Bolt kencani tiga wanita sekaligus
Sabtu, 11 Agustus 2012 - 16:02 WIB
Bolt kencani tiga wanita sekaligus
A
A
A
Sindonews.com - Usain Bolt kembali membuktikan diri sebagai manusia tercepat di planet ini. Sprinter asal Jamaika itu sukses menjuarai nomor 200 meter di Stadion Olimpiade, London, Inggris, kemarin.
Usai balapan yang berlangsung di Olympic Stadium, Bolt langsung berbagi kegembiraan dengan tiga orang wanita cantik asal Swedia.
Seperti dilansir Daily Mail, ketiga wanita tersebut adalah Jamina Roberts, Ulrika Agren dan Isabella Gullden, yang diketahui adalah atlet bola tangan Swedia.
Empat orang atlet itu pun dikabarkan menghabiskan malam di dalam kamar Bolt. Sekitar pukul 3 dinihari, pelari Jamaika itu mem-posting foto bersama ketiga wanita tersebut di Twitter.
Bolt pun tak memberi keterangan mengenai apa yang dilakukan bersama para wanita asal Swedia, karena hal itu adalah urusan personal yang tak perlu diberi penjelasan di hadapan publik.
Pada kesempatan Olimpiade tahun ini,pelari berusia 25 tahun itu menyentuh garis finis pertama dengan catatan waktu 19,32 detik.Bolt mengalahkan dua rekan senegaranya Yohan Blake dengan selisih waktu 0,12 detik dan Warren Weir yang merebut tempat ketiga.
“Inilah yang saya inginkan dan saya mendapatkannya.Saya sangat bangga dengan diriku sendiri,”kata Bolt,dilansir BBCSport.“Sebelum datang ke sini,saya memulai musim dengan kurang bagus.Tapi, saya berhasil melakukannya dengan baik di sini,”ujarnya. Keberhasilan pelari berjuluk Lightning Bolt itu di nomor 200 meter sekaligus mengawinkan medali emas yang terlebih dahulu diperolehnya di nomor 100 meter.
Yang jelas,keberhasilannya di nomor 200 meter membuat dia mengumpulkan lima medali emas sepanjang keikutsertaan di Olimpiade.Dengan begitu,dia merayakannya dengan cara melakukan lima kali push-upbeberapa meter setelah melewati garis finis. Intinya,kesuksesan Bolt pada dua nomor lari bergengsi itu membuat dia berhasil mempertahankan status sebagai juara bertahan.
Sebelumnya,Bolt sempat diklaim sebagai pelari kedua di belakang Lewis, yang berhasil mempertahankan emas di nomor 100 meter dan 200 meter di Olimpiade 1984,Los Angeles,dan Olimpiade 1988 di Seoul,Korea Selatan. Kesuksesan Bolt membuat Lewis angkat bicara.Dia pun menginginkan petugas medis melakukan tes doping kepada pelari andalan Jamaika itu.“Saya tak curiga secara pasti,tapi kami tetap harus waspada.
Bukankah hal itu yang harus dijaga dalam olahraga”papar Lewis. Mendengar sindiran itu,Bolt menyerang balik sang legendaris.Menurut dia,Lewis hanya ingin merendahkan atlet trek. Apalagi,dia pernah terjerat kasus doping sampai tiga kali,kendati menepis semua tuduhan itu dan berhasil lolos ke Seoul. Kondisi itu membuat pelari kelahiran Trelawny, Jamaika,21 Agustus 1986,itu tak lagi memiliki rasa hormat kepada Lewis.
Dia menilai,ucapan itu telah merusak kekagumannya kepada sang legendaris,yang dianggapnya hanya mencari perhatian. “Saya ingin mengatakan sesuatu kontroversial.Saya tak punya lagi rasa hormat kepadanya.Segala ucapannya itu hanya untuk cari perhatian karena tak ada lagi orang yang berbicara tentangnya saat ini. Mengecewakan sekali orang sepertinya,”ucap Bolt. Bolt pun tak mau memperkeruh masalah itu terlalu jauh.
Dia ingin menjernihkan pikirannya untuk mendapatkan medali emas kembali di nomor estafet 4 x 100 meter.Jika berhasil meraih medali emas pada nomor tersebut,Jamaika akan menyapu bersih nomor lari jarak pendek yang terakhir kali diraih kontingen AS pada Olimpiade 2004.
Usai balapan yang berlangsung di Olympic Stadium, Bolt langsung berbagi kegembiraan dengan tiga orang wanita cantik asal Swedia.
Seperti dilansir Daily Mail, ketiga wanita tersebut adalah Jamina Roberts, Ulrika Agren dan Isabella Gullden, yang diketahui adalah atlet bola tangan Swedia.
Empat orang atlet itu pun dikabarkan menghabiskan malam di dalam kamar Bolt. Sekitar pukul 3 dinihari, pelari Jamaika itu mem-posting foto bersama ketiga wanita tersebut di Twitter.
Bolt pun tak memberi keterangan mengenai apa yang dilakukan bersama para wanita asal Swedia, karena hal itu adalah urusan personal yang tak perlu diberi penjelasan di hadapan publik.
Pada kesempatan Olimpiade tahun ini,pelari berusia 25 tahun itu menyentuh garis finis pertama dengan catatan waktu 19,32 detik.Bolt mengalahkan dua rekan senegaranya Yohan Blake dengan selisih waktu 0,12 detik dan Warren Weir yang merebut tempat ketiga.
“Inilah yang saya inginkan dan saya mendapatkannya.Saya sangat bangga dengan diriku sendiri,”kata Bolt,dilansir BBCSport.“Sebelum datang ke sini,saya memulai musim dengan kurang bagus.Tapi, saya berhasil melakukannya dengan baik di sini,”ujarnya. Keberhasilan pelari berjuluk Lightning Bolt itu di nomor 200 meter sekaligus mengawinkan medali emas yang terlebih dahulu diperolehnya di nomor 100 meter.
Yang jelas,keberhasilannya di nomor 200 meter membuat dia mengumpulkan lima medali emas sepanjang keikutsertaan di Olimpiade.Dengan begitu,dia merayakannya dengan cara melakukan lima kali push-upbeberapa meter setelah melewati garis finis. Intinya,kesuksesan Bolt pada dua nomor lari bergengsi itu membuat dia berhasil mempertahankan status sebagai juara bertahan.
Sebelumnya,Bolt sempat diklaim sebagai pelari kedua di belakang Lewis, yang berhasil mempertahankan emas di nomor 100 meter dan 200 meter di Olimpiade 1984,Los Angeles,dan Olimpiade 1988 di Seoul,Korea Selatan. Kesuksesan Bolt membuat Lewis angkat bicara.Dia pun menginginkan petugas medis melakukan tes doping kepada pelari andalan Jamaika itu.“Saya tak curiga secara pasti,tapi kami tetap harus waspada.
Bukankah hal itu yang harus dijaga dalam olahraga”papar Lewis. Mendengar sindiran itu,Bolt menyerang balik sang legendaris.Menurut dia,Lewis hanya ingin merendahkan atlet trek. Apalagi,dia pernah terjerat kasus doping sampai tiga kali,kendati menepis semua tuduhan itu dan berhasil lolos ke Seoul. Kondisi itu membuat pelari kelahiran Trelawny, Jamaika,21 Agustus 1986,itu tak lagi memiliki rasa hormat kepada Lewis.
Dia menilai,ucapan itu telah merusak kekagumannya kepada sang legendaris,yang dianggapnya hanya mencari perhatian. “Saya ingin mengatakan sesuatu kontroversial.Saya tak punya lagi rasa hormat kepadanya.Segala ucapannya itu hanya untuk cari perhatian karena tak ada lagi orang yang berbicara tentangnya saat ini. Mengecewakan sekali orang sepertinya,”ucap Bolt. Bolt pun tak mau memperkeruh masalah itu terlalu jauh.
Dia ingin menjernihkan pikirannya untuk mendapatkan medali emas kembali di nomor estafet 4 x 100 meter.Jika berhasil meraih medali emas pada nomor tersebut,Jamaika akan menyapu bersih nomor lari jarak pendek yang terakhir kali diraih kontingen AS pada Olimpiade 2004.
(wbs)