Wigan Athletic piawai menepis maut
Sabtu, 11 Agustus 2012 - 11:51 WIB
Wigan Athletic piawai menepis maut
A
A
A
Sindonews.com – Ibarat kucing yang memiliki sembilan nyawa, Wigan Athletic sudah beberapa kali sukses menepis maut. Dengan skuad yang nyaris tidak berubah, bisa dipastikan Wigan akan berjuang lagi mempertahankan hidup mereka pada musim 2012/2013.
Sentuhan Pelatih Roberto Martinez dalam memotivasi anak buahnya kembali diharapkan. Keberadaan sosok berkebangsaan Spanyol itu di DW Stadium memang sangat penting, menyusul kegagalan negosiasi menangani Aston Villa dan Liverpool.Sebab, dialah otak kehebatan Wigan melepaskan diri dari jeratan degradasi Liga Primer.
“Sejauh ini kami terus diprediksi bakal berkutat di papan bawah dan bahkan tergusur.Namun, kami nyatanya tetap di Liga Primer.Kami siap buktikan bahwa kami pantas berada di sini,”tutur striker Franco di Santo, dilansir situs resmi klub. Setelah hanya satu tingkat di atas zona berbahaya klasemen 2006/2007,Wigan terlibat pertempuran sengit pada tiga kampanye terakhir Liga Primer.Di sana,mereka menghabiskan mayoritas waktu kompetisi di kawasan degradasi.
Tapi,The Latics— julukan Wigan—selalu berhasil bertahan. Rentetan tersebut dimulai pada musim 2009/2010. Wigan mampu menyelamatkan diri berkat raihan poin di saat terdesak,salah satunya berupa kemenangan 3-2 atas tim kuat Arsenal.Mereka pun menempati peringkat 16 walau dipermalukan Chelsea 0-8 pada partai penutup.
Kebangkitan serupa terjadi pada edisi berikutnya.Torehan delapan angka dalam empat pertandingan pemungkas membawa Wigan mengamankan status klub elite Inggris di pekan penghabisan dengan kembali menduduki peringkat 16. Teranyar,The Laticsmenunjukkan kehebatan mereka musim lalu.Cuma memetik empat kemenangan hingga pekan ke- 29,“keberuntungan”Wigan tampaknya selesai.
Tapi,Gary Caldwell dkk berpandangan lain.Mereka perlahan merangkak naik berkat raihan poin maksimal atas klub tangguh semacam Liverpool,Manchester United,Arsenal,dan Newcastle United.Tambahan nilai penuh dari rival di papan bawah,yakni Blackburn Rovers dan Wolverhampton Wanderers membantu Wigan bertengger di peringkat 15 klasemen.“Kesuksesan menumbangkan tim kuat itu membuat perjuangan kami bertambah berat.Wigan kini tidak lagi diremehkan.Mereka tahu kapasitas kami,”kata Di Santo.
Untuk musim 2012/2013,Wigan tidak memperpanjang kontrak dua pemain penting, Mohamed Diame dan Hugo Rodallega. Sebagai penggantinya hadir Ivan Ramis dan Fraser Fyvie.Wigan juga mendatangkan kembali striker Mauro Boselli yang dititipkan ke Genoa dan Estudiantes pada dua musim terakhir. Kepulangan Boselli sangat penting.Dia menunjukkan ketajaman dengan menciptakan tiga gol pada pramusim.
Boselli kini diharapkan bisa bersinar setelah gagal beradaptasi sejak dibeli sebesar 6 juta pounds pada 2010. “Dia membuktikan kemampuan sebenarnya. Boselli memiliki insting tajam. Kehadirannya akan sangat membantu kami,”tutur Martinez. Performa Wigan pada pramusim pun tergolong baik.Mereka membekuk Ostersunds dan Micheldorf sebelum menahan Botev Plovdiv dan Hoffenheim.Wigan kemudian ditaklukkan Real Mallorca dan dijadwalkan menutup persiapan versus Celta Vigo.
Sentuhan Pelatih Roberto Martinez dalam memotivasi anak buahnya kembali diharapkan. Keberadaan sosok berkebangsaan Spanyol itu di DW Stadium memang sangat penting, menyusul kegagalan negosiasi menangani Aston Villa dan Liverpool.Sebab, dialah otak kehebatan Wigan melepaskan diri dari jeratan degradasi Liga Primer.
“Sejauh ini kami terus diprediksi bakal berkutat di papan bawah dan bahkan tergusur.Namun, kami nyatanya tetap di Liga Primer.Kami siap buktikan bahwa kami pantas berada di sini,”tutur striker Franco di Santo, dilansir situs resmi klub. Setelah hanya satu tingkat di atas zona berbahaya klasemen 2006/2007,Wigan terlibat pertempuran sengit pada tiga kampanye terakhir Liga Primer.Di sana,mereka menghabiskan mayoritas waktu kompetisi di kawasan degradasi.
Tapi,The Latics— julukan Wigan—selalu berhasil bertahan. Rentetan tersebut dimulai pada musim 2009/2010. Wigan mampu menyelamatkan diri berkat raihan poin di saat terdesak,salah satunya berupa kemenangan 3-2 atas tim kuat Arsenal.Mereka pun menempati peringkat 16 walau dipermalukan Chelsea 0-8 pada partai penutup.
Kebangkitan serupa terjadi pada edisi berikutnya.Torehan delapan angka dalam empat pertandingan pemungkas membawa Wigan mengamankan status klub elite Inggris di pekan penghabisan dengan kembali menduduki peringkat 16. Teranyar,The Laticsmenunjukkan kehebatan mereka musim lalu.Cuma memetik empat kemenangan hingga pekan ke- 29,“keberuntungan”Wigan tampaknya selesai.
Tapi,Gary Caldwell dkk berpandangan lain.Mereka perlahan merangkak naik berkat raihan poin maksimal atas klub tangguh semacam Liverpool,Manchester United,Arsenal,dan Newcastle United.Tambahan nilai penuh dari rival di papan bawah,yakni Blackburn Rovers dan Wolverhampton Wanderers membantu Wigan bertengger di peringkat 15 klasemen.“Kesuksesan menumbangkan tim kuat itu membuat perjuangan kami bertambah berat.Wigan kini tidak lagi diremehkan.Mereka tahu kapasitas kami,”kata Di Santo.
Untuk musim 2012/2013,Wigan tidak memperpanjang kontrak dua pemain penting, Mohamed Diame dan Hugo Rodallega. Sebagai penggantinya hadir Ivan Ramis dan Fraser Fyvie.Wigan juga mendatangkan kembali striker Mauro Boselli yang dititipkan ke Genoa dan Estudiantes pada dua musim terakhir. Kepulangan Boselli sangat penting.Dia menunjukkan ketajaman dengan menciptakan tiga gol pada pramusim.
Boselli kini diharapkan bisa bersinar setelah gagal beradaptasi sejak dibeli sebesar 6 juta pounds pada 2010. “Dia membuktikan kemampuan sebenarnya. Boselli memiliki insting tajam. Kehadirannya akan sangat membantu kami,”tutur Martinez. Performa Wigan pada pramusim pun tergolong baik.Mereka membekuk Ostersunds dan Micheldorf sebelum menahan Botev Plovdiv dan Hoffenheim.Wigan kemudian ditaklukkan Real Mallorca dan dijadwalkan menutup persiapan versus Celta Vigo.
(wbs)