (6/8/2012).
Murray merebut emas setelah menundukkan petenis nomor satu dunia asal Swiss Roger Federer di final tunggal putra dengan skor 6-2, 6-1, 6-4. Kemenangan tersebut sebagai pembalasan atas kekalahan Murray dari Federer di final grand slam Wimbledon.
“Kekalahan di Wimbledon menjadi modal penting bagi saya untuk bangkit dan menjadi pemain yang lebih baik. Ini jelas lebih mudah memenangkan final daripada mengalami kekalahan,” sambungnya.
Lebih lanjut, semangat pantang menyerang Murray tak lepas dari menyaksikan perjuangan atlet atetik asal Inggris Mo Farah yang berhasil menggondol medali emas di nomor 10.000 meter.
“Saya menyaksikan atletik malam itu, itu sangat menakjubkan. Cara Mo Farah menang, itu memberi saya dorongan lebih. Suasana di dalam stadion juga sangat luar biasa, meeka begitu mendukung saya. Semua orang begitu bersemangat, saya senang telah berkontribusi untuk negara,” tandasnya.
(aww)