Cabor Andalan DIY Rontok
Selasa, 11 September 2012 - 16:31 WIB
Cabor Andalan DIY Rontok
A
A
A
Sindonews.com - Sejumlah cabang olah raga (cabor) yang menjadi andalan Kontingen DIY untuk mendulang pundi-pundi medali pada PON XVIII/2012 Riau rontok. Beberapa nomor yang sudah dipertandingkan pada cabor panjat tebing, karate, biliar dan lainnya tidak mampu menyumbang medali.
Cabor Panjat tebing untuk nomor boulder baik putra dan putri harus merelakan medali menjadi milik kontingen lain. Tim putra yang terdiri Wahyu Purnomo, Bayu, Sultoni Sulaeman dan Omak Suparjiono harus puas berada di posisi keenam. Di nomor ini, Jawa Tengah yang berjaya kemudian disusul masing-masing Kalimantan Timur dan DKI Jakarta.
Untuk nomor boulder putri juga senasib dengan tim putra. Fitriani, Tri Suryani, Murjiyanti dan Etti Herawati kalah bersaing dengan Jawa Timur, Kalimantan Timur dan DKI Jakarta. "Untuk nomor boulder putra dan putri DIY sudah kandas, gagal meraih medali," kata pelatih Panjat Tebing DIY Taufan Faizal, Selasa (11/9).
Taufan menambahkan, 10 atlet anak didiknya yang bertanding di PON ini ditarget bisa mendulang setidaknya 2 medali emas dari 14 nomor yang dilombakan. Meski untuk nomor boulder sudah kandas, namun peluang DIY untuk membawa pulang medali masih terbuka, terutama untuk nomor speed track. "Kita akan membalasnya di nomor speed track," tegasnya.
Selain panjat tebing, cabor lain DIY juga harus terhenti langkahnya, seperti karate untuk nomor kata perorangan putri dan biliar untuk nomor 8 ball. Riza Vutri yang mendapatkan bye di babak pertama harus mendapat lawan tangguh di babak berikutnya. Alhasil, seni gerak yang diperagakan Riza kurang mantap dibanding karateka putri Jawa Barat.
Pebiliar andal DIY Junarto Kasogi yang bertanding di nomor 8 ball juga terhenti di babak 16 besar setelah disingkirkan Ersa Nasution dari Jawa Barat. Namun, Junarto masih punya peluang di nomor lainnya seperti mixed doubel 10 ball, mixed double 9 ball, single 9 ball serta single 10 ball.
Tim bola Voli putra DIY juga mendapat sinyal bahaya setelah tidak terduga ditaklukkan Kalimantan Timur. Padahal, tim bola voli putra DIY tercatat sebagai tim unggulan mengingat dalam dua gelaran PON sebelumnya selalu menyabet medali emas. Kesuksesan tim bola voli putra saat menggulang tm putra Jawa Tengah tidak berlanjut kala menghadapi Kalimantan Timur. Kini tim putra menempati posisi 2 klasemen pool A di bawah Kalimantan Timur.
Pelatih Bola Voli DIY Wahyono Hariyadi berharap kekalakan dari Kalimantan Timur tidak membuat mental anak didiknya menjadi drop. Kekalahan harus segera dilupakan dan menatap laga selanjutnya melawan Kalimantan Barat yang rencananya digelar besok pagi ini. "Pertandingan selanjutnya melawan Kalimantan Barat. Meski tidak sehebat Kalimantan Timur, kami berharap anak-anak tidak memandang remeh. Kami menginginkan kemenangan," tegasnya.
Cabor Panjat tebing untuk nomor boulder baik putra dan putri harus merelakan medali menjadi milik kontingen lain. Tim putra yang terdiri Wahyu Purnomo, Bayu, Sultoni Sulaeman dan Omak Suparjiono harus puas berada di posisi keenam. Di nomor ini, Jawa Tengah yang berjaya kemudian disusul masing-masing Kalimantan Timur dan DKI Jakarta.
Untuk nomor boulder putri juga senasib dengan tim putra. Fitriani, Tri Suryani, Murjiyanti dan Etti Herawati kalah bersaing dengan Jawa Timur, Kalimantan Timur dan DKI Jakarta. "Untuk nomor boulder putra dan putri DIY sudah kandas, gagal meraih medali," kata pelatih Panjat Tebing DIY Taufan Faizal, Selasa (11/9).
Taufan menambahkan, 10 atlet anak didiknya yang bertanding di PON ini ditarget bisa mendulang setidaknya 2 medali emas dari 14 nomor yang dilombakan. Meski untuk nomor boulder sudah kandas, namun peluang DIY untuk membawa pulang medali masih terbuka, terutama untuk nomor speed track. "Kita akan membalasnya di nomor speed track," tegasnya.
Selain panjat tebing, cabor lain DIY juga harus terhenti langkahnya, seperti karate untuk nomor kata perorangan putri dan biliar untuk nomor 8 ball. Riza Vutri yang mendapatkan bye di babak pertama harus mendapat lawan tangguh di babak berikutnya. Alhasil, seni gerak yang diperagakan Riza kurang mantap dibanding karateka putri Jawa Barat.
Pebiliar andal DIY Junarto Kasogi yang bertanding di nomor 8 ball juga terhenti di babak 16 besar setelah disingkirkan Ersa Nasution dari Jawa Barat. Namun, Junarto masih punya peluang di nomor lainnya seperti mixed doubel 10 ball, mixed double 9 ball, single 9 ball serta single 10 ball.
Tim bola Voli putra DIY juga mendapat sinyal bahaya setelah tidak terduga ditaklukkan Kalimantan Timur. Padahal, tim bola voli putra DIY tercatat sebagai tim unggulan mengingat dalam dua gelaran PON sebelumnya selalu menyabet medali emas. Kesuksesan tim bola voli putra saat menggulang tm putra Jawa Tengah tidak berlanjut kala menghadapi Kalimantan Timur. Kini tim putra menempati posisi 2 klasemen pool A di bawah Kalimantan Timur.
Pelatih Bola Voli DIY Wahyono Hariyadi berharap kekalakan dari Kalimantan Timur tidak membuat mental anak didiknya menjadi drop. Kekalahan harus segera dilupakan dan menatap laga selanjutnya melawan Kalimantan Barat yang rencananya digelar besok pagi ini. "Pertandingan selanjutnya melawan Kalimantan Barat. Meski tidak sehebat Kalimantan Timur, kami berharap anak-anak tidak memandang remeh. Kami menginginkan kemenangan," tegasnya.
(aww)