Meski cedera, Eko lanjutkan dominasi
Kamis, 13 September 2012 - 09:04 WIB
Meski cedera, Eko lanjutkan dominasi
A
A
A
Sindonews.com – Setelah menggetarkan Olimpiade 2012 London dengan medali perunggunya, Eko Yuli Irawan kembali membuat gebrakan.Atlet Kalimantan Timur (Kaltim) tersebut merebut medali emas kelas 62 kg putra cabang angkat besi pada Pekan Olahraga Nasional XVIII/2012 di Ballroom Ratu Mayang Garden,Pekanbaru, Riau,kemarin.
Meski dalam kondisi cedera tulang kering, Eko tetap tampil gemilang.Dia mampu mengalahkan lifter Jawa Barat (Jabar) M Hasbi yang harus puas dengan peringkat kedua dan Rivaldi Achmad di tempat ketiga. “Karena cedera yang saya alami bertambah parah,saya sempat pesimistis merebut emas.Ternyata,saya mampu melakukannya.Karena itu,saya sangat bersyukur dengan prestasi ini,”tutur Eko.
Medali emas yang diraih Eko tersebut merupakan medali emas pertama tim angkat besi Kaltim di PON XVII/2012. Sebelumnya,lifter putri Kaltim Lisa Setiawati hanya bisa mendapatkan medali perak di kelas 48 kg putri.Di kelas ini, medali emasnya direbut Sri Wahyuni dari Jabar,sedangkan medali perunggu direbut Siti Nafisah dari Jawa Tengah (Jateng).
Tampilnya Eko pada PON kali ini sempat mengabaikan saran dokter untuk istirahat minimal 3–4 bulan untuk terapi penyembuhan cedera tulang kering seusai Olimpiade 2012 London. Eko nekat tampil karena berharap bisa menyumbangkan kembali emas bagi Kaltim pada ajang multievent kali ini. “Saya berusaha menahan sakit ini demi Kalimantan Timur yang telah membesarkan saya hingga seperti ini,”ujar Eko.
Prestasi emas Eko itu membuat Pelatih angkat besi Kaltim Lukman begitu terharu. Sebab, beberapa hari sebelum pertandingan,cedera yang diderita Eko semakin parah,bahkan memungkinkannya batal bertanding di ajang PON 2012. “Saya salut dengan perjuangan Eko, kondisi sakit seperti itu masih bisa tampil prima.Apalagi,dia bisa menunjukkan angkatan terbaiknya,”ujar Lukman.
Sementara di kelas 53 kg putri,lifter putri Lampung Citra Febriyanti mendominasi kelas itu.Dia berhak mendapatkan medali emas PON XVIII/2012 setelah total mengangkat beban 196 kg di Hotel Ratu Mayang, Pekanbaru,Riau,kemarin. Dominasi Citra di kelas itu memang tak terbantahkan.Di angkatan snatch,lifter nasional ini mengangkat 88 kg.
Sementara di angkatan clean and jerk,dia mampu mengangkat beban 108 kg.Capaian itu membuat lifter Jabar Dewi Safitri harus puas memperoleh medali perak setelah mengangkat total 171 kg.Sementara perunggu direbut lifter Jateng Tanti Pratiwi setelah total mengangkat 161 kg. Capaian itu membuat Citra masih menjadi lifter putri terbaik Tanah Air di kelas tersebut.
Apalagi,keberhasilannya di Pekanbaru mengulang kesuksesannya empat tahun silam ketika tampil di PON Kaltim.Dia mengaku senang dengan hasil itu,kendati gagal mengangkat beban 91 kg di kesempatan ketiga angkatan snatch. Citra pun puas dengan pencapaian tersebut,apalagi keberhasilannya itu menahbiskannya sebagai atlet Lampung pertama yang menyumbang medali emas di PON tahun ini.
Peraih posisi keempat Olimpiade 2012 itu lantas memberikan keberhasilannya kepada keluarga.“Saya tentu akan memberikannya kepada keluarga karena mereka yang paling utama memberikan dukungan.Saya pun tak lupa memberikan penghargaan ini kepada pelatih, ” kata Citra seusai perlombaan,kemarin.
Sementara di kelas 48 kg putri,lifter Jabar Sri Wahyuni memperoleh medali emas dengan total angkatan 169 kg (snatch 70 kg dan clean and jerk 99 kg).Medali perak di pertandingan itu direbut lifter Kaltim Lisa Setiawati dengan total angkatan 168 kg.Lifter Jateng Siti Nafisah harus puas mendapatkan perunggu setelah total mengangkat 115 kg.
Meski dalam kondisi cedera tulang kering, Eko tetap tampil gemilang.Dia mampu mengalahkan lifter Jawa Barat (Jabar) M Hasbi yang harus puas dengan peringkat kedua dan Rivaldi Achmad di tempat ketiga. “Karena cedera yang saya alami bertambah parah,saya sempat pesimistis merebut emas.Ternyata,saya mampu melakukannya.Karena itu,saya sangat bersyukur dengan prestasi ini,”tutur Eko.
Medali emas yang diraih Eko tersebut merupakan medali emas pertama tim angkat besi Kaltim di PON XVII/2012. Sebelumnya,lifter putri Kaltim Lisa Setiawati hanya bisa mendapatkan medali perak di kelas 48 kg putri.Di kelas ini, medali emasnya direbut Sri Wahyuni dari Jabar,sedangkan medali perunggu direbut Siti Nafisah dari Jawa Tengah (Jateng).
Tampilnya Eko pada PON kali ini sempat mengabaikan saran dokter untuk istirahat minimal 3–4 bulan untuk terapi penyembuhan cedera tulang kering seusai Olimpiade 2012 London. Eko nekat tampil karena berharap bisa menyumbangkan kembali emas bagi Kaltim pada ajang multievent kali ini. “Saya berusaha menahan sakit ini demi Kalimantan Timur yang telah membesarkan saya hingga seperti ini,”ujar Eko.
Prestasi emas Eko itu membuat Pelatih angkat besi Kaltim Lukman begitu terharu. Sebab, beberapa hari sebelum pertandingan,cedera yang diderita Eko semakin parah,bahkan memungkinkannya batal bertanding di ajang PON 2012. “Saya salut dengan perjuangan Eko, kondisi sakit seperti itu masih bisa tampil prima.Apalagi,dia bisa menunjukkan angkatan terbaiknya,”ujar Lukman.
Sementara di kelas 53 kg putri,lifter putri Lampung Citra Febriyanti mendominasi kelas itu.Dia berhak mendapatkan medali emas PON XVIII/2012 setelah total mengangkat beban 196 kg di Hotel Ratu Mayang, Pekanbaru,Riau,kemarin. Dominasi Citra di kelas itu memang tak terbantahkan.Di angkatan snatch,lifter nasional ini mengangkat 88 kg.
Sementara di angkatan clean and jerk,dia mampu mengangkat beban 108 kg.Capaian itu membuat lifter Jabar Dewi Safitri harus puas memperoleh medali perak setelah mengangkat total 171 kg.Sementara perunggu direbut lifter Jateng Tanti Pratiwi setelah total mengangkat 161 kg. Capaian itu membuat Citra masih menjadi lifter putri terbaik Tanah Air di kelas tersebut.
Apalagi,keberhasilannya di Pekanbaru mengulang kesuksesannya empat tahun silam ketika tampil di PON Kaltim.Dia mengaku senang dengan hasil itu,kendati gagal mengangkat beban 91 kg di kesempatan ketiga angkatan snatch. Citra pun puas dengan pencapaian tersebut,apalagi keberhasilannya itu menahbiskannya sebagai atlet Lampung pertama yang menyumbang medali emas di PON tahun ini.
Peraih posisi keempat Olimpiade 2012 itu lantas memberikan keberhasilannya kepada keluarga.“Saya tentu akan memberikannya kepada keluarga karena mereka yang paling utama memberikan dukungan.Saya pun tak lupa memberikan penghargaan ini kepada pelatih, ” kata Citra seusai perlombaan,kemarin.
Sementara di kelas 48 kg putri,lifter Jabar Sri Wahyuni memperoleh medali emas dengan total angkatan 169 kg (snatch 70 kg dan clean and jerk 99 kg).Medali perak di pertandingan itu direbut lifter Kaltim Lisa Setiawati dengan total angkatan 168 kg.Lifter Jateng Siti Nafisah harus puas mendapatkan perunggu setelah total mengangkat 115 kg.
(wbs)