Wigan Athletic kalah pamor dari rugbi
Sabtu, 11 Agustus 2012 - 11:59 WIB
Wigan Athletic kalah pamor dari rugbi
A
A
A
Sindonews.com - Sangat sulit membangun klub sepak bola di kota dengan penduduk penyuka cabang olahraga lain.Begitulah yang dialami Wigan Athletic,klub sepak bola kelima yang pernah ada di Kota Wigan.
Sebelum The Latics—julukan Wigan— berdiri pada 1932,pencinta sepak bola di Wigan menyaksikan empat klub,yakni Wigan County,Wigan United,Wigan Town, dan Wigan Borough gagal bertahan menghadapi waktu.Usia mereka rata-rata seumur jagung karena minimnya dukungan publik lokal yang lebih mendukung rugbi.Maklum, salah satu klub rugbi terpopuler,Wigan Warriors (juara dunia tiga kali),berbasis di sana.
Sebagai perbandingan,rata-rata hanya 18.634 orang menyaksikan pertandingan kandang Wigan Liga Primer 2011/2012.Artinya sekitar 74,1% kapasitas DW Stadium (25.138) yang terisi,terendah kedua di antara peserta.Wigan cuma lebih baik ketimbang Blackburn Rovers (71,9%).Trio promosi West Ham United (87,6%),Southampton (81,9%),dan Reading (79,9%) mendapat dukungan lebih banyak ketimbang Wigan. Tanpa ada sokongan berarti,Wigan pun terlambat berkembang.Setelah beberapa dekade berkutat di status amatir dan liga regional, mereka baru masuk sistem kompetisi sepak bola Inggris pada 1978.
Tidak memiliki masa depan jelas,beruntunglah Wigan punya fans kaya dalam diri Dave Whelan.Dia membeli mayoritas saham klub pada 1995 dan mencanangkan ambisi tampil di Liga Primer.Pernyataannya ketika itu hanya dianggap sebagai lelucon.Maklum, Wigan sedang berada di Divisi III. Namun,proyek ambisius Whelan berjalan mulus.Impiannya terwujud dengan tampilnya The Laticsdi Liga Primer 2005/2006.
Debut mereka di sana bahkan sangat istimewa. Wigan sempat menduduki peringkat 2 klasemen pada awal kampanye.Meski akhirnya menurun,pencapaian menempati peringkat 10 tetap merupakan prestasi mengesankan. Wigan juga sukses menembus final Piala Liga sebelum dikalahkan Manchester United 0-4. Seiring berjalannya waktu,status Wigan di Liga Primer hingga kini berhasil dipertahankan.
Semua dicapai di tengah minimnya dukungan.Ya,rugbi di Kota Wigan memang masih menjadi anak emas.Pasukan Roberto Martinez bahkan mesti terima bermain di lapangan rusak karena habis dipakai Warriors bertanding.“Petugas lapangan harus bekerja keras agar lapangan siap.Kami tidak punya banyak pilihan,”kata Martinez, selepas kekalahan dari Bolton Wanderers di Piala FA musim lalu,dilansir Goal.
Sebelum The Latics—julukan Wigan— berdiri pada 1932,pencinta sepak bola di Wigan menyaksikan empat klub,yakni Wigan County,Wigan United,Wigan Town, dan Wigan Borough gagal bertahan menghadapi waktu.Usia mereka rata-rata seumur jagung karena minimnya dukungan publik lokal yang lebih mendukung rugbi.Maklum, salah satu klub rugbi terpopuler,Wigan Warriors (juara dunia tiga kali),berbasis di sana.
Sebagai perbandingan,rata-rata hanya 18.634 orang menyaksikan pertandingan kandang Wigan Liga Primer 2011/2012.Artinya sekitar 74,1% kapasitas DW Stadium (25.138) yang terisi,terendah kedua di antara peserta.Wigan cuma lebih baik ketimbang Blackburn Rovers (71,9%).Trio promosi West Ham United (87,6%),Southampton (81,9%),dan Reading (79,9%) mendapat dukungan lebih banyak ketimbang Wigan. Tanpa ada sokongan berarti,Wigan pun terlambat berkembang.Setelah beberapa dekade berkutat di status amatir dan liga regional, mereka baru masuk sistem kompetisi sepak bola Inggris pada 1978.
Tidak memiliki masa depan jelas,beruntunglah Wigan punya fans kaya dalam diri Dave Whelan.Dia membeli mayoritas saham klub pada 1995 dan mencanangkan ambisi tampil di Liga Primer.Pernyataannya ketika itu hanya dianggap sebagai lelucon.Maklum, Wigan sedang berada di Divisi III. Namun,proyek ambisius Whelan berjalan mulus.Impiannya terwujud dengan tampilnya The Laticsdi Liga Primer 2005/2006.
Debut mereka di sana bahkan sangat istimewa. Wigan sempat menduduki peringkat 2 klasemen pada awal kampanye.Meski akhirnya menurun,pencapaian menempati peringkat 10 tetap merupakan prestasi mengesankan. Wigan juga sukses menembus final Piala Liga sebelum dikalahkan Manchester United 0-4. Seiring berjalannya waktu,status Wigan di Liga Primer hingga kini berhasil dipertahankan.
Semua dicapai di tengah minimnya dukungan.Ya,rugbi di Kota Wigan memang masih menjadi anak emas.Pasukan Roberto Martinez bahkan mesti terima bermain di lapangan rusak karena habis dipakai Warriors bertanding.“Petugas lapangan harus bekerja keras agar lapangan siap.Kami tidak punya banyak pilihan,”kata Martinez, selepas kekalahan dari Bolton Wanderers di Piala FA musim lalu,dilansir Goal.
(wbs)