Aktivis HIV- Aids galang dana untuk sepakbola Indonesia
Sabtu, 11 Agustus 2012 - 13:07 WIB
Aktivis HIV- Aids galang dana untuk sepakbola Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Komunitas Rumah Cemara akan kembali akan berlaga pada ajang sepakbola dunia khusus bagi tunawisma, Homeless World Cup (HWC) 2012. Event ini akan dihelat di Meksiko, 6 hingga 14 Oktober mendatang.
Namun, untuk mengikuti event bergengsi ini komunitas yang aktif di bidang advokasi orang hidup dengan aids (Odha) ini harus menyediakan dana 500 juta. Dana tersebut untuk ongkos 10 orang yang terdiri dari delapan pemain, seorang pelatih dan seorang manajer.
Para pemain hasil seleksi dari kompetisi League of Change atau Liga Perubahan yang digelar Februari lalu. Pemain yang terpilih berasal dari lima provinsi di Indonesia yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara.
Manajer Tim, Febby Arhemsyah mengatakan, dari delapan orang ini, empat di antaranya adalah Odha, satu orang tengah menjalani terapi methadon, dan tiga lainnya adalah dari masyarakat miskin kota. Febby mengaku, sejauh ini belum ada sponsor yang akan mendukung pemberangkatan tim Rumah Cemara.
"Tahun lalu kita dapat sponsor. Maka kita akan menggalang dana supaya tim sepakbola Rumah Cemara bisa berlaga di sana," kata Febby di Sekretariat Bandung Creative City Forum (BCCF), Jalan Purnawarman, Sabtu (11/8/2012).
Penggalangan dana bertema 'Satu Mimpi Untuk Indonesia' ini, membuka siapapun bisa berpartisipasi agar tim sepakbola Rumah Cemara bisa berlaga di Meksiko. Gerakan ini targetnya bisa mengumpulkan minimal Rp 1.000 dari seorang warga Bandung.
Kata Febby, dengan hanya Rp 1.000, warga Bandung akan bisa memberangkatkan tim Rumah Cemara untuk bisa kembali mengharumkan nama bangsa seperti tahun lalu. "Saat ini baru ada sekira Rp 20 jutaan, sumbangan dari beberapa pihak seperti BCCF dan perseorangan," sebutnya.
Dia berasumsi, dengan sumbangan minimal Rp1.000, dipastikan akan terkumpul dana banyak hingga Rp500 juta. "Asumsinya, jika 500 ribu orang nyumbang Rp 1.000, kita bisa berangkat ke Meksiko," jelasnya. Terlenih, sambungnya, jumlah penduduk Kota Bandung mencapai 2,5 juta jiwa.
Sumbangan di antaranya akan datang dari seniman Tisna Sanjaya yang akan melakukan lelang lukisan. Selain itu, ada juga pemain Persib yang sudah ikut nyumbang.
Bagi yang berminat menyumbang, bisa datang langsung ke Sekretariat Rumah Cemara di kawasan Gegerkalong Girang nomor 52 atau di sejumlah tempat yang ditunjuk untuk menampung sumbangan. Rumah Cemara akan mengupdate setiap sumbangan yang didapat dan pengeluaran di akun facebook Rumah Cemara, sebagai bentuk transparansi.
"Kita akan sangat transparan soal sumbangan dan pengeluaran," tuturnya.
Saat ini Rumah Cemara sudah membuka donasi. Sumbangan diharapkan terkumpul hingga jelang keberangkatan mereka ke Meksiko, yakni Oktober 2012.
Untuk diketahui, pada kompetisi HWC sebelumnya di Prancis, Tim Sepakbola Rumah Cemara mampu mengukir prestasi. Tim ini menempati peringkat ke-6 dari 64 negara peserta. Waktu itu mereka menyabet penghargaan Best New Comer. Bahkan salah satu pemainnya, Ginan Koesmayadi menjadi best player.
HWC merupakan kompetisi sepakbola tahunan, sebagai ajang yang mempersatukan lebih dari 300 ribu orang yang memiliki masalah ketunawismaan atau termarjinalkan secara sosial. HWC didukung UEFA dan klub Sepak bola Manchester United, Real Madrid, hingga Ambassador Eric Cantona, atlet sepak bola Didier Drogba dan Rio Ferdinand
Namun, untuk mengikuti event bergengsi ini komunitas yang aktif di bidang advokasi orang hidup dengan aids (Odha) ini harus menyediakan dana 500 juta. Dana tersebut untuk ongkos 10 orang yang terdiri dari delapan pemain, seorang pelatih dan seorang manajer.
Para pemain hasil seleksi dari kompetisi League of Change atau Liga Perubahan yang digelar Februari lalu. Pemain yang terpilih berasal dari lima provinsi di Indonesia yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Sumatera Utara.
Manajer Tim, Febby Arhemsyah mengatakan, dari delapan orang ini, empat di antaranya adalah Odha, satu orang tengah menjalani terapi methadon, dan tiga lainnya adalah dari masyarakat miskin kota. Febby mengaku, sejauh ini belum ada sponsor yang akan mendukung pemberangkatan tim Rumah Cemara.
"Tahun lalu kita dapat sponsor. Maka kita akan menggalang dana supaya tim sepakbola Rumah Cemara bisa berlaga di sana," kata Febby di Sekretariat Bandung Creative City Forum (BCCF), Jalan Purnawarman, Sabtu (11/8/2012).
Penggalangan dana bertema 'Satu Mimpi Untuk Indonesia' ini, membuka siapapun bisa berpartisipasi agar tim sepakbola Rumah Cemara bisa berlaga di Meksiko. Gerakan ini targetnya bisa mengumpulkan minimal Rp 1.000 dari seorang warga Bandung.
Kata Febby, dengan hanya Rp 1.000, warga Bandung akan bisa memberangkatkan tim Rumah Cemara untuk bisa kembali mengharumkan nama bangsa seperti tahun lalu. "Saat ini baru ada sekira Rp 20 jutaan, sumbangan dari beberapa pihak seperti BCCF dan perseorangan," sebutnya.
Dia berasumsi, dengan sumbangan minimal Rp1.000, dipastikan akan terkumpul dana banyak hingga Rp500 juta. "Asumsinya, jika 500 ribu orang nyumbang Rp 1.000, kita bisa berangkat ke Meksiko," jelasnya. Terlenih, sambungnya, jumlah penduduk Kota Bandung mencapai 2,5 juta jiwa.
Sumbangan di antaranya akan datang dari seniman Tisna Sanjaya yang akan melakukan lelang lukisan. Selain itu, ada juga pemain Persib yang sudah ikut nyumbang.
Bagi yang berminat menyumbang, bisa datang langsung ke Sekretariat Rumah Cemara di kawasan Gegerkalong Girang nomor 52 atau di sejumlah tempat yang ditunjuk untuk menampung sumbangan. Rumah Cemara akan mengupdate setiap sumbangan yang didapat dan pengeluaran di akun facebook Rumah Cemara, sebagai bentuk transparansi.
"Kita akan sangat transparan soal sumbangan dan pengeluaran," tuturnya.
Saat ini Rumah Cemara sudah membuka donasi. Sumbangan diharapkan terkumpul hingga jelang keberangkatan mereka ke Meksiko, yakni Oktober 2012.
Untuk diketahui, pada kompetisi HWC sebelumnya di Prancis, Tim Sepakbola Rumah Cemara mampu mengukir prestasi. Tim ini menempati peringkat ke-6 dari 64 negara peserta. Waktu itu mereka menyabet penghargaan Best New Comer. Bahkan salah satu pemainnya, Ginan Koesmayadi menjadi best player.
HWC merupakan kompetisi sepakbola tahunan, sebagai ajang yang mempersatukan lebih dari 300 ribu orang yang memiliki masalah ketunawismaan atau termarjinalkan secara sosial. HWC didukung UEFA dan klub Sepak bola Manchester United, Real Madrid, hingga Ambassador Eric Cantona, atlet sepak bola Didier Drogba dan Rio Ferdinand
(wbs)