Pelatih karate Jateng lempar kursi, suporter perang botol

Kamis, 13 September 2012 - 19:19 WIB
Pelatih karate Jateng...
Pelatih karate Jateng lempar kursi, suporter perang botol
A A A
Sindonews.com - Pertandingan cabang karate PON XVIII, Kamis (13/9) siang, sempat terhenti selama lebih kurang 20 menit, menyusul keributan pada pertandingan kelas -55 kilogram antara karateka Jawa Tengah, Imam Tauhid, melawan Tebing dari DKI Jakarta.

Pelatih Jawa Tengah, Mongonsidi, yang juga ayah kandung Imam, melempar kursi ke tengah lapangan pertandingan. Dia kecewa atas keputusan juri yang mengalahkan anaknya dengan skor 2-4. Mongonsidi mengamuk dan mengumpat kepada para wasit yang ditudingnya lebih memihak atlet DKI. Suporter Jateng yang berada di tribun kanan ikut marah dengan melempar botol minuman ke arah juri di tengah lapangan.

Lemparan Jateng kemudian dibalas lemparan botol juga oleh pendukung DKI yang berada di tribun kiri. Saling lempar akhirnya berhenti setelah petugas keamanan meminta para suporter tidak melakukan aksi pelemparan botol ke tengah lapangan.

Beberapa petugas keamanan dan pengurus karate Jateng mengamankan Mongonsidi. Dia dibawa ke arah pintu belakang untuk menenangkan diri, tetapi raut wajahnya sangat tegang dan umpatannya masih terus keluar.

Kemarahan Mongonsidi diawali rasa kecewa melihat juri yang tidak kunjung memberi angka saat pukulan dan tendangan Imam yang dianggapnya bersih masuk ke arah lawannya. Setidaknya ada tiga tendangan yang dianggapnya masuk ke arah kepala lawan. Apabila satu saja tendangan itu diberi nilai, maka Imam yang sebelumnya ketinggalan 2-4 akan berbalik unggul 5-4.

Pertandingan antara Imam dan Tebing adalah penentuan juara pool A atau sekaligus penentuan untuk maju ke babak final. Manajer Tim Karate Jateng, Arya Bima Yudiantoro, akhirnya mengajukan protes resmi ke dewan hakim. Mereka melengkapi protes dengan rekaman video pertandingan.

Setelah kondisi mereda, pertandingan akhirnya dapat dilanjutkan. Hanya saja, Imam tetap tidak melaju ke final. Pada penentuan juara ketiga, Imam akhirnya meraih medali perunggu setelah mengalahkan Duhril dari Sulawesi Selatan dengan skor telak 8-0. Adapun Tebing meraih medali emas setelah mengalahkan Arimbawa dari Bali, 4-1.
(aww)
Berita Terkait
5 Fakta Unik PON XX...
5 Fakta Unik PON XX Papua 2021, dari Keamanan hingga Noken
Dualisme PSSI Tahun...
Dualisme PSSI Tahun 2012 Penyebab Timnas Indonesia Gagal Total di Piala AFF 2012
7 Arena PON XX Papua...
7 Arena PON XX Papua 2021 yang Diresmikan Presiden Jokowi
Kisah Greysia Polii:...
Kisah Greysia Polii: Skandal Olimpiade 2012, Pensiun, Tragedi, Emas Olimpiade 2020
Polemik Revisi PP 109/2012,...
Polemik Revisi PP 109/2012, Kemenkumham Dorong Libatkan Partisipasi Publik
Venue Siap, Cabor Futsal...
Venue Siap, Cabor Futsal PON XX Papua Digelar Tepat Waktu
Berita Terkini
ASEAN Hyundai Cup 2026...
ASEAN Hyundai Cup 2026 Tayang di VISION+: Simak Jadwal Pertandingan Minggu Ini!
7 menit yang lalu
Piala Dunia 2026 Sukses...
Piala Dunia 2026 Sukses Digelar, Presiden FIFA Gianni Infantino Dapat Tawaran Jabatan dari Trump
15 menit yang lalu
John Herdman Pede Timnas...
John Herdman Pede Timnas Indonesia Mampu Bersaing Juarai AFF 2026
22 menit yang lalu
Profil Pau Cubarsi,...
Profil Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
2 jam yang lalu
FIFA Bikin Kejutan!...
FIFA Bikin Kejutan! Leandro Paredes Tak Jadi Dikartu Merah di Final Piala Dunia 2026
5 jam yang lalu
H-3 Piala AFF 2026,...
H-3 Piala AFF 2026, Kapan Daftar Pemain Timnas Indonesia Diumumkan?
5 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved