The Latics suka pemain tak jelas
Sabtu, 11 Agustus 2012 - 11:43 WIB
The Latics suka pemain tak jelas
A
A
A
Sindonews.com – Mayoritas klub mencari pemain baru di produsen-produsen populer.Tapi, tidak bagi Wigan Athletic.Mereka justru merekrut amunisi dari negara tidak dikenal. Kebijakan ini sudah terlihat pada debut mereka di Liga Primer musim 2005/2006.
Paul Jewell mendatangkan gelandang Austria Paul Scharner yang memperkuat klub Norwegia SK Brann.Keberadaan Scharner jelas dipertanyakan.Maklum,Austria bukanlah penghasil bintang lapangan hijau. Namun,Scharner terbukti mampu membuktikan kapasitasnya sebagai pemain efektif.Dia mencetak 21 gol dalam 185 penampilan selama lima musim membela The Latics—julukan Wigan.Sumbangan golnya membantu Wigan bertahan di Liga Primer.
Scharner bukanlah satusatunya bintang dari antah berantah yang mendorong kesuksesan Wigan agar terus berpartisipasi di pentas prestisius kompetisi Inggris.Emmerson Boyce (Barbados),Antonio Valencia (Ekuador), Maynor Figueroa (Honduras),Hugo Rodallega (Kolombia),Wilson Palacios (Honduras),Jason Scotland (Trinidad & Tobago),Antolin Alcaraz (Paraguay), hingga Ali Al-Habsi (Oman) adalah namanama yang cenderung diabaikan klub lain karena asal muasal mereka.
Alasan mengapa Wigan menempuh filosofi transfer ini tidak lain disebabkan dana.Tidak didukung modal kuat,klub yang baru berdiri tahun 1932 itu terpaksa mencari pemain di pasar alternatif.Kalaupun pergi ke produsen terkenal seperti Spanyol atau Argentina,Wigan harus puas dengan pemain kelas C atau bahkan D.
Dengan pengeluaran minim,neraca keuangan Wigan pun terjaga.Tidak hanya itu,The Latics juga kerap memetik keuntungan tinggi akibat kecemerlangan pemain- pemain tersebut.Ya,penampilan istimewa di DW telah membuka mata klub besar terhadap kemampuan mereka. Kasus Palacios dan Valencia merupakan contoh paling jelas.Wigan cuma merogoh 1,2 juta pounds saat memboyong Palacios dari Olimpia pada 2007.
Tapi,mereka menerima 13,2 juta pounds kala melepasnya ke Tottenham Hotspur dua tahun berselang. Begitu pula Valencia yang dibeli sebesar 1,7 juta pounds.Tusukannya di sisi lapangan meyakinkan Manchester United (MU) supaya membayar mahar 16 juta pounds.Valencia bahkan diidentifikasikan sebagai pengganti pemain termahal dunia Cristiano Ronaldo yang dilego MU ke Real Madrid.
Paul Jewell mendatangkan gelandang Austria Paul Scharner yang memperkuat klub Norwegia SK Brann.Keberadaan Scharner jelas dipertanyakan.Maklum,Austria bukanlah penghasil bintang lapangan hijau. Namun,Scharner terbukti mampu membuktikan kapasitasnya sebagai pemain efektif.Dia mencetak 21 gol dalam 185 penampilan selama lima musim membela The Latics—julukan Wigan.Sumbangan golnya membantu Wigan bertahan di Liga Primer.
Scharner bukanlah satusatunya bintang dari antah berantah yang mendorong kesuksesan Wigan agar terus berpartisipasi di pentas prestisius kompetisi Inggris.Emmerson Boyce (Barbados),Antonio Valencia (Ekuador), Maynor Figueroa (Honduras),Hugo Rodallega (Kolombia),Wilson Palacios (Honduras),Jason Scotland (Trinidad & Tobago),Antolin Alcaraz (Paraguay), hingga Ali Al-Habsi (Oman) adalah namanama yang cenderung diabaikan klub lain karena asal muasal mereka.
Alasan mengapa Wigan menempuh filosofi transfer ini tidak lain disebabkan dana.Tidak didukung modal kuat,klub yang baru berdiri tahun 1932 itu terpaksa mencari pemain di pasar alternatif.Kalaupun pergi ke produsen terkenal seperti Spanyol atau Argentina,Wigan harus puas dengan pemain kelas C atau bahkan D.
Dengan pengeluaran minim,neraca keuangan Wigan pun terjaga.Tidak hanya itu,The Latics juga kerap memetik keuntungan tinggi akibat kecemerlangan pemain- pemain tersebut.Ya,penampilan istimewa di DW telah membuka mata klub besar terhadap kemampuan mereka. Kasus Palacios dan Valencia merupakan contoh paling jelas.Wigan cuma merogoh 1,2 juta pounds saat memboyong Palacios dari Olimpia pada 2007.
Tapi,mereka menerima 13,2 juta pounds kala melepasnya ke Tottenham Hotspur dua tahun berselang. Begitu pula Valencia yang dibeli sebesar 1,7 juta pounds.Tusukannya di sisi lapangan meyakinkan Manchester United (MU) supaya membayar mahar 16 juta pounds.Valencia bahkan diidentifikasikan sebagai pengganti pemain termahal dunia Cristiano Ronaldo yang dilego MU ke Real Madrid.
(wbs)