Plester unik atlet Olimpaide
Rabu, 08 Agustus 2012 - 19:49 WIB
Plester unik atlet Olimpaide
A
A
A
Sindonews.com - Beberapa atlet yang berlaga di Olimpiade London 2012, Inggris terlihat memakai plester warna mencolok pada beberapa bagian tubuhnya. Seperti atlet voli pantai Jerman, Ilka Semmler yang memakai plester warna pink di bokongnya, membuat banyak penonton bertanya-tanya dengan tampilan plester yang mencolok.
Dia memakai plester berupa delapan garis warna biru yang menghiasi perutnya ketika sedang bertanding melawan tim Republik Ceko.
Menurut penemu Kinesio, Dr Kenzo Kase, plester biasa dapat memberikan topangan pada otot dan persendian, namun membatasi gerak dan menghambat proses penyembuhan.
Sedangkan plester Kinesio disebut-sebut berfungsi mengangkat kulit untuk membantu alur kelenjar, mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.
Plester atletik yang berwarna centil di bawah pantulan sinar matahari itu seakan menjadi benda yang harus dimiliki untuk mengatasi cidera pada Olimpiade London 2012.
Plester yang dinamai Kinesio itu dikembangkan seorang dokter asal Jepang lebih dari 30 tahun silam. Plester itu dirancang untuk menunjang otot dan persendian namun tidak membatasi gerakan alias penggunanya masih tetap bisa bergerak bebas.
Dibandingkan dengan banyaknya kegunaan plester kinesio, penelitian ilmiah terhadap produk tersebut masih minim. Namun sejumlah kertas kerja menilai kemampuan kinesio untuk menghilangkan nyeri ata meningkatkan kekuatan otot memang terbatas.
"Plester Kinesio memang bisa menjadi penunjang petugas medis meningkatkan rentang kegiatan yang bebas dari rasa nyeri," tulis seorang peneliti pada Jurnal Orthopedik dand Fisioterapi Olah Raga.
Terlepas dari fungsi medisnya, ada yang berpendapat perbaikan performa pengguna plester kinesio lebih kepada aspek fisiologi. Artinya pemakainya menjadi meraih prestasi bukan karena plester itu, melainkan dukungan sugesti ketika memakainya.
Dia memakai plester berupa delapan garis warna biru yang menghiasi perutnya ketika sedang bertanding melawan tim Republik Ceko.
Menurut penemu Kinesio, Dr Kenzo Kase, plester biasa dapat memberikan topangan pada otot dan persendian, namun membatasi gerak dan menghambat proses penyembuhan.
Sedangkan plester Kinesio disebut-sebut berfungsi mengangkat kulit untuk membantu alur kelenjar, mengurangi rasa sakit dan pembengkakan.
Plester atletik yang berwarna centil di bawah pantulan sinar matahari itu seakan menjadi benda yang harus dimiliki untuk mengatasi cidera pada Olimpiade London 2012.
Plester yang dinamai Kinesio itu dikembangkan seorang dokter asal Jepang lebih dari 30 tahun silam. Plester itu dirancang untuk menunjang otot dan persendian namun tidak membatasi gerakan alias penggunanya masih tetap bisa bergerak bebas.
Dibandingkan dengan banyaknya kegunaan plester kinesio, penelitian ilmiah terhadap produk tersebut masih minim. Namun sejumlah kertas kerja menilai kemampuan kinesio untuk menghilangkan nyeri ata meningkatkan kekuatan otot memang terbatas.
"Plester Kinesio memang bisa menjadi penunjang petugas medis meningkatkan rentang kegiatan yang bebas dari rasa nyeri," tulis seorang peneliti pada Jurnal Orthopedik dand Fisioterapi Olah Raga.
Terlepas dari fungsi medisnya, ada yang berpendapat perbaikan performa pengguna plester kinesio lebih kepada aspek fisiologi. Artinya pemakainya menjadi meraih prestasi bukan karena plester itu, melainkan dukungan sugesti ketika memakainya.
(wbs)