Sultan datang, DIY rebut emas pertama
Kamis, 13 September 2012 - 21:13 WIB
Sultan datang, DIY rebut emas pertama
A
A
A
Sindonews.com - Kehadiran Gubernur DIY yang juga Raja Keraton Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X memberi pengaruh positif bagi atlet DIY yang berlaga di PON XVIII/2012 Riau. Kontingen DIY langsung mendapat medali emas pertama di gelaran pesta olahraga nasional empat tahunan itu.
Medali emas perdana bagi DIY dari cabang olah raga (cabor) balap sepeda nomor down hill putra atas nama Nur Warsito. Pembalap asal Sleman itu juga berpeluang mendulang medali emas di nomor super cross BMX yang digelar di Sirkuit Kerinci Kanan, Siak, Riau.
Asa mendulang 20 medali yang ditargetkan pada PON 2012 kembali mencuat, setelah dalam dua hari terakhir Kontingen DIY selalu gagal naik podium. "Masih optimistis bisa menambah emas. Lagi pula cabang lain yang menjadi andalan DIY seperti taekwondo, wushu, sepatu roda, panahan belum dipertandingkan semua," kata Sri Sultan X, kemarin.
Sultan juga menyaksikan sejumlah laga yang menjadi cabor andalan DIY, wushu, di Sport Center Rumbai, kemarin. Di cabor ini, Kontingen DIY juga sudah membukukan medali perunggu atas nama Cindy Sutanto di nomor chan quan putri. "Kehadiran Ngraso Dalem (Sri Sultan X) membuat mental bertanding para atlet meningkat. Semoga medali emas kembali diraih DIY," kata Ketua Umum KONI DIY Gusti Bendara Pangeran Haryo (GBPH) Prabu Kusumo.
Mungkin ada benarnya, Sultan datang ke Riau membuat para atlet dari Bumi Mataram ini langsung mendapat sejumlah medali. Empat medali langsung dibukukan DIY, masing-masing 1 emas (Balap Sepeda MTB Down Hill Putra atas nama Nur Warsito), 1 perak (MTB Down Hill putri/Exa Raudina Khoiroti), 2 perunggu (Wushu nomor chan quan putri/Cindy Sutanto) dan Karate (Kumite -75 kg/Alin Sukma Pranata). Sampai saat ini, DIY bertengger di peringkat 13 dengan 1 emas, 2 perak dan 2 perunggu.
Pelatih Tim Balap Sepeda DIY M Basri mengatakan, sebenarnya nomor down hill bukan nomor andalan DIY. Kontingen DIY sebenarnya mengandalkan nomor lain seperti Team Time Trial (TTT), Criterium dan Road Race. "Tapi di nomor down hill ini atlet kita bisa menyumbangkan 1 emas dan 1 perak tentu capaian yang luar biasa," katanya.
Dia mengatakan, di cabor ini DIY mengirimkan 11 atlet terbaiknya. Dia juga berharap untuk nomor BMX Super Cross yang digelar hari ini juga berhasil diraih DIY. "Semoga para atlet DIY bisa menambah medali lagi," pintanya.
Sementara itu, kabar menggemberikan bagi Kontingen DIY datang dari cabor panjat tebing. Pada nomor lead perorangan putra, atlet andalan DIY, Bayu berhasil masuk ke babak final yang akan diikuti 8 atlet dari berbagai kontingen. Peluang meraih medali terbuka bagi Bayu meski hasil kualifikasi menempati ranking 8.
Babak final nomor ini digelar Minggu (16/9) mendatang. Delapan atlet akan bersaing menjadi yang terbaik di babak final ini. Mereka adalah Nurmansyah (Jawa Timur), Amri dan Indra Yogaswara (Jabar), Temi Teli Lasa (Jateng), Eka Bayu Prabowo (Riau), Bayu Paracella (Kalimanta Timur), Joni Kasria (NTB) dan Bayu (DIY).
Medali emas perdana bagi DIY dari cabang olah raga (cabor) balap sepeda nomor down hill putra atas nama Nur Warsito. Pembalap asal Sleman itu juga berpeluang mendulang medali emas di nomor super cross BMX yang digelar di Sirkuit Kerinci Kanan, Siak, Riau.
Asa mendulang 20 medali yang ditargetkan pada PON 2012 kembali mencuat, setelah dalam dua hari terakhir Kontingen DIY selalu gagal naik podium. "Masih optimistis bisa menambah emas. Lagi pula cabang lain yang menjadi andalan DIY seperti taekwondo, wushu, sepatu roda, panahan belum dipertandingkan semua," kata Sri Sultan X, kemarin.
Sultan juga menyaksikan sejumlah laga yang menjadi cabor andalan DIY, wushu, di Sport Center Rumbai, kemarin. Di cabor ini, Kontingen DIY juga sudah membukukan medali perunggu atas nama Cindy Sutanto di nomor chan quan putri. "Kehadiran Ngraso Dalem (Sri Sultan X) membuat mental bertanding para atlet meningkat. Semoga medali emas kembali diraih DIY," kata Ketua Umum KONI DIY Gusti Bendara Pangeran Haryo (GBPH) Prabu Kusumo.
Mungkin ada benarnya, Sultan datang ke Riau membuat para atlet dari Bumi Mataram ini langsung mendapat sejumlah medali. Empat medali langsung dibukukan DIY, masing-masing 1 emas (Balap Sepeda MTB Down Hill Putra atas nama Nur Warsito), 1 perak (MTB Down Hill putri/Exa Raudina Khoiroti), 2 perunggu (Wushu nomor chan quan putri/Cindy Sutanto) dan Karate (Kumite -75 kg/Alin Sukma Pranata). Sampai saat ini, DIY bertengger di peringkat 13 dengan 1 emas, 2 perak dan 2 perunggu.
Pelatih Tim Balap Sepeda DIY M Basri mengatakan, sebenarnya nomor down hill bukan nomor andalan DIY. Kontingen DIY sebenarnya mengandalkan nomor lain seperti Team Time Trial (TTT), Criterium dan Road Race. "Tapi di nomor down hill ini atlet kita bisa menyumbangkan 1 emas dan 1 perak tentu capaian yang luar biasa," katanya.
Dia mengatakan, di cabor ini DIY mengirimkan 11 atlet terbaiknya. Dia juga berharap untuk nomor BMX Super Cross yang digelar hari ini juga berhasil diraih DIY. "Semoga para atlet DIY bisa menambah medali lagi," pintanya.
Sementara itu, kabar menggemberikan bagi Kontingen DIY datang dari cabor panjat tebing. Pada nomor lead perorangan putra, atlet andalan DIY, Bayu berhasil masuk ke babak final yang akan diikuti 8 atlet dari berbagai kontingen. Peluang meraih medali terbuka bagi Bayu meski hasil kualifikasi menempati ranking 8.
Babak final nomor ini digelar Minggu (16/9) mendatang. Delapan atlet akan bersaing menjadi yang terbaik di babak final ini. Mereka adalah Nurmansyah (Jawa Timur), Amri dan Indra Yogaswara (Jabar), Temi Teli Lasa (Jateng), Eka Bayu Prabowo (Riau), Bayu Paracella (Kalimanta Timur), Joni Kasria (NTB) dan Bayu (DIY).
(aww)