Aeromodelling DIY sulit dapat medali emas

Kamis, 06 September 2012 - 15:12 WIB
Aeromodelling DIY sulit...
Aeromodelling DIY sulit dapat medali emas
A A A
Sindonews.com - Tim Aeromodelling Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengaku sulit bisa membawa pulang medali emas pada PON XVIII/2012 Riau. Di cabang olah raga (cabor) ini, DIY hanya mengincar dua medali perak seperti hasil yang didapatkan pada Pra PON tahun lalu. Cabor ini sudah mulai dilombakan di Bandara Japura, Kecamatan Lirik, Riau, kemarin.

Pelatih Tim Aeromodelling DIY Tunjung Prastowo berharap mendapat kejutan untuk para atlet aeromodelling DIY yang dikirim pada ajang pesta olah raga empat tahunan tersebut. Kontingen dari daerah lain relatif lebih kuat dibanding kekuatan yang dimiliki DIY. "Namun, kami tidak patah arang. Kami tetap bertanding sekuat tenaga agar bisa menjadi yang terbaik meski itu sulit," katanya, Kamis (6/9/2012).

Menurut dia, pada PON Riau ini Tim Aeromodelling DIY ditargetkan bisa meraih dua medali perak. "Pada Pra PON sebelumnya, kita mendapat dua medali perak. Pada PON kali ini kita berharap bisa mempertahankan capaian dua medali perak. Untuk medali emas memang sulit karena rival yang kuat. Kami berharap DIY bisa memberi kejutan sehingga emas bisa diraih," jelas Tunjung.

Dia menyebutkan, kontingen dari Jawa Timur dan tuan rumah Riau menjadi rival terkuat di cabor ini. Pada Pra PON lalu, Jawa Timur mendominasi perolehan medali. "Tuan rumah juga menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan. Namun, kami berharap DIY bisa membawa pulang medali, entah itu perak atau perunggu, syukur bisa emas," pintanya.

Pada PON 2012 ini, Tim Aeromodelling DIY berkekuatan tiga atlet. Mereka adalah Tono Purwanto, Paulus Nicolas dan Wigit Ichtiarso serta dibantu Andika sebagai mekanik. Kekuatan DIY ini nyaris tidak ada perubahan dengan atlet yang bertanding pada Pra PON 2011 lalu. Ketiga atlet DIY akan bertarung di 4 kelas pada PON 2012.

Pertandingan untuk cabang Aeromodelling PON XVIII/2012 Riau sudah digelar mulai dipertandingkan. Cabor ini digelar lebih awal karena lomba tidak bisa digelar sepanjang hari, namun disesuaikan dengan kondisi alam mengingat cabor ini sangat bergantung pada kondisi angin.

Tim Aeromodelling DIY sudah merapat ke Riau sejak 28 Agusus lalu. Meeka berangkat lebih awal dari tim lain karena jadwal lomba digelar lebih dulu. Selain itu, mereka datang lebih awal karena butuh waktu untuk mempersiapkan alat dan cek lapangan yang digunakan untuk lomba. "Kita berangkat lebih awal agar tim mengetahui kondisi lapangan dan bisa berdaptasi sekaligus menyusun strategi lomba," kata Tunjung.
(wbs)
Berita Terkait
Kalahkan Kepulauan Riau,...
Kalahkan Kepulauan Riau, Papua Tembus Semifinal Futsal PON XX Papua
Klasemen Medali PON...
Klasemen Medali PON Aceh-Sumut 2024: Provinsi Riau Borong 6 Emas!
5 Atlet Dayung Riau...
5 Atlet Dayung Riau untuk PON Papua 2021 Positif Covid-19
Sembuh dari Covid-19,...
Sembuh dari Covid-19, Tim Dayung Riau Terbang ke PON XX Papua 2021
Dari Dayung, Riau Sabet...
Dari Dayung, Riau Sabet Emas Pertama di PON XX Papua 2021
5 Fakta Unik PON XX...
5 Fakta Unik PON XX Papua 2021, dari Keamanan hingga Noken
Berita Terkini
FIFA Bikin Kejutan!...
FIFA Bikin Kejutan! Leandro Paredes Tak Jadi Dikartu Merah di Final Piala Dunia 2026
9 jam yang lalu
Timnas Argentina Pulang...
Timnas Argentina Pulang Tanpa Trofi Disambut Bak Juara, Bagaimana Masa Depan Lionel Messi?
9 jam yang lalu
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Segera Bergulir, Dukung Perjuangan Timnas Indonesia di VISION+
12 jam yang lalu
Jadwal Timnas Indonesia...
Jadwal Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi Garuda Akhiri Penantian Gelar Perdana
13 jam yang lalu
Profil Jesslyn Wijaya...
Profil Jesslyn Wijaya Lay, Atlet Golf Putri yang Diduga Diculik di Mangga Besar
15 jam yang lalu
Yamal Usul Duel Fisik...
Yamal Usul Duel Fisik Paredes vs Gavi Berlanjut di Ring Tinju
15 jam yang lalu
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved