Berbatov tak lagi hormati Fergie
Selasa, 04 September 2012 - 02:09 WIB
Berbatov tak lagi hormati Fergie
A
A
A
Sindonews.com - Mantan penyerang Manchester United yang kini bermain untuk Fulham yaitu Dimitar Berbatov mengaku telah kehilangan rasa hormatnya kepada Sir Alex Ferguson pada saat-saat terakhirnya di tim berjuluk The Red Devils tersebut. Ia juga mengatakan tahun terakhirnya di Old Trafford bukanlah saat yang bahagia karena hubungannya dengan pelatih menjadi memburuk.
“Saya berpikir tidak layak diperlakukan seperti saat di United, dimana saya sudah 10 kali, mungkin 15 kali menanyakan kepada pelatih apakah mereka membutuhkan saya. Setiap kali juga saya diberitahukan saya pemain penting dan jangan pergi,” ucap Berbatov seperti dilansir Skysport, Selasa (4/9/2012).
“Mungkin seharusnya saya pergi ketika Ferguson mencadangkan saya di final Liga Champions 2011. Saya tahu dialah bosnya, tapi dia telah kehilangan rasa hormat saya terkait bagaimana cara dia memperlakukan saya,” pungkas Berbatov.
Berbatov klaim alasan Ferguson untuk kerap tidak memainkannya adalah terkait dengan gaya permainan yang dimiliki oleh penyerang asal Bulgaria tersebut. Gaya Berbatov dinilai tidak cocok dengan permainan Manchester United yang mengandalkan kecepatan.
"Dia (Ferguson) mencoba untuk menjelaskan kepada saya bahwa tim akan menggunakan gaya dengan mengandalkan kecepatan. Saya memang bukan pemain tercepat, saya dinilai lebih banyak memegang bola tapi itu adalah gaya saya," ungkapnya.
"Saya sulit untuk menerima perlakuan mereka, saya masih punya kehormatan. Saya mencetak banyak gol, saya memenangi liga dua kali, dan saya pernah jadi top skor, jadi itu tidak buruk,” ungkap Berbatov.
"Saya akan tidak punya masalah bermain untuk United dalam karir saya. Saya mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang yang pantas mendapatkannya. Saya tidak bisa mengucapkan selamat tinggal kepada Ferguson," tandasnya.
“Saya berpikir tidak layak diperlakukan seperti saat di United, dimana saya sudah 10 kali, mungkin 15 kali menanyakan kepada pelatih apakah mereka membutuhkan saya. Setiap kali juga saya diberitahukan saya pemain penting dan jangan pergi,” ucap Berbatov seperti dilansir Skysport, Selasa (4/9/2012).
“Mungkin seharusnya saya pergi ketika Ferguson mencadangkan saya di final Liga Champions 2011. Saya tahu dialah bosnya, tapi dia telah kehilangan rasa hormat saya terkait bagaimana cara dia memperlakukan saya,” pungkas Berbatov.
Berbatov klaim alasan Ferguson untuk kerap tidak memainkannya adalah terkait dengan gaya permainan yang dimiliki oleh penyerang asal Bulgaria tersebut. Gaya Berbatov dinilai tidak cocok dengan permainan Manchester United yang mengandalkan kecepatan.
"Dia (Ferguson) mencoba untuk menjelaskan kepada saya bahwa tim akan menggunakan gaya dengan mengandalkan kecepatan. Saya memang bukan pemain tercepat, saya dinilai lebih banyak memegang bola tapi itu adalah gaya saya," ungkapnya.
"Saya sulit untuk menerima perlakuan mereka, saya masih punya kehormatan. Saya mencetak banyak gol, saya memenangi liga dua kali, dan saya pernah jadi top skor, jadi itu tidak buruk,” ungkap Berbatov.
"Saya akan tidak punya masalah bermain untuk United dalam karir saya. Saya mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang yang pantas mendapatkannya. Saya tidak bisa mengucapkan selamat tinggal kepada Ferguson," tandasnya.
(akr)